Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Piala Dunia 2016: Didier Deschamps Buka-Bukaan soal Mbappe: “Dia Bicara untuk Seluruh Pemain Prancis!"

Rahmat Adhy Kurniawan • Rabu, 10 Juni 2026 | 13:14 WIB
Didier Deschamps puji kontribusi Kylian Mbappe. (The Guardian)
Didier Deschamps puji kontribusi Kylian Mbappe. (The Guardian)

RADAR SURABAYA – Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps memberikan pujian kepada kapten timnya, Kylian Mbappe, menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026. 

Menurut Deschamps, penyerang Real Madrid itu memahami tanggung jawab besar yang diembannya sebagai pemimpin Les Bleus, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Dalam wawancara eksklusif dengan The Guardian, Deschamps menegaskan bahwa Mbappé tidak hanya berbicara untuk dirinya sendiri ketika menyampaikan pendapat kepada publik atau rekan setimnya.

"Kylian tahu bahwa ketika dia berbicara, dia tidak hanya berbicara atas nama dirinya sendiri, tetapi juga mewakili seluruh pemain," kata Deschamps.

Pernyataan tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan yang diberikan pelatih berusia 57 tahun itu kepada Mbappe,

 yang kini menjadi sosok sentral dalam skuad Prancis setelah era Hugo Lloris, Olivier Giroud, Raphael Varane, dan Antoine Griezmann berakhir.

Prancis Kembali Jadi Favorit Juara Piala Dunia 2026

Didier Deschamps akan menjalani turnamen terakhirnya bersama Timnas Prancis pada Piala Dunia 2026.

Pelatih yang membawa Les Bleus menjuarai Piala Dunia 2018 itu optimistis timnya kembali menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar juara.

"Kami termasuk favorit. Status itu pantas kami dapatkan karena hasil yang telah diraih selama bertahun-tahun," ujarnya.

Di bawah kepemimpinan Deschamps, Prancis menjelma menjadi salah satu kekuatan dominan sepak bola dunia.

Sejak ditunjuk sebagai pelatih pada 2012, ia sukses membawa Les Bleus tampil dalam tiga final turnamen besar, termasuk menjuarai Piala Dunia 2018 di Rusia.

Mbappe Dekati Rekor Gol Olivier Giroud

Selain menjadi kapten tim, Mbappé juga berpeluang mencatat sejarah baru bersama Timnas Prancis.

Saat ini, penyerang berusia 27 tahun itu hanya terpaut satu gol dari rekor Olivier Giroud sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Les Bleus dengan 57 gol.

Deschamps membela keputusan yang kerap menempatkan Mbappé sebagai penyerang tengah.

Menurutnya, posisi tersebut sudah menjadi peran utama sang pemain dalam beberapa musim terakhir.

"Sudah tiga tahun dia bermain di posisi sentral, baik di PSG maupun Real Madrid," kata Deschamps.

Pelatih Prancis itu juga menilai performa Mbappé di Euro 2024 tidak mencerminkan kualitas sebenarnya karena terganggu cedera hidung serta persiapan yang kurang ideal menjelang turnamen.

Michael Olise Jadi Senjata Baru Les Bleus

Selain Mbappé, Deschamps menaruh harapan besar kepada Michael Olise yang tampil impresif dalam beberapa bulan terakhir.

"Dia sosok yang pendiam dan sedikit pemalu, tetapi ketika berada di lapangan, dia luar biasa. Saat ini dia menjadi salah satu pemain terbaik di Piala Dunia," ujar Deschamps.

Kehadiran Olise menambah kedalaman lini serang Prancis yang juga dihuni Ousmane Dembélé, Bradley Barcola, Marcus Thuram, Rayan Cherki, Désiré Doué, hingga Jean-Philippe Mateta.

Namun, melimpahnya pilihan pemain membuat Deschamps harus pandai mengelola persaingan dalam skuad.

"Yang terpenting adalah mengelola rasa frustrasi pemain yang tidak bermain sejak awal. Itu selalu menjadi tantangan bagi seorang pelatih," katanya.

Piala Dunia 2026 Jadi Misi Terakhir Deschamps

Deschamps telah memastikan akan mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Timnas Prancis setelah Piala Dunia 2026.

Meski mengaku sudah menerima sejumlah tawaran pekerjaan, ia belum ingin memikirkan masa depannya sebelum turnamen berakhir.

Bersama Didier Deschamps, Les Bleus Prancis adalah runner up Piala Eropa (2016), juara Piala Dunia 2018, juara UEFA Nations League 2020/2021, dan runner up Piala Dunia 2022.(The Guardian)
Bersama Didier Deschamps, Les Bleus Prancis adalah runner up Piala Eropa (2016), juara Piala Dunia 2018, juara UEFA Nations League 2020/2021, dan runner up Piala Dunia 2022.(The Guardian)

Selama 14 tahun menangani Les Bleus, Deschamps sukses membangun salah satu generasi terbaik dalam sejarah sepak bola Prancis.

 Dengan kombinasi pemain senior dan talenta muda berbakat, ia berharap dapat menutup kariernya di tim nasional dengan prestasi terbaik di Amerika Utara.

Kini, harapan Prancis kembali bertumpu pada Mbappe dan rekan-rekannya untuk membawa Les Bleus meraih gelar juara dunia ketiga sekaligus memberikan perpisahan manis bagi Didier Deschamps.

Didier Deschamps mungkin masih sering diperdebatkan di Prancis, tetapi pencapaiannya membuat warisannya sulit dibantah.

Pelatih yang akan meninggalkan jabatannya setelah Piala Dunia 2026 itu telah mengukir sejarah yang hanya sedikit orang mampu menyamainya.

Di kawasan Chateau de Clairefontaine, markas tim nasional Prancis, berdiri replika trofi Piala Dunia setinggi tiga meter yang dihiasi dua bintang sebagai simbol dua gelar juara dunia Les Bleus. 

Deschamps memiliki peran penting dalam kedua gelar tersebut. 

Ia menjadi kapten saat Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 dan kembali mengangkat trofi sebagai pelatih pada 2018.

Final Piala Dunia 1998 merupakan final pertama dalam sejarah Prancis. Sejak saat itu, Les Bleus telah tampil dalam empat dari tujuh final Piala Dunia terakhir, dan Deschamps terlibat dalam tiga di antaranya.

Pada Piala Dunia 2026 sekarang ini, ia memiliki kesempatan terakhir untuk membawa Prancis ke partai puncak sekali lagi.(rak) 

 

 

 

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Prancis #kylian mbappe #les bleus #Piala Dunia 2026 #DIdier Deschamps