Tak Instan! Ini Rahasia Selam Jatim Tiga Kali Juara Umum PON

Andy Satria • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 14:19 WIB
Tim selam Jatim saat berlaga di PON Aceh-Sumut 2024 menjadi juara umum dengan perolehan medali 8 emas, 3 perak, 5 perunggu. (Humas)
Tim selam Jatim saat berlaga di PON Aceh-Sumut 2024 menjadi juara umum dengan perolehan medali 8 emas, 3 perak, 5 perunggu. (Humas)

RADAR SURABAYA – Keberhasilan Selam Jawa Timur meraih hattrick juara umum pada tiga penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) secara berturut-turut bukanlah prestasi yang diraih secara instan. 

Di balik dominasi tersebut, terdapat sistem pembinaan atlet yang dibangun melalui Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) jangka panjang dengan program latihan yang konsisten, terukur, dan berkelanjutan.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (Pengprov POSSI) Jawa Timur, Mirza Muttaqien, menegaskan bahwa kesuksesan di ajang olahraga multievent nasional merupakan

hasil dari proses pembinaan yang berlangsung selama bertahun-tahun, bukan hanya persiapan beberapa bulan menjelang pertandingan.

"Medali diraih saat PON, tetapi juara dibentuk setiap hari selama Puslatda," ujar Mirza di Surabaya, Minggu (2/8).

Baca Juga: Family Run 2,5K Diserbu 6.000 Peserta, Kampanyekan Gaya Hidup Sehat Keluarga

Menurutnya, Puslatda harus memiliki program latihan yang terukur, dilaksanakan setiap hari, disertai evaluasi berkala, serta diimbangi uji coba dan kompetisi secara periodik untuk mengukur perkembangan atlet.

"Prestasi di PON merupakan akumulasi dari ribuan jam latihan. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan target dan evaluasi yang jelas pada setiap tahap," katanya.

Mirza menjelaskan, pada persiapan PON sebelumnya, Puslatda Selam Jawa Timur dipusatkan di Kolam Renang Saigon, Pasuruan.

Program tersebut tidak hanya menyediakan fasilitas latihan, tetapi juga didukung pembiayaan yang komprehensif, mulai dari sewa kolam, akomodasi, konsumsi dan pemenuhan gizi atlet, penyediaan peralatan latihan, transportasi, hingga kebutuhan operasional lainnya.

Menurut dia, dukungan tersebut memungkinkan atlet dan pelatih menjalankan program latihan secara optimal sehingga seluruh tahapan pembinaan dapat terlaksana sesuai rencana.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi atlet yang telah berkeluarga. Menurutnya, mereka tidak hanya dituntut mempertahankan performa olahraga, tetapi juga harus memenuhi kebutuhan keluarga.

"Dalam kondisi seperti itu, atlet sering dihadapkan pada pilihan antara menjaga fokus latihan atau membagi perhatian untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga: Reses di Genteng, Ajeng Wira Wati Soroti Anak Putus Sekolah: Jangan Ada yang Tertinggal Hanya karena Malu atau Administrasi

 Karena itu, Puslatda memerlukan dukungan yang komprehensif agar atlet dan pelatih dapat berkonsentrasi penuh menjalankan program latihan," ujarnya.

Mirza menegaskan, keberhasilan mempertahankan gelar juara umum PON tidak hanya ditentukan oleh kualitas atlet dan pelatih, melainkan juga oleh keberlangsungan

sistem pembinaan yang memberikan kepastian selama proses latihan berlangsung.

Menurutnya, investasi pada pembinaan atlet melalui Puslatda merupakan fondasi utama untuk menjaga dominasi Jawa Timur di cabang olahraga selam pada level nasional.

"Juara tidak dibentuk pada hari pertandingan. Juara dibentuk setiap hari ketika atlet datang berlatih, menjalankan program dengan disiplin, dan memiliki ketenangan untuk fokus mengejar prestasi," pungkasnya.(sam) 

 

 

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
pon possi jatim Mirza Muttaqien selam jatim