RADAR SURABAYA – Berlarut-larutnya renovasi Kolam Renang Kertajaya yang dilakukan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur menjadi pukulan bagi persiapan atlet selam Jawa Timur menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) NTT-NTB 2028.
Hingga kini, fasilitas utama latihan tersebut belum juga dapat dimanfaatkan sehingga program pembinaan atlet tidak berjalan optimal.
Akibat kondisi tersebut, Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jawa Timur mengaku pasrah menghadapi persaingan pada PON 2028.
Mereka pesimistis mampu mempertahankan tradisi sebagai juara umum yang selama ini diraih pada sejumlah edisi PON.
Ketua Umum Pengprov POSSI Jawa Timur, Mirza Muttaqien, mengatakan keterlambatan renovasi Kolam Renang Kertajaya memaksa para atlet menjalani latihan secara terpisah di berbagai daerah.
Baca Juga: Tak Cukup Latihan, KONI Jatim Sebut Sport Intelligence Penentu Lahirnya Atlet Juara
Situasi itu membuat program latihan tidak dapat dipantau dan dievaluasi secara maksimal oleh tim pelatih.
Sebanyak 24 atlet selam yang mengikuti pemusatan latihan daerah (Puslatda) mandiri pun terpaksa berlatih secara terpisah.
Menurut Mirza, para atlet saat ini berlatih di berbagai daerah, seperti Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, dan sejumlah wilayah lainnya.
Mereka berlatih secara mandiri, baik bersama klub masing-masing maupun sendiri.
"Kondisi seperti ini jelas tidak efektif. Kami tidak bisa mengontrol maupun memantau perkembangan atlet secara langsung," ujar Mirza.
Menurut Mirza, latihan yang tidak terpusat berdampak terhadap peningkatan kemampuan teknis, kondisi fisik, hingga mental atlet.
Padahal, seluruh aspek tersebut menjadi faktor penting dalam menghadapi ajang multicabang seperti PON.
Ia menegaskan, sebesar apa pun potensi yang dimiliki seorang atlet, hasilnya tidak akan maksimal apabila latihan tidak dilakukan secara rutin, terukur, dan berada dalam pengawasan pelatih.
Meski renovasi Kolam Renang Kertajaya dikabarkan hampir rampung, Mirza menilai waktu yang tersisa menuju PON 2028 terlalu singkat untuk mengembalikan performa atlet ke kondisi terbaik.
"Dengan kondisi seperti ini saya pasrah. Dengan persiapan seperti sekarang, mustahil kami bisa menyamai prestasi pada PON sebelumnya.
Jangankan berbicara target, memproyeksikan berapa medali emas yang bisa diraih saja rasanya sudah sangat sulit," ujar Mirza.
Pada PON Aceh-Sumut 2024, cabang olahraga selam Jawa Timur masih mampu mempertahankan dominasinya dengan merebut delapan medali emas sekaligus menjadi juara umum.
Namun, jika persoalan fasilitas latihan tidak segera teratasi, peluang mempertahankan prestasi tersebut pada PON NTT-NTB 2028 diperkirakan akan semakin berat.
Apalagi daerah-daerah yang jadi pesaing utama Jawa Timur, seperti Jawa Barat dan DKI Jakarta, sudah menggelar pemusatan latihan daerah masing-masing secara terpusat dan intensif sejak awal tahun ini.(sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan