RADAR SURABAYA – Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) Surabaya tancap gas menyiapkan atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Padel untuk kali pertama akan dipertandingkan dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Kepengurusan PBPI Surabaya di bawah pimpinan Rian Septrianto Maulana resmi dilantik di Whiz Luxe Hotel Spazio, Minggu (27/9).
Sebanyak 104 pengurus dilibatkan untuk memperkuat organisasi sekaligus mempercepat pembinaan atlet.
Rian mengatakan, Surabaya memiliki modal besar untuk mengembangkan olahraga padel.
Saat ini terdapat sekitar 100 venue padel di Surabaya dengan rata-rata empat hingga lima lapangan di setiap venue.
"Surabaya memiliki titik awal yang sangat strategis. Tugas kita adalah menjaga agar padel terus berkembang secara berkelanjutan," ujar Rian seusai pelantikan.
Baca Juga: Dukung Gaya Hidup Sehat, Suparma Run 2026 Diikuti 2.600 Peserta
Menurut Rian, perkembangan padel tidak boleh berhenti sebagai tren olahraga.
PBPI Surabaya ingin membangun ekosistem yang mampu melahirkan atlet berprestasi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Target terdekat adalah Porprov Jatim 2027 yang akan digelar di Surabaya. PBPI Surabaya siap berkontribusi terhadap target kontingen Kota Surabaya meraih 250 medali emas.
"Kami tancap gas mendukung target kontingen Surabaya meraih 250 medali emas di Porprov. Kami optimistis cabang olahraga padel dapat berkontribusi menyumbangkan medali emas," tegas Rian.
Fokus Cetak Atlet Padel Surabaya
Ketua PBPI Jawa Timur Rudi Risdianto meminta pengurus PBPI Surabaya tidak hanya fokus pada pengembangan komunitas, tetapi juga serius mencetak atlet.
Menurut Rudi, Surabaya merupakan salah satu pusat pertumbuhan padel di Jawa Timur.
Karena itu, pembinaan atlet harus dimulai sejak sekarang untuk menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).
"Surabaya adalah episentrum padel di Jawa Timur. Saya minta seluruh pengurus fokus pada pencetakan atlet. PBPI Surabaya harus mempersiapkan atlet-atlet terbaiknya dari sekarang," ujar Rudi.
Baca Juga: Ribuan Jamaah Ikuti Pengajian Pencerah, Dua Fasilitas Baru Muhammadiyah Kenjeran Diresmikan
Ketua KONI Surabaya Arderio Hukom turut mendukung keberadaan PBPI Surabaya. Padel kini melengkapi 72 cabang olahraga yang berada di bawah pembinaan KONI Surabaya.
Dukungan juga disampaikan Dewan Kehormatan PBPI Surabaya Sandiaga Uno. Ia meminta pertumbuhan ekosistem padel diikuti pengelolaan organisasi dan pembinaan yang profesional.
"Pertumbuhan ekosistem padel luar biasa dalam dua tahun terakhir. Namun, saya ingatkan agar olahraga ini dikelola secara profesional," kata Sandiaga.
Sandiaga juga menilai pembinaan atlet padel perlu didukung edukasi mengenai penanganan cedera olahraga dan pemanfaatan teknologi digital.
Informasi mengenai kejuaraan dan perkembangan padel juga perlu diperluas melalui kanal digital.
Ia berharap atlet padel Indonesia nantinya tidak hanya berprestasi di tingkat daerah dan nasional, tetapi mampu bersaing di ajang internasional seperti Asian Games dan Olimpiade.
Porprov 2027 Jadi Ajang Pembuktian
Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, drg. Bisukma Kurniawati, M.Kes., mengapresiasi perkembangan padel di Kota Pahlawan.
Menurutnya, banyaknya venue dan tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan besarnya potensi padel di Surabaya.
Potensi tersebut perlu diarahkan menjadi prestasi melalui pembinaan atlet yang berkelanjutan.
Pemkot Surabaya juga mendorong berbagai kompetisi sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov Jatim 2027.
Salah satunya Surabaya Regional Competition (SRC) yang dapat menjadi ajang bagi atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding.
"Ini menjadi ajang pemanasan menghadapi Porprov 2027. Karena kita bertanding di rumah sendiri, kami berharap atlet-atlet Kota Surabaya dapat menunjukkan performa terbaik dan menyumbangkan medali emas terbanyak untuk membawa Surabaya keluar sebagai juara umum," kata Bisukma.
Selain prestasi, pertumbuhan padel dinilai berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi Surabaya.
Bertambahnya venue dapat membuka lapangan pekerjaan serta menarik pemain dan pencinta padel dari luar daerah.
Pemkot Surabaya bahkan membuka peluang pengembangan kompetisi berskala internasional.
Kehadiran atlet dan wisatawan dari luar daerah dinilai dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di Kota Pahlawan.
Dengan pembentukan kepengurusan baru dan dukungan berbagai pihak, PBPI Surabaya kini memiliki pekerjaan utama: memperkuat pembinaan dan mencetak atlet padel yang siap bersaing.
Porprov Jatim 2027 menjadi momentum awal untuk mengukur hasil pembinaan tersebut.(sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan