RADAR SURABAYA — Sebanyak 14 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendapat kesempatan mengikuti program magang di lingkungan Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur.
Program tersebut memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam proses pembinaan olahraga prestasi.
Program magang mahasiswa Unesa tersebut merupakan bagian dari skema magang berdampak yang melibatkan mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK).
Para mahasiswa berasal dari Program Studi Kepelatihan Olahraga (PKO), Manajemen Olahraga, serta Pendidikan Jasmani.
Melalui kolaborasi dengan KONI Jawa Timur, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman secara teoretis, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas pembinaan atlet di lapangan.
Wakil Ketua KONI Jawa Timur, Irmantara Subagio, mengatakan program magang tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.
"Ini sebenarnya program wajib dari seluruh perguruan tinggi, magang berdampak yang diwajibkan seluruh mahasiswa untuk melihat dunia nyata, khususnya dunia industri, baik secara langsung maupun tidak langsung," kata Irmantara.
Mahasiswa Unesa Magang di Enam Cabang Olahraga
Sebanyak 14 mahasiswa dari Program Studi Kepelatihan Olahraga (PKO) ditempatkan di enam cabang olahraga (cabor) Puslatda Jawa Timur.
Enam cabor tersebut adalah renang, muaythai, taekwondo, IBCA MMA, pencak silat, dan bulutangkis.
Penempatan mahasiswa di berbagai cabor tersebut memberikan kesempatan bagi mereka untuk memahami secara langsung bagaimana proses pembinaan atlet dilakukan.
Mahasiswa juga dapat belajar mengenai penerapan ilmu kepelatihan dalam situasi nyata.
Di lingkungan Puslatda Jatim, mahasiswa berinteraksi dengan pelatih serta mengikuti berbagai tahapan pembinaan atlet.
Kegiatan tersebut mencakup penyusunan program latihan, pelaksanaan latihan, hingga evaluasi perkembangan atlet.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Amankan Aset, Pedagang Tandes Keluhkan Khawatir Kehilangan Mata Pencaharian
"Mereka sudah bertemu langsung dengan para pelatih untuk bisa melaksanakan kegiatan kurang lebih selama dua bulan," ujar Irmantara.
Belajar Langsung dari Pelatih dan Atlet Puslatda Jatim
Menurut Irmantara, mahasiswa PKO memiliki ruang belajar yang luas karena kompetensi yang mereka pelajari di bangku kuliah memiliki keterkaitan erat dengan pembinaan olahraga prestasi.
Lingkungan Puslatda Jatim dinilai menjadi tempat yang tepat untuk memperkenalkan mahasiswa pada sistem pembinaan atlet secara profesional.
Dengan terlibat langsung dalam kegiatan latihan, mahasiswa dapat memahami tantangan yang dihadapi pelatih dan atlet.
Selama menjalani program magang, mahasiswa juga diharapkan dapat memberikan kontribusi sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
"Mereka akan membantu maksimal untuk mengaplikasikan ilmu yang ada dan diterapkan dalam dunia nyata.
Mereka mungkin nanti akan mendapatkan pengalaman yang cukup banyak dan bisa diimplementasikan dalam sistem SKS," jelasnya.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
Mahasiswa Manajemen Olahraga dan Pendidikan Jasmani Turut Terlibat
Program kolaborasi KONI Jatim dan Unesa tersebut tidak hanya melibatkan mahasiswa Program Studi Kepelatihan Olahraga.
Sekitar 10 mahasiswa Manajemen Olahraga juga mengikuti program magang dengan keterlibatan pada pekerjaan yang berkaitan dengan administrasi serta pengelolaan kegiatan olahraga di lingkungan KONI.
Sementara itu, dua mahasiswa Pendidikan Jasmani turut mendapatkan kesempatan mengikuti program tersebut.
Keterlibatan mereka dapat disesuaikan dengan kebutuhan, termasuk dalam kegiatan teknis seperti tes fisik maupun pekerjaan administrasi.
Dengan keterlibatan mahasiswa dari berbagai program studi, program magang tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih luas mengenai ekosistem olahraga prestasi.
KONI Jatim dan Unesa Perkuat SDM Olahraga
Irmantara berharap program magang mahasiswa Unesa di lingkungan Puslatda Jatim dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Mahasiswa memperoleh pengalaman profesional dan kesempatan menerapkan ilmu yang dipelajari di kampus.
Di sisi lain, KONI Jatim dan cabang olahraga mendapatkan dukungan tambahan dalam proses pembinaan atlet.
"Mudah-mudahan dengan program magang ini terjadi simbiosis mutualisme. Mahasiswa dapat pengalaman banyak, cabor bisa terbantu dan ada percepatan untuk monitoring kegiatan latihan maupun sistem latihannya," tuturnya.
Menurut Irmantara, pengalaman selama mengikuti magang juga dapat menjadi modal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi setelah lulus.
Mahasiswa yang menunjukkan kemampuan dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan bukan tidak mungkin mendapat ruang keterlibatan lebih jauh dalam pembinaan olahraga prestasi.
Kolaborasi KONI Jatim dan Unesa melalui program magang selama sekitar dua bulan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban akademik.
Program ini juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi perguruan tinggi dengan dunia olahraga sekaligus menyiapkan sumber daya manusia olahraga yang kompeten.
Dengan terjun langsung ke renang, muaythai, taekwondo, IBCA MMA, pencak silat, dan bulutangkis, mahasiswa Unesa diharapkan memiliki pengalaman nyata mengenai proses
pembinaan atlet sekaligus memahami kebutuhan olahraga prestasi di Jawa Timur.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan