RADAR SURABAYA – Bukan sekadar berebut gelar juara. Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak 2026 Zona 7 Surabaya disiapkan menjadi panggung untuk melihat potensi pemain muda dari tiga daerah sekaligus.
Sebanyak 16 tim pelajar dari Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo akan bertanding pada 21-22 September 2026. Persiapan turnamen dimatangkan melalui technical meeting yang digelar di Kantor DPD Golkar Jawa Timur.
Pertandingan Zona 7 dijadwalkan berlangsung di Lapangan Surabaya Mini Soccer, Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya. Ajang ini mempertemukan tim-tim pelajar dari tiga wilayah yang menjadi bagian Surabaya Raya.
Baca Juga: Turnamen Bahlil Mini Soccer Zona 6 Mojokerto Raya-Jombang Dibuka Gus Barra
Dari Surabaya terdapat lima tim, yakni SMA Muhammadiyah 10 Surabaya, MAN Kota Surabaya, SMK Islam Al-Amal, SMA Muhammadiyah 4 Surabaya, dan SMA Muhammadiyah 3 Surabaya.
Gresik mengirimkan enam wakil, yaitu SMK PGRI 1 Gresik, SMA Semen Indonesia Grup (SIG), Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT), SMA Negeri 1 Gresik, SMA Negeri 1 Manyar Gresik, dan MAN 2 Gresik.
Baca Juga: Turnamen Bahlil Mini Soccer Zona 6 Mojokerto Raya-Jombang Dibuka Gus Barra
Sedangkan Sidoarjo diwakili SMA Negeri 1 Gedangan, SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, SMA Negeri 1 Sidoarjo, SMA Wachid Hasyim 2 Taman, dan SMK Antartika 2 Sidoarjo.
Sekretaris DPD Golkar Jawa Timur Blegur Prijanggono yang membuka technical meeting mengatakan, turnamen tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang kepada anak muda untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang olahraga.
Baca Juga: SMAN 3 Jadi Kampiun Turnamen Bahlil Minisoccer Zona 5 Bojonegoro
Menurutnya, apabila dalam kompetisi tersebut muncul pemain dengan potensi yang menonjol, Golkar Jawa Timur akan membuka ruang untuk memfasilitasi mereka menuju jenjang pembinaan yang lebih tinggi.
“Golkar ini selalu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan kegemaran anak-anak muda. Supaya adik-adik bisa menyalurkan niat dan bakatnya ke depan. Nanti kita lihat apabila ada bibit-bibit pemain bola yang berkualitas, tentunya Golkar Jatim akan memfasilitasi untuk di jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Baca Juga: Bekal Pengalaman dan Prestasi Nasional, MAN Surabaya Bertekad Raih Juara Turnamen Bahlil Mini Soccer
Blegur juga meminta pertandingan tidak hanya berorientasi pada hasil akhir. Para pemain dan suporter diingatkan menjaga sportivitas serta menjadikan kompetisi sebagai ruang silaturahmi antarpelajar.
“Saya berpesan adik-adik di sini, jaga sportivitas, kemudian jaga persaudaraan. Anggap kegiatan sepak bola ini membuat ajang silaturahmi adik-adik semua antarsMA. Jangan membuat sepak bola ini menjadi permusuhan, tetapi dibuatlah olahraga ini sebagai sportivitas,” tegasnya.
Ketua DPD Golkar Surabaya dr Akmarawita Kadir mengatakan, pihaknya mengapresiasi pelaksanaan turnamen karena mempertemukan pemain muda dari Surabaya Raya.
Menurut dia, ajang tersebut tidak berhenti pada pertandingan. Pemain yang menunjukkan kemampuan menonjol berpeluang mendapatkan pemantauan lebih lanjut.
“Surabaya sangat mengapresiasi terselenggaranya Bahlil Mini Soccer ini untuk menggali bibit-bibit muda U-17 di seluruh Surabaya Raya. Event ini diperuntukkan bagi mereka yang mempunyai potensi di bidang sepak bola dan juga menyambung silaturahmi antarkota, baik Surabaya, Sidoarjo, maupun Gresik,” kata Akma.
Ia mengatakan, keberlanjutan program menjadi salah satu hal yang penting. Pemain atau tim yang menjuarai kompetisi akan kembali dipantau dan disaring untuk melihat potensi yang dapat dikembangkan.
“Event ini akan mempunyai keberlanjutan. Yang menjuarai event ini akan kita sharing, kita filter lebih dalam lagi. Kita siap memfasilitasi untuk bisa menuju jenjang selanjutnya, baik itu nanti di level klub maupun untuk pembinaan yang jangka waktunya lebih panjang,” ungkapnya.
Akma menilai, mini soccer juga menjadi salah satu olahraga yang semakin diminati generasi muda. Karena itu, menurut dia, kompetisi tersebut sekaligus dapat menjadi sarana mendekatkan kegiatan kepemudaan dengan berbagai aktivitas sosial di daerah.
“Kita sangat menyambut baik program ini karena program ini betul-betul targetnya menyasar generasi Gen Z,” tuturnya.
Dukungan terhadap pembinaan pemain muda juga datang dari DPD Golkar Gresik. Ketua DPD Golkar Gresik Wongso Negoro menyebut turnamen tersebut sebagai momentum untuk menjaring potensi pemain dari berbagai sekolah.
“Kita antusias. Ini adalah momen-momen yang benar-benar untuk peningkatan prestasi anak-anak. Sehingga nanti bisa menjaring potensi-potensi yang ada, baik di sekolah mana pun,” ujarnya.
Wongso bahkan menyiapkan rencana lanjutan setelah turnamen Zona 7. Ia menyebut kompetisi di wilayah Gresik-Lamongan dapat menjadi salah satu wadah berikutnya untuk mencari pemain potensial.
“Kita juga ada tindak lanjut. Nanti di Dapil Lamongan-Gresik akan saya buat lagi untuk mencari bibit-bibit yang benar-benar untuk prestasi ini, sehingga kita bisa sumbangsih kepada KONI yang ada di Gresik,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris DPD Golkar Sidoarjo Wahyu Lumaksono yang mewakili Ketua DPD Golkar Sidoarjo Adam Rusydi menilai kompetisi antarpelajar dibutuhkan sebagai wadah untuk menguji kemampuan pemain muda dalam pertandingan resmi.
“Kegiatan seperti ini bisa memberikan manfaat kepada teman-teman atau adik-adik untuk menuangkan kemampuan mereka dalam kompetisi resmi. Kegiatan seperti ini memang dibutuhkan untuk anak-anak muda agar juga bisa mengenal satu sama lain antardaerah di Jawa Timur,” ujarnya.
Wahyu juga membuka kemungkinan kegiatan serupa dikembangkan di Sidoarjo. Menurutnya, daerah tersebut memiliki banyak anak muda yang berpotensi di bidang olahraga, khususnya sepak bola.
“Tentu kegiatan seperti ini mungkin akan kita coba tiru atau kita copy di Sidoarjo. Saya yakin banyak sekali bibit-bibit atau potensi-potensi anak muda yang ada di Sidoarjo yang tentu harus kita promosikan melalui kegiatan-kegiatan event seperti ini,” katanya.
Zona 7 merupakan bagian dari rangkaian Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak 2026 yang digelar dalam 11 zona di Jawa Timur. Sebanyak 176 tim pelajar ambil bagian dalam rangkaian kompetisi tersebut.
Dengan demikian, dua hari pertandingan di Surabaya tidak hanya menjadi arena perebutan gelar juara zona. Lapangan juga menjadi tempat awal untuk melihat sejauh mana potensi pemain muda Surabaya Raya dapat berkembang dan mendapatkan ruang pembinaan lanjutan. (dim/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar surabaya