Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Persebaya Terpaksa Tempuh Jalur Darat-Laut

Andy Satria • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 18:38 WIB
Pemain Persebaya menikmati perjalanan di atas kapal yang menyeberangkan mereka dari Lampung ke Banten. (Persebaya)
Pemain Persebaya menikmati perjalanan di atas kapal yang menyeberangkan mereka dari Lampung ke Banten. (Persebaya)

RADAR SURABAYA – Perjalanan pulang Persebaya Surabaya dari Lampung ke Kota Pahlawan kali ini tak berlangsung seperti biasanya.

Usai melakoni laga perdana BRI Super League 2026/2027 kontra Bhayangkara FC, skuad Green Force harus menempuh perjalanan darat dan laut akibat terganggunya penerbangan menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kondisi tersebut membuat rombongan Persebaya harus mengubah rencana perjalanan.

Alih-alih menggunakan pesawat, tim memilih jalur darat dan laut untuk kembali ke Surabaya.

Rombongan Persebaya meninggalkan hotel di Lampung pada Minggu (6/9) sekitar pukul 07.00 WIB.

Tim kemudian menuju Pelabuhan Bakauheni untuk menyeberang menggunakan kapal menuju Pelabuhan Merak, Banten.

Setelah mengarungi Selat Sunda sekitar 1,5 jam, rombongan tiba di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, perjalanan skuad Persebaya masih berlanjut.

Baca Juga: Dugaan Keracunan Santri Manbaul Hikam, Wamenag Minta MBG Dievaluasi Bukan Dihentikan

Para pemain dan ofisial kembali menempuh perjalanan darat menuju Surabaya.

Rivera: Pengalaman Baru Naik Kapal di Indonesia

Perjalanan panjang Lampung-Surabaya tersebut menjadi pengalaman baru bagi sejumlah pemain Persebaya. Salah satunya gelandang asal Meksiko, Francisco Rivera.

Rivera mengaku baru pertama kali menggunakan kapal selama berada di Indonesia.

Meski perjalanan menjadi lebih panjang, pemain tersebut justru mendapatkan pengalaman berbeda.

“Ya, ini pengalaman baru, bepergian seperti ini ke Surabaya. Jadi, kami bisa memahami para penggemar yang melakukan perjalanan yang sama untuk mendukung kami,” ujar Rivera.

Menurut Rivera, perjalanan darat dan laut yang ditempuh Persebaya membuat dirinya sedikit banyak memahami perjuangan para suporter.

Selama ini, para pendukung Green Force juga dikenal rela menempuh perjalanan jauh untuk memberikan dukungan langsung kepada tim kesayangannya.

Pengalaman tersebut menjadi semakin berkesan bagi Rivera karena untuk pertama kalinya ia harus menyeberang menggunakan kapal di Indonesia.

“Ini pertama kalinya saya bepergian menggunakan kapal di Indonesia. Setelah naik bus, kami berharap semuanya baik-baik saja dan kami bisa cepat sampai di Surabaya,” katanya.

Persebaya Hadapi Perjalanan Panjang

Perjalanan dari Lampung menuju Surabaya menjadi tantangan tersendiri bagi skuad Persebaya.

Baca Juga: Arsenal vs Chelsea: 3 Clean Sheet vs 12 Gol, Siapa yang Bakal Menang?

Para pemain harus menempuh perjalanan panjang setelah sebelumnya menjalani pertandingan dalam laga perdana Super League 2026/2027.

Kondisi tersebut berpotensi menguras energi pemain. Karena itu, aspek pemulihan menjadi penting bagi Persebaya sebelum kembali menjalani agenda latihan dan pertandingan berikutnya.

Tim diharapkan dapat tiba di Surabaya dengan lancar sehingga para pemain memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat dan memulihkan kondisi fisik.

Bagi Rivera dan skuad Persebaya, perjalanan kali ini bukan sekadar perpindahan dari Lampung menuju Surabaya.

Perjalanan tersebut juga memberikan pengalaman baru sekaligus gambaran tentang perjuangan para suporter yang rela menempuh jarak jauh demi mendukung skuad Green Force.(sam) 

 

.

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
erupsi gunung anak krakatau persebaya Francisco Rivera