RADAR SURABAYA – Gegap gempita Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya mencapai puncaknya Jumat (4/9). MAN 2 Kota Madiun dan SMAN 1 Maospati bentrok di partai final di Gontor Mini Soccer, Ponorogo.
Duel tersebut menjadi penutup turnamen yang diinisiasi DPD Partai Golkar Jawa Timur sejak Kamis (3/9).
Baca Juga: Rangkul Anak Muda lewat Bahlil Mini Soccer, Antusiasme Tinggi, Golkar Jatim Bidik Jadi Agenda Rutin
Koordinator Wilayah sekaligus Narahubung Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Atika Banowati mengapresiasi tingginya antusiasme peserta selama dua hari pertandingan.
Menurut dia, seluruh tim mampu bersaing dengan tetap menjunjung sportivitas. Sambutan terhadap turnamen kelompok usia U-17 itu juga dinilai cukup tinggi.
Baca Juga: Bahlil Mini Soccer Zona 2 Bergulir, Giliran 16 Tim Madiun Raya Berebut Tiket Final
’’Bukan hanya saya, tetapi seluruh pengurus DPD Golkar se-Madiun Raya sangat senang melihat respons dari adik-adik. Antusiasme mereka sangat luar biasa,’’ ujarnya.
Atika juga melihat banyak potensi pemain muda bermunculan sepanjang turnamen. Dia berharap ajang tersebut kelak mampu menjadi salah satu ruang bagi pemain muda untuk mengembangkan kemampuan.
Baca Juga: Bahlil Dorong SPBU Swasta Kolaborasi dengan Pertamina Atasi Kelangkaan BBM
’’Potensi adik-adik ini luar biasa. Ada yang memang permainannya bagus. Mini soccer juga sedang menjadi tren di kalangan anak-anak usia mereka,’’ kata anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi Partai Golkar tersebut.
Peluang Bahlil Mini Soccer kembali digelar tahun depan pun terbuka. Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Jatim Ali Mufthi menyampaikan turnamen serupa berpotensi menjadi agenda tahunan apabila penyelenggaraan perdana berjalan sukses dan kondusif.
Baca Juga: Gelar Nobar Final Piala Dunia, AMPG Jatim : Golkar Hadir untuk Anak Muda, Tak Hanya Politik Praktis
’’Kalau perlu setiap DPD (provinsi) di seluruh Indonesia juga menggelar kegiatan semacam ini,’’ tutur Atika.
Dia juga berpesan agar hasil pertandingan disikapi secara sportif. Tim yang kalah diminta tidak patah semangat. Sebaliknya, pemenang diingatkan tidak jemawa.
’’Dalam permainan pasti ada yang menang dan kalah. Yang kalah jangan sampai putus asa atau merasa nelangsa. Sementara yang menang juga harus bersikap dewasa dan tidak merendahkan peserta lain,’’ terangnya. (err/her/vga)
Sumber : Radar Madiun