RADAR SURABAYA - Turnamen Bahlil Mini Soccer “Asyik Menuju Puncak” Zona 7 siap digelar dan menjadi ajang persaingan sengit antar tim sekolah dari wilayah Surabaya, Sidoarjo, hingga Gresik.
Kompetisi ini berlangsung Senin (21/9) hingga Selasa (22/9) di Lapangan Surabaya Mini Soccer, kawasan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya.
Baca Juga: 16 Tim Siap Adu Taktik di Turnamen Bahlil Mini Soccer Zona 5, Jadi Ruang Cetak Prestasi
Salah satu tim yang kini sedang mematangkan persiapan adalah SMK Islam Al‑Amal Surabaya. Sejak Minggu (13/9) pagi, para pemain fokus mengikuti sesi latihan fisik, kekompakan, serta penyempurnaan teknik permainan untuk menghadapi lawan‑lawan yang juga berambisi meraih gelar juara.
Guru olahraga sekaligus Head Coach tim SMK Islam Al‑Amal Surabaya, Slamet Madun Teguh Prabowo menjelaskan bahwa strategi utama yang dilakukan timya adalah rutin berlatih serta memperbanyak pertandingan uji coba untuk mengasah kemampuan anak didiknya.
Baca Juga: SMAMGA Matangkan Strategi, Siap Tempur di Turnamen Bahlil Mini Soccer Zona 7 Surabaya
“Dengan kita latihan itu, dan uji coba cari lawan bertanding, Insyaallah bisa mematangkan tim sekolah kami. Targetnya jelas, sampai dapat kemenangan,” ungkap Slamet, Minggu (13/9).
Tim ini berisi siswa kelas 10 dan 11, dengan latar belakang kemampuan yang beragam. Sebagian pemain memiliki bakat dan sudah tergabung dalam klub sekolah sepak bola (SSB), sementara sisanya dari hobi dan minat bermain bola.
“Beberapa ada yang berbakat dan sudah ikut klub, ada juga yang hanya mengikuti kegiatan biasa saja. Kalau yang pernah masuk SSB, mereka sudah terbiasa bermain format tujuh lawan tujuh, jadi konsep permainannya sudah cukup paham,” jelasnya.
Ia mengakui, keikutsertaan dalam turnamen ini merupakan pengalaman pertama bagi tim mini soccer sekolahnya. Sebelumnya, tim lebih sering berlatih dan berkompetisi di cabang futsal. Bahkan timnya pernah ada rencana mengikuti ajang lain, namun dibatalkan karena dinilai kekompakan antar pemain belum terbentuk.
“Sebelumnya kami hanya rutin latihan futsal. Ini baru kali ini ikut turnamen mini soccer. Dulu sempat mau ikut ajang lain, tapi kami tunda dulu karena dirasa kekompakan dan kerjasama tim belum matang. Kami sadar bahwa membangun kerjasama antar pemain itu butuh waktu dan proses,” tuturnya.
Untuk membangun kekompakan tim tersebut, jadwal latihan diatur secara rutin setiap hari Kamis, ditambah sesi tambahan pada hari Sabtu atau Minggu. Materi yang ditekankan pun terarah yakni kekuatan fisik, kecepatan, koordinasi gerakan, kelincahan, hingga penyusunan taktik di lapangan.
“Kami genjot fisik, kecepatan, koordinasi kaki, kelincahan, dan taktik bermain. Semua hal itu kami latihkan secara bertahap dan berulang,” paparnya.
Meski masih tergolong baru dan belum banyak pengalaman bertanding, Slamet menegaskan tetap menjaga ritme semangat optimisme tinggi.
“Kami selalu optimis. Apa yang kami persiapkan dan latihkan di lapangan, serahkan hasilnya kepada Tuhan. Yang terpenting kami sudah berikhtiar sebaik mungkin,” pungkasnya. (rmt/vga)
Sumber : radar surabaya