Bidik Pra-PON 2027, Kejurnas Pelajar Tarung Derajat Cetak Pelapis Atlet Jatim

Andy Satria • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:09 WIB
Kejurnas Pelajar untuk regenerasi petarung Tarung Derajat. (Andy Satria)
Kejurnas Pelajar untuk regenerasi petarung Tarung Derajat. (Andy Satria)

RADAR SURABAYA – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pelajar Tarung Derajat 2026 menjadi bagian penting dalam strategi regenerasi atlet Jawa Timur.

Sebanyak 93 atlet dari 13 provinsi ambil bagian dalam kejuaraan yang digelar di Surabaya pada 27–28 Agustus 2026.

Tak sekadar memperebutkan gelar juara, Kejurnas Pelajar Tarung Derajat 2026 menjadi ajang pencarian bibit potensial yang diproyeksikan memperkuat tim senior.

 Atlet-atlet muda tersebut disiapkan sebagai pelapis untuk menghadapi kejuaraan nasional, Pra-PON 2027, hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Kejuaraan yang digelar Pengurus Provinsi Keluarga Olahraga Tarung Derajat (KODRAT) Jawa Timur tersebut menjadi bagian dari program pembinaan atlet usia muda secara berkelanjutan.

Kejurnas Pelajar Tarung Derajat Siapkan Regenerasi Atlet Jatim

Ketua Umum KODRAT Jatim Bambang Haryo Soekartono mengatakan, Kejurnas Pelajar memiliki peran penting dalam menyiapkan regenerasi atlet Tarung Derajat di tingkat senior.

Baca Juga: Ciputra Hospital Surabaya Kembangkan Empat Layanan Unggulan, Radioterapi Ditargetkan Beroperasi 2027

Menurut dia, pembinaan sejak usia pelajar merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga kekuatan Jawa Timur dalam berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.

“Ini Kejuaraan Nasional Pelajar yang diikuti 93 atlet dan 13 provinsi dari seluruh Indonesia. Ini menjadi ajang untuk membina generasi muda dan bibit-bibit untuk generasi senior,” kata Bambang.

Ia berharap atlet-atlet terbaik yang tampil dalam Kejurnas Pelajar terus mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan sehingga mampu berkembang dan naik ke kategori senior.

Agenda besar pun sudah menanti para atlet muda tersebut, mulai kejuaraan nasional senior, Pra-PON 2027, hingga PON 2028.

“Pra-PON-nya pada 2027, PON-nya pada 2028. Kami sangat mengharapkan atlet-atlet juara ini bisa menjadi referensi untuk kejuaraan-kejuaraan berikutnya, termasuk SEA Games atau kejuaraan di kawasan ASEAN,” ujarnya.

KODRAT Jatim Dorong Tarung Derajat Masuk Ekstrakurikuler Sekolah

Selain membina atlet berprestasi, KODRAT Jatim juga mendorong olahraga Tarung Derajat semakin dekat dengan lingkungan pendidikan.

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pelajar Tarung Derajat 2026 menjadi bagian penting dalam strategi regenerasi atlet Jawa Timur.(Andy Satria/Radar Surabaya)
Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pelajar Tarung Derajat 2026 menjadi bagian penting dalam strategi regenerasi atlet Jawa Timur.(Andy Satria/Radar Surabaya)

Salah satu upaya yang didorong adalah menjadikan Tarung Derajat sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, mulai sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).

Menurut Bambang, pembinaan sejak usia pelajar tidak hanya bertujuan mencetak atlet berprestasi.

 Tarung Derajat juga dapat menjadi sarana untuk membangun kedisiplinan, karakter, dan kebugaran siswa.

Saat ini, pembinaan Tarung Derajat di Jawa Timur telah berkembang di 24 kabupaten/kota.

Baca Juga: Honda Super One Laris Dipesan, Kuota Jatim Hanya 10 Unit

Jaringan tersebut menjadi modal penting untuk memperluas pembinaan sekaligus mencari bibit atlet potensial dari berbagai daerah.

“Kami mengharapkan olahraga Tarung Derajat ini bisa menjadi pelengkap pendidikan ekstrakurikuler di sekolah, mulai SD, SMP, sampai SMA.

Di Jawa Timur sudah ada 24 kabupaten/kota yang siap melatih pelajar-pelajar tersebut,” jelasnya.

Tarung Derajat Buka Jalur Prestasi bagi Pelajar

Tarung Derajat juga dinilai memiliki potensi besar untuk membuka peluang prestasi bagi para pelajar.

Cabang olahraga tersebut memiliki 21 nomor pertandingan yang memperebutkan medali emas.

Prestasi di arena pertandingan dapat menjadi salah satu modal bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi.

“Selain mendidik kedisiplinan dan membuat sehat, olahraga ini juga bisa menjadi jalur prestasi supaya bisa masuk ke jenjang sekolah berikutnya,” katanya.

Dengan pembinaan yang terstruktur sejak usia dini, KODRAT Jatim berharap semakin banyak atlet muda yang mampu berkembang dan bersaing di tingkat nasional.

Jawa Timur Pelopor Kejurnas Pelajar di Luar Jawa Barat

Penyelenggaraan Kejurnas Pelajar Tarung Derajat 2026 di Surabaya juga mendapat apresiasi dari Sang Guru Muda Rimba Dirgantara dari Perguruan Pusat Tarung Derajat.

Menurut Rimba, Jawa Timur menjadi provinsi pertama di luar Jawa Barat yang dipercaya menggelar Kejurnas Tarung Derajat tingkat pelajar.

Baca Juga: Liverpool vs Nottingham Forest: Jangan Panik Lagi! Liverpool Harus Lebih Tenang demi Raih Kemenangan

“Saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan ini. Ini baru pertama kali Kejurnas tingkat nasional diadakan di luar Provinsi Jawa Barat. Jadi, Jawa Timur memelopori kejuaraan nasional di tingkat pelajar,” kata Rimba.

Ia berharap Kejurnas Pelajar dapat terus berlanjut dan tidak hanya menjadi agenda sesaat.

 Kompetisi yang berkelanjutan dinilai penting untuk memberikan kesempatan kepada atlet muda menunjukkan kemampuan sekaligus membuka peluang munculnya talenta baru.

“Diharapkan terus berlanjut. Kemudian, dari kejuaraan ini juga muncul bibit-bibit baru, khususnya untuk tingkatan nasional nantinya,” ujarnya.

Rimba menjelaskan, kategori pelajar memiliki rentang usia yang berbeda dengan kategori senior. Meski demikian, sejumlah nomor seni gerak dapat menjadi salah satu sarana untuk memantau perkembangan atlet junior sebelum mereka naik ke tingkat yang lebih tinggi.

Kejurnas Pelajar Jadi Ajang Seleksi Atlet Menuju Porprov

Ketua Panitia Kejurnas Pelajar Tarung Derajat 2026 Erwin H. Poedjiono menambahkan, kejuaraan tersebut juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet Jawa Timur menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Sebelumnya, KODRAT Jatim telah melakukan seleksi terhadap atlet dari berbagai daerah berdasarkan kelompok usia yang diproyeksikan tampil di Porprov.

Hasil seleksi tersebut kemudian menjadi bagian dari proses pembentukan tim Jawa Timur kategori pelajar.

“Kejuaraan ini memberikan pemanasan untuk seleksi atlet di kabupaten/kota menuju Porprov,” kata Erwin.

Menurut dia, kehadiran atlet dari berbagai daerah memberikan motivasi tambahan bagi para peserta. Surabaya juga diproyeksikan menjadi tuan rumah Porprov mendatang sehingga pembinaan atlet usia muda terus menjadi perhatian.

Daerah lain pun memanfaatkan Kejurnas Pelajar sebagai ajang uji kemampuan setelah menjalani pembinaan dan kompetisi di wilayah masing-masing.

Kejurnas Pelajar Siapkan Pelapis untuk Pra-PON 2027

Penggunaan kategori pelajar dalam Kejurnas menjadi bagian dari strategi pembinaan jangka panjang KODRAT Jatim.

Setelah Kejurnas Pelajar, KODRAT Jatim dijadwalkan menggelar Kejurnas Senior pada Desember 2026.

Rangkaian kompetisi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pembentukan atlet menuju Pra-PON 2027 dan PON 2028.

“Pra-PON pasti ada anak-anak ini yang ikut menjadi pelapis untuk kemudian pada 2028 mengikuti PON. Itu alasan mengapa yang awalnya Kejurnas Senior diubah menjadi Kejurnas Pelajar,” pungkasnya.

Untuk menghadapi PON 2028, KODRAT Jatim saat ini telah menyiapkan tujuh atlet. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses seleksi dan pembinaan yang terus berjalan.

Jawa Timur menargetkan dapat memenuhi seluruh nomor pertandingan yang dipertandingkan pada Pra-PON 2027. Dengan jalur pembinaan yang berkesinambungan, atlet-atlet muda yang tampil dalam

Kejurnas Pelajar Tarung Derajat 2026 diharapkan mampu berkembang menjadi kekuatan baru Jawa Timur di tingkat nasional hingga internasional.(sam) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Kejurnas Pelajar Tarung Derajat 2026 KODRAT Jatim. tarung derajat