Jatim Dominasi Master & Elite IMC 2026, Borong 16 Medali Emas

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 05:27 WIB
Muaythai Jawa Timur dominan di kategori master dan elite. (Humas)
Muaythai Jawa Timur dominan di kategori master dan elite. (Humas)

RADAR SURABAYA – Kontingen Muaythai Indonesia Jawa Timur menorehkan prestasi membanggakan pada Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 yang berakhir di GOR Bang Yan, Kota Bekasi, Minggu (9/8).

Jawa Timur tampil dominan pada kategori Master & Elite usia 18–40 tahun dengan mengoleksi 16 medali emas, tiga perak, dan satu perunggu.

 Raihan tersebut menempatkan Jatim sebagai daerah dengan perolehan medali terbanyak pada kategori tersebut.

Capaian ini menjadi bukti kekuatan pembinaan Muaythai Jawa Timur sekaligus menunjukkan bahwa atlet-atlet Jatim mampu bersaing dengan para peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Jatim Tembus 30 Emas, Jabar Terbanyak Secara Keseluruhan

Berdasarkan rekapitulasi medali yang ditampilkan panitia, Jawa Barat menjadi kontingen dengan jumlah medali keseluruhan terbanyak.

Baca Juga: IMC 2026 Sukses, PBMI Incar Medali Emas SEA Games 2027

Jawa Barat mengoleksi 40 medali emas, 50 perak, dan 48 perunggu. Sementara itu, Jawa Timur berada di posisi kedua dengan 30 emas, 13 perak, dan 12 perunggu.

Adapun DKI Jakarta menempati posisi ketiga dengan raihan 10 emas, 11 perak, dan 20 perunggu.

Persaingan tersebut menunjukkan ketatnya kompetisi pada IMC 2026. Jawa Barat unggul dalam total perolehan medali, sedangkan Jawa Timur memperlihatkan dominasi kuat pada kategori Master & Elite.

Baso Juherman Apresiasi Perjuangan Atlet Jatim

Ketua Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Timur, Baso Juherman, menyambut positif pencapaian para atlet Jatim di IMC 2026.

“Saya sangat bersyukur. Hasil ini sangat membanggakan. Para atlet Jawa Timur tampil luar biasa,” ujar Baso.

Menurut Baso, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras atlet, pelatih, pengurus, serta proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Ia menilai persaingan IMC 2026 cukup ketat karena mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Karena itu, raihan medali Jawa Timur tidak hanya menjadi catatan prestasi, tetapi juga bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan pada masa mendatang.

“Medali ini bukan sekadar angka. Di balik setiap medali ada latihan panjang, disiplin, pengorbanan, dan keberanian para atlet untuk bertanding membawa nama Jawa Timur,” katanya.

Medali IMC 2026 Jadi Modal Menuju Kompetisi Internasional

Baso menegaskan, pencapaian di Bekasi harus menjadi pijakan bagi Muaythai Jawa Timur untuk terus meningkatkan kualitas atlet, terutama dalam menghadapi berbagai agenda nasional dan internasional.

“Kami sangat mengapresiasi perjuangan mereka. Ini harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas atlet agar semakin siap menghadapi kejuaraan nasional maupun internasional,” tegasnya.

Baca Juga: IMC 2026 Sukses, PBMI Incar Medali Emas SEA Games 2027

Menurut dia, atlet tidak boleh cepat berpuas diri dengan hasil yang telah diraih. Evaluasi harus terus dilakukan untuk mengukur perkembangan teknik, fisik, mental, dan kesiapan bertanding.

“Kami akan terus melakukan evaluasi dan pembinaan. Targetnya tentu bukan hanya menjadi juara di tingkat nasional, tetapi juga menyiapkan atlet Jawa Timur yang mampu bersaing di level internasional,” ujarnya.

Jatim Harus Pertahankan Konsistensi Pembinaan

Bagi Muaythai Jawa Timur, hasil IMC 2026 menjadi modal penting untuk melanjutkan program pembinaan atlet.

Dominasi Jatim pada kategori Master & Elite memperlihatkan kualitas atlet daerah yang mampu bersaing dengan kontingen terbaik dari berbagai provinsi.

Namun, Baso Juherman mengingatkan agar pencapaian tersebut tidak membuat atlet dan jajaran pengurus cepat berpuas diri.

Evaluasi akan terus dilakukan untuk melihat berbagai aspek, mulai dari teknik, fisik, mental, hingga kesiapan menghadapi kompetisi dengan level lebih tinggi.

Berakhirnya IMC 2026 di Bekasi menjadi momentum penting bagi PBMI untuk memetakan kekuatan Muaythai nasional.

Bagi Jawa Timur, raihan 30 medali emas secara keseluruhan dan dominasi pada kategori Master & Elite menjadi bukti bahwa proses pembinaan terus menghasilkan atlet berprestasi.

Baca Juga: Garap Pasar Rumah Premium, CitraLand Puncak Tidar Rilis Yellow Leaf

Sementara itu, Jawa Barat menjadi pengumpul medali terbanyak secara keseluruhan, sedangkan DKI Jakarta tetap berada dalam persaingan papan atas.

Persaingan ketat Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan berbagai daerah lainnya menjadi modal penting untuk membangun kekuatan tim nasional Muaythai Indonesia yang semakin kompetitif di level internasional.

PBMI Siapkan Seleksi Atlet Menuju SEA Games 2027

IMC 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara nasional. Kejuaraan tersebut juga menjadi bagian dari proses pemantauan dan penyaringan atlet potensial untuk diproyeksikan ke berbagai agenda internasional.

Ketua Umum PBMI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai penyelenggaraan IMC 2026 menunjukkan perkembangan positif, termasuk dari sisi kualitas pertandingan.

“Kita semua telah menyaksikan sebuah perubahan besar. Hasil dari pelatihan wasit dan juri berstandar IFMA yang baru saja kita laksanakan benar-benar diaplikasikan dalam kejurnas ini,” ujar LaNyalla.

Sekretaris Jenderal PBMI Azwan Karim mengatakan seluruh pertandingan hingga partai final berjalan lancar.

“Semua final berjalan lancar. Pastinya ada cedera karena ini olahraga combat, tetapi semuanya dapat ditangani dengan baik oleh tim medis,” katanya.

Azwan menjelaskan, IMC 2026 menjadi salah satu instrumen PBMI untuk mencari atlet potensial yang dapat diproyeksikan menghadapi agenda internasional.

Para atlet dengan performa terbaik akan menjalani proses evaluasi dan seleksi untuk menghadapi berbagai agenda, termasuk SEA Games 2027 serta persiapan menuju PON 2028.

“Kejurnas ini menjadi ajang penyaringan bakat PBMI ke acara-acara internasional, khususnya tahun depan,” ujarnya.

Juara IMC 2026 Belum Otomatis Masuk Pelatnas

Azwan menegaskan bahwa status juara di IMC 2026 tidak otomatis membuat seorang atlet mendapatkan tempat permanen di Pelatnas.

PBMI tetap akan melakukan evaluasi berdasarkan performa atlet dan kebutuhan tim nasional.

“Pasti akan diseleksi. Pasti akan ada promosi dan degradasi bagi atlet-atlet yang ada di Pelatnas,” tegas Azwan.

Selain persiapan SEA Games 2027, PBMI juga tengah mempersiapkan sejumlah agenda internasional, termasuk rencana Indonesia menjadi tuan rumah Asian Muaythai Championship 2027 di Jakarta.(rak) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
IMC 2026 Muaythai Indonesia AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Jawa Timur PBMI