Tim Asal Kabupaten Malang Amankan Slot di Babak Grand Champion

M Firman Syah • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 18:34 WIB
WAKIL MALANG: Penggawa SMAN 1 Tumpang berebut bola atas dengan pemain MAN 1 Malang dalam laga semifinal pertama Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona Malang, kemarin sore. FOTO : DARMONO / Radar Malang
WAKIL MALANG: Penggawa SMAN 1 Tumpang berebut bola atas dengan pemain MAN 1 Malang dalam laga semifinal pertama Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona Malang, kemarin sore. FOTO : DARMONO / Radar Malang

MALANG – Turnamen Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak Zona Malang Raya menuntaskan rangkaian pertandingan selama dua hari. Sebanyak 16 pertandingan digelar dalam kejuaraan antar-SMA/SMK se-Malang Raya yang berlangsung pada 31 Agustus hingga 1 September.

Tim-tim asal Kabupaten Malang tampil mendominasi sepanjang turnamen. Empat wakil Bumi Kanjuruhan bahkan berhasil menguasai seluruh slot semifinal.

Mereka adalah MAN 1 Malang (Mandagi), SMAN 1 Tumpang (Smaneta), SMAN 1 Gondanglegi (Smanggi), dan SMK Brantas Karangkates. Satu dari empat tim tersebut dipastikan akan tampil sebagai wakil Zona Malang di babak Grand Champion Turnamen Bahlil Mini Soccer di Surabaya pada akhir Oktober mendatang.

Persaingan menuju partai puncak berlangsung ketat. Dalam semifinal pertama atau final four yang digelar di Abe Mini Soccer, Unggul Sports Center, Smaneta berhadapan dengan Mandagi.

Kedua tim sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan pada babak pertama. Kebuntuan baru pecah lima menit setelah babak kedua dimulai.

Edsel Putra Bernat menjadi pembeda. Golnya membawa Smaneta unggul 1-0 atas Mandagi sekaligus memastikan langkah tim berkostum merah-putih itu menuju partai final.

Pelatih Smaneta Alby Irfansyah Muchamad mengatakan, kemenangan tersebut terasa spesial bagi timnya. Hasil itu sekaligus membalas kekalahan Smaneta dari Mandagi dalam turnamen futsal yang berlangsung di Kota Malang pada 2024 lalu.

"Alhamdulillah, kami bersyukur bisa melaju ke babak final. Anak-anak mampu bermain kompak sesuai game plan dan memperbaiki kekurangan di laga sebelumnya," kata Guru Olahraga SMAN 1 Tumpang itu.

Menurut Alby, pada pertandingan sebelumnya anak asuhnya masih memiliki pekerjaan rumah, khususnya dalam melakukan transisi dari menyerang ke bertahan. Evaluasi tersebut menjadi salah satu fokus sebelum menghadapi laga semifinal.

Menghadapi partai final, Alby memastikan timnya akan tampil habis-habisan. Targetnya jelas, merebut gelar juara sekaligus mengamankan tiket menuju Surabaya.

"Kami ingin menjadi wakil Malang di babak Grand Championship di Surabaya," kata dia.

Dominasi Kabupaten Malang sebenarnya sudah terlihat sejak babak perempat final. Enam dari tujuh tim yang melaju ke babak delapan besar berasal dari wilayah tersebut.

Wakil Sekretaris DPD Golkar Jawa Timur Ahan Syahrul Arifin menilai tim-tim asal Kabupaten Malang memiliki kualitas yang cukup kompetitif, baik secara fisik maupun teknik.

"Secara fisik dan teknik, mereka memang cukup kompetitif. Terlihat menonjol," terang Ahan Syahrul Arifin, Wakil Sekretaris DPD Golkar Jawa Timur.

Ahan pun optimistis wakil dari Kabupaten Malang mampu memberikan perlawanan di babak Grand Champion yang akan berlangsung di Surabaya pada akhir Oktober mendatang.

"Yang pasti mereka bisa bersaing dengan tim-tim lainnya dari Jawa Timur. Kans juara pasti ada," tambah Ahan. (gp/by)

Editor : M Firman Syah
turnamen bahlil mini soccer