PB Muaythai Indonesia Datangkan Empat Instruktur IFMA, Tingkatkan Standar Wasit, Juri, dan Pelatih Nasional

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 05:59 WIB
Ketua Umum PB Muaythai Indonesia, AA LaMyalla Mahmud Mattalitti. (Humas)
Ketua Umum PB Muaythai Indonesia, AA LaMyalla Mahmud Mattalitti. (Humas)

RADAR SURABAYA– Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) resmi membuka Penataran dan Sertifikasi Wasit, Juri, serta Pelatih Muaythai dengan menghadirkan empat instruktur dari International Federation of Muaythai Associations (IFMA).

Program yang berlangsung pada 2–4 Agustus 2026 di Asrama Haji Embarkasi Kota Bekasi, Jawa Barat. 

Penataran ini menjadi langkah strategis PBMI untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menyelaraskan standar Muaythai Indonesia dengan regulasi internasional.

Empat instruktur IFMA yang hadir adalah Aritit Tobwongsri, Thanong Poompanich, Chao Wathayotha, dan Porjai Laithongkam.

Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat kompetensi wasit, juri, dan pelatih melalui transfer pengetahuan

mengenai teknik pertandingan, sistem penilaian, regulasi terbaru, hingga perkembangan Muaythai dunia.

Wakil Ketua Umum PB Muaythai Indonesia Bidang Prestasi, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sangga Buana, menegaskan bahwa penataran ini bukan sekadar agenda sertifikasi, melainkan bagian dari upaya membangun kualitas SDM secara berkelanjutan.

"Penataran ini bukan sekadar kegiatan untuk mendapatkan sertifikasi. Yang paling penting adalah bagaimana peserta memperoleh pemahaman yang sama mengenai standar pertandingan, teknik, peraturan, serta perkembangan Muaythai internasional. Karena itu, kehadiran langsung tenaga IFMA sangat penting," ujar Evi, Sabtu (1/8/).

Menurutnya, peningkatan prestasi atlet harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelatih, wasit, dan juri sebagai bagian dari ekosistem pembinaan olahraga.

"Kalau kita ingin meningkatkan prestasi atlet, maka seluruh ekosistemnya juga harus kita tingkatkan.

Pelatih harus terus berkembang, sementara wasit dan juri harus memiliki pemahaman aturan yang sama serta mengikuti perkembangan standar internasional," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PB Muaythai Indonesia, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai keterlibatan IFMA menunjukkan keseriusan PBMI dalam membangun tata kelola pembinaan yang sesuai standar dunia.

Menurut LaNyalla, pembaruan kemampuan SDM menjadi fondasi penting agar Muaythai Indonesia mampu bersaing di level internasional.

"Ini bagian dari proses kita membangun Muaythai Indonesia. Kita ingin SDM kita memiliki kemampuan dan pemahaman yang terus diperbarui sesuai perkembangan internasional.

Kehadiran tenaga IFMA memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengalaman langsung dari sumber yang memiliki kompetensi di tingkat internasional," ujarnya.

LaNyalla menambahkan bahwa prestasi atlet tidak dapat dipisahkan dari kualitas pembinaan yang melibatkan pelatih, wasit, juri, sistem kompetisi, serta organisasi yang profesional.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal PB Muaythai Indonesia, Azwan Karim, menyebut penataran menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi seluruh perangkat pertandingan terhadap regulasi dan standar Muaythai internasional.

"Peserta mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dan belajar langsung dari tenaga IFMA.

Hal ini penting agar standar yang kita terapkan di Indonesia semakin selaras dengan perkembangan Muaythai internasional," kata Azwan.

Berlanjut ke Indonesia Muaythai Championship 2026

Usai penataran dan sertifikasi pada 2–4 Agustus 2026, PBMI akan menggelar Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 pada 5–10 Agustus 2026 di GOR Abdu Rosyad, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kejuaraan nasional tersebut diperkirakan diikuti sekitar 500 atlet dari berbagai provinsi di Indonesia.

IMC 2026 menjadi ajang penting untuk mengukur hasil pembinaan atlet sekaligus memperkuat sistem kompetisi nasional.

PBMI berharap kehadiran empat instruktur IFMA tidak hanya meningkatkan kualitas wasit, juri, dan pelatih, tetapi juga mempercepat transfer pengetahuan

internasional yang berdampak pada peningkatan prestasi Muaythai Indonesia di tingkat regional maupun dunia.(rak) 

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
pengurus besar muathay indonesia AA LaNyalla Mahmud Mattalitti IFMA PBMI