Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Piala Dunia 2026 di AS Tuai Kritik, Ribuan Suporter Terancam Gagal Hadir karena Masalah Visa

Rahmat Adhy Kurniawan • Selasa, 9 Juni 2026 | 10:53 WIB
Suporter Irak, Abdulla Adnan, tidak dapat memperoleh visa untuk melakukan perjalanan ke Amerika Serikat. (BBC)
Suporter Irak, Abdulla Adnan, tidak dapat memperoleh visa untuk melakukan perjalanan ke Amerika Serikat. (BBC)

RADAR SURABAYA – Euforia lolos ke Piala Dunia 2026 tidak dirasakan sepenuhnya oleh para suporter dari sejumlah negara peserta. 

Kebijakan visa yang ketat, larangan perjalanan, hingga tingginya angka penolakan visa Amerika Serikat membuat banyak penggemar sepak bola terancam gagal menyaksikan langsung tim kesayangannya berlaga di turnamen terbesar dunia tersebut.

Laporan BBC World Service mengungkap bahwa suporter dari lebih dari seperempat negara peserta Piala Dunia 2026 menghadapi berbagai kendala untuk memasuki Amerika Serikat.

Padahal, sebagian besar pertandingan, termasuk laga final, akan digelar di negara tersebut.

Salah satu kisah datang dari suporter Irak, Abdulla Adnan. Setelah tim nasional Irak memastikan tiket ke Piala Dunia 2026,

ia langsung membeli tiket pertandingan melawan Norwegia dan Prancis yang akan berlangsung di Boston dan Philadelphia.

Baca Juga: Terungkap! Alasan Herdman Ubah Posisi Kevin Diks dan Dony Tri di Timnas Indonesia

Namun, impiannya menyaksikan langsung tim nasional negaranya kandas akibat kesulitan mendapatkan visa Amerika Serikat.

"Datang ke stadion, merasakan atmosfer pertandingan, dan mendukung tim nasional secara langsung adalah pengalaman yang tak tergantikan," ujar Adnan.

Suporter Irak Terkendala Penutupan Layanan Konsuler

Meski Irak tidak termasuk dalam daftar negara yang terkena larangan perjalanan pemerintah AS, warga Irak tetap menghadapi hambatan lain.

Setelah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, Amerika Serikat menghentikan layanan konsuler rutin di Irak karena alasan keamanan. 

Akibatnya, warga Irak yang ingin mengajukan visa harus melakukannya di negara lain.

Adnan bahkan terbang ke Yordania untuk mengikuti wawancara visa.

Namun, permohonannya tidak dapat diproses karena ia bukan warga negara Yordania.

Upaya tersebut membuatnya mengeluarkan biaya sekitar 1.800 dolar AS atau lebih dari Rp29 juta untuk tiket pertandingan dan perjalanan ke luar negeri.

Baca Juga: Wasit Terbaik Afrika Omar Artan Ditolak Masuk AS, Gagal Bertugas di Piala Dunia 2026

Negara Afrika Keluhkan Kebijakan Visa AS

Kritik juga datang dari sejumlah negara Afrika yang berhasil lolos ke Piala Dunia 2026.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerapkan kebijakan pembatasan visa terhadap beberapa negara, termasuk empat peserta Piala Dunia, yakni Haiti, Iran, Senegal, dan Pantai Gading.

Julien Kouadio Adonis dari Komite Nasional Pendukung Timnas Pantai Gading menilai kebijakan tersebut sebagai bentuk diskriminasi terhadap negara-negara Afrika.

"Sepak bola adalah tontonan global yang membutuhkan kehadiran suporter. Jika sebuah negara tidak siap menerima pendukung dari negara peserta, maka seharusnya tidak menjadi tuan rumah," katanya.

Asosiasi suporter Pantai Gading bahkan memutuskan tidak mengirim rombongan pendukung ke Amerika Serikat karena menilai peluang memperoleh visa sangat kecil.

Tingkat Penolakan Visa Mencapai Lebih dari 40 Persen

Data Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang dianalisis BBC menunjukkan tingkat penolakan visa bagi warga dari 11 negara peserta Piala Dunia mencapai lebih dari 40 persen.

Negara-negara tersebut antara lain Senegal, Ghana, Iran, Yordania, Aljazair, Mesir, Haiti, Uzbekistan, Ekuador, Tanjung Verde, dan Republik Demokratik Kongo.

Julien Kouadio Adonis, yang tampak berfoto bersama anggota asosiasi suporter Pantai Gading, mengatakan bahwa pembatasan perjalanan merupakan "bentuk segregasi". (BBC)
Julien Kouadio Adonis, yang tampak berfoto bersama anggota asosiasi suporter Pantai Gading, mengatakan bahwa pembatasan perjalanan merupakan "bentuk segregasi". (BBC)

Angka tersebut jauh di atas rata-rata penolakan visa turis dan bisnis yang berada di kisaran 34 persen.

Tingginya risiko penolakan membuat banyak suporter ragu membeli tiket pertandingan karena khawatir kehilangan uang apabila visa mereka tidak disetujui.

FIFA Pass Dinilai Belum Menjadi Solusi

FIFA sebenarnya menyediakan layanan FIFA Pass untuk membantu pemegang tiket resmi mendapatkan jadwal wawancara visa yang lebih cepat.

Namun, pakar hukum imigrasi asal Massachusetts, Celine Atallah, menilai program tersebut tidak menjamin visa akan disetujui.

"FIFA dapat menjual tiket pertandingan, tetapi pemerintah AS yang menentukan siapa yang memperoleh visa, dan petugas perbatasan yang menentukan siapa yang boleh masuk," ujarnya.

Suporter Yordania: Piala Dunia Ini Bukan untuk Kami

Keluhan serupa datang dari Yordania yang untuk pertama kalinya lolos ke putaran final Piala Dunia.

Baca Juga: Michael Olise Cetak Hat-trick, Prancis Bungkam Irlandia Utara 3-1 Jelang Piala Dunia 2026

Ketua Asosiasi Suporter Sepak Bola Yordania, Abu Kass, mengaku permohonan visanya ditolak meski telah membawa puluhan dokumen pendukung saat wawancara.

Menurutnya, banyak warga Yordania mengalami nasib yang sama dalam beberapa bulan terakhir.

"Piala Dunia ini bukan untuk kami. Jika ketua asosiasi suporter saja ditolak, siapa yang akan diterima?" katanya.

Pemerintah AS Klaim Siap Sambut Dunia

Menanggapi kritik tersebut, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menegaskan pihaknya siap menyambut pengunjung dari seluruh dunia pada Piala Dunia 2026.

Pemerintah AS menyatakan setiap permohonan visa akan diproses secara individual melalui pemeriksaan ketat guna memastikan keamanan nasional.

Meski demikian, berbagai hambatan visa yang dialami para suporter memunculkan kekhawatiran bahwa Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi turnamen yang sulit diakses oleh sebagian pendukung sepak bola dari negara berkembang.

Dengan Amerika Serikat menjadi lokasi mayoritas pertandingan, isu visa diperkirakan akan terus menjadi sorotan hingga turnamen resmi dimulai.(rak) 

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#amerika serikat #visa #Piala Dunia 2026