Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Satu Darah, Beda Bendera: Doue Bersaudara Jadi Sorotan Piala Dunia 2026

Rahmat Adhy Kurniawan • Kamis, 11 Juni 2026 | 00:06 WIB
Desire Doue (kiri) memperkuat Les Bleus Prancis, dan kakaknya, Guela Doue yang menjadi andalan Pantai Gading. (The Guardian)
Desire Doue (kiri) memperkuat Les Bleus Prancis, dan kakaknya, Guela Doue yang menjadi andalan Pantai Gading. (The Guardian)

Desire dan Guela Doue Pimpin Deretan Saudara Kandung yang Meramaikan Piala Dunia 2026

RADAR SURABAYA - Kisah hangat kakak beradik lintas negara menjadi warna tersendiri di Piala Dunia 2026. 

Dari keluarga Doue hingga Williams bersaudara, turnamen kali ini dipenuhi cerita persaudaraan yang menginspirasi.

Piala Dunia 2026 bukan hanya menghadirkan persaingan antarbintang dari berbagai penjuru dunia.

Turnamen terbesar sepak bola itu juga menyuguhkan kisah-kisah emosional yang melibatkan hubungan keluarga, terutama para saudara kandung yang sama-sama tampil di panggung tertinggi sepak bola dunia.

Salah satu cerita paling menarik datang dari keluarga Doue. Nama Desire Doue memang lebih sering menghiasi pemberitaan berkat penampilan gemilangnya bersama Paris Saint-Germain (PSG) dan Timnas Prancis.

Namun, di balik sorotan tersebut, terdapat sosok sang kakak, Guela Doue, yang kini menjadi bagian penting Timnas Pantai Gading.

Momen unik terjadi dalam laga uji coba internasional antara Prancis dan Pantai Gading di Nantes pekan lalu.

Baca Juga: Kejutan Thomas Tuchel Jelang Piala Dunia 2026! Perebutan No.10, Bellingham Bisa Tergeser

Ketika Guela Doue mencetak gol penyama kedudukan untuk Pantai Gading, kamera televisi langsung mengarah ke bangku cadangan Prancis tempat Desire duduk.

Meski timnya sedang dalam posisi tertekan, Desire tampak tersenyum tipis melihat keberhasilan sang kakak.

Pemandangan itu menjadi simbol bahwa rivalitas di lapangan tidak mampu mengalahkan ikatan keluarga yang telah terjalin sejak kecil.

Setelah pertandingan berakhir dengan kemenangan mengejutkan Pantai Gading 2-1 atas Prancis, kedua saudara tersebut saling berpelukan. 

Tidak ada kekecewaan yang berlebihan, hanya kebahagiaan karena keduanya berhasil mencapai level tertinggi dalam karier sepak bola masing-masing.

“Sayang sekali saya tidak sempat bermain melawan saudara saya karena ini adalah pertandingan pertama antara Prancis dan Pantai Gading bagi kami. Namun saya tetap senang, dan dia juga tidak terlalu kecewa,” ujar Guela.

Baca Juga: Persebaya Surabaya Resmi Lepas Sembilan Pemain, Sinyal Perombakan Besar Jelang Liga 1 2026/2027

Sehari setelah laga itu, Guela bahkan mengunggah foto dirinya sedang membaca harian olahraga L’Equipe dalam perjalanan menuju Amerika Serikat.

Unggahan tersebut dianggap sebagai sindiran ringan yang menunjukkan kedekatan sekaligus persaingan sehat antara kakak dan adik tersebut.

Ikatan Kuat Sejak Masa Kecil

Kedekatan keluarga Doue bukanlah sesuatu yang baru. Lahir dari ibu berkebangsaan Prancis dan ayah asal Pantai Gading,

keduanya tumbuh bersama dalam lingkungan yang sangat mendukung perkembangan sepak bola mereka.

Cerita menarik bermula ketika Guela mendapat kesempatan mengikuti seleksi akademi muda Rennes.

Saat itu, Desire yang masih berusia lima tahun ikut menemani dan bermain bola di sekitar lapangan.

Penampilannya ternyata menarik perhatian pencari bakat klub. Hasilnya, bukan hanya Guela yang direkrut, melainkan juga sang adik.

Takdir kembali mempertemukan mereka pada 2023. Ketika Guela menjalani debut bersama tim utama Rennes, pemain yang ia gantikan ternyata adalah Desire yang kala itu baru berusia 17 tahun.

Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana dua saudara yang tumbuh bersama akhirnya mampu menembus level profesional dan kini tampil di panggung Piala Dunia.

Piala Dunia 2026 Dipenuhi Kisah Persaudaraan

Keluarga Doue bukan satu-satunya yang mencuri perhatian. Piala Dunia 2026 menghadirkan sedikitnya tujuh pasangan saudara kandung yang memperkuat negara peserta.

Beberapa di antaranya bahkan membela negara yang berbeda. Brian Brobbey memperkuat Belanda, sementara saudara tirinya, Derrick Luckassen, membela Ghana.

Ada pula John Souttar yang bermain untuk Skotlandia dan Harry Souttar yang memperkuat Australia.

Kisah serupa juga terjadi pada keluarga Williams. Inaki Williams memilih membela Ghana, sedangkan adiknya, Nico Williams, menjadi andalan Timnas Spanyol.

Sementara itu, sejumlah pasangan bersaudara tampil bersama dalam satu negara.

Prancis memiliki Lucas Hernandez dan Theo Hernandez. Tanjung Verde diperkuat Laros Duarte dan Deroy Duarte. Adapun Curaçao mengandalkan Leandro Bacuna serta Juninho Bacuna.

Jumlah tersebut sebenarnya bisa bertambah menjadi delapan pasangan apabila Jurrien Timber tidak mengalami cedera.

Bek Belanda itu harus melewatkan turnamen sehingga gagal tampil bersama saudara kembarnya, Quinten Timber.

Menanti Duel Bersejarah di Fase Gugur

Sepanjang sejarah Piala Dunia, hanya ada satu pasangan saudara kandung yang pernah saling berhadapan di turnamen tersebut, yakni Jérôme Boateng bersama Jerman dan Kevin-Prince Boateng yang memperkuat Ghana. Keduanya bertemu pada edisi 2010 dan 2014.

Kini, peluang menghadirkan kisah serupa terbuka bagi keluarga Doue. Jika Prancis dan Pantai Gading bertemu di fase gugur, Guela dan Desire berpotensi mencatat sejarah sebagai pasangan saudara berikutnya yang berduel di panggung Piala Dunia.

Meski demikian, hubungan keduanya tampaknya jauh lebih kuat daripada rivalitas sepak bola.

“Saya dan saudara saya seperti anak kembar,” kata Desire kepada Telefoot.

Baca Juga: Piala Dunia 2016: Didier Deschamps Buka-Bukaan soal Mbappe: “Dia Bicara untuk Seluruh Pemain Prancis!"

“Sejak kecil kami selalu merasa seperti itu. Kami memiliki ikatan yang luar biasa. Kami saling menceritakan segalanya dan tidak memiliki rahasia. Dia adalah sosok yang sangat mendukung saya dalam kehidupan sehari-hari.”

Piala Dunia memang selalu menghadirkan kisah-kisah besar tentang kemenangan dan kekalahan.

Namun, cerita keluarga Doue membuktikan bahwa di balik persaingan sengit antarnegara, masih ada ruang bagi persaudaraan, kebanggaan keluarga, dan hubungan yang tak bisa dipisahkan oleh warna jersey apa pun.

Kini, publik sepak bola dunia menunggu satu kemungkinan yang sangat menarik: bagaimana jika Pantai Gading kembali bertemu Prancis dan salah satu dari mereka harus menyingkirkan saudaranya sendiri dari perburuan trofi Piala Dunia 2026?.(rak) 

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Guela Doue #timnas pantai gading #timnas prancis #Piala Dunia 2026 #Desire Doue