RADAR SURABAYA – Timnas Basket Putri Indonesia terus mematangkan persiapan menghadapi Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
Selain kesiapan teknis di lapangan, dukungan nonteknis menjadi perhatian serius Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia, Todotua Pasaribu.
Todotua memastikan berbagai kebutuhan nonteknis Timnas Basket Putri Indonesia akan diupayakan secara maksimal.
Hal itu disampaikannya saat mengunjungi pemusatan latihan tim basket putri 5x5 di GOR Kertajaya, Surabaya, Kamis (30/7) petang.
Dalam kunjungan tersebut, Todotua berdiskusi dengan jajaran pelatih, para atlet, serta pengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi).
Pembahasan difokuskan pada berbagai kebutuhan yang dapat mendukung konsentrasi tim sebelum berlaga di Asian Games 2026.
"Kami datang untuk berdiskusi dengan pelatih, atlet, dan teman-teman dari Perbasi. Yang kami bahas lebih banyak mengenai hal-hal nonteknis agar saat hari pertandingan nanti atlet, pelatih, maupun ofisial benar-benar bisa fokus bertanding," ujar Todotua.
Baca Juga: 20 Menit Terakhir Menggila, John Herdman Puji Penampilan Timnas Indonesia
CdM Pastikan Persoalan Nonteknis Timnas Basket Putri Tuntas
Menurut Todotua, dukungan CdM tidak hanya berkaitan dengan keberangkatan tim. Administrasi atlet, kesiapan daftar pemain, termasuk apabila terdapat pemain naturalisasi,
hingga pengaturan perjalanan menuju lokasi pertandingan menjadi bagian yang perlu dipastikan.
Setiap cabang olahraga, kata dia, memiliki kebutuhan berbeda. Sejumlah cabang bahkan membutuhkan keberangkatan lebih awal
untuk menyesuaikan jadwal pertandingan sekaligus menjalani proses adaptasi di lokasi penyelenggaraan.
"Kalau ada kendala administrasi atau kebutuhan lain, kami coba kolaborasikan dan carikan solusi bersama.
Termasuk kesiapan beberapa atlet secara personal. Harapannya, semua persoalan bisa selesai sebelum keberangkatan," katanya.
Todotua menegaskan, seluruh persoalan di luar lapangan diharapkan tidak mengganggu persiapan atlet.
Dengan demikian, pemain dan pelatih dapat mencurahkan perhatian sepenuhnya terhadap pertandingan.
"Kami ingin memastikan atlet tidak dipusingkan dengan urusan keberangkatan, kelelahan selama perjalanan, atau persoalan lain di luar pertandingan.
Semua hal nonteknis itu menjadi tanggung jawab kami agar mereka bisa fokus tampil maksimal," jelasnya.
Perbasi Siapkan Program Jangka Panjang
Todotua juga menilai persiapan Timnas Basket Putri Indonesia sejauh ini berjalan sesuai rencana.
Program pembinaan jangka panjang yang disusun Perbasi dinilai menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan basket di level Asia.
"Basket putri sudah memiliki program pelatihan yang panjang. Asian Games menjadi salah satu target dalam rangkaian pembinaan tersebut. Kami ingin tim ini bisa memberikan penampilan terbaik," ungkapnya.
Menurut Todotua, pembinaan yang berkelanjutan, ditambah manajemen organisasi dan kompetisi klub yang berjalan, menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas basket putri Indonesia.
Tantangan Asian Games 2026 Lebih Berat
Asian Games 2026 Aichi-Nagoya akan menghadirkan tantangan yang lebih besar bagi Timnas Basket Putri Indonesia dibandingkan kompetisi di kawasan Asia Tenggara.
Meski demikian, Todotua tetap optimistis Indonesia mampu bersaing di level Asia. Ia berharap persiapan yang telah dilakukan Perbasi dapat memberikan fondasi kuat bagi tim untuk mencapai hasil terbaik.
Baca Juga: Vietnam Ditahan Singapura 0-0, Persaingan Grup A Piala Asia 2026 Makin Panas
"Asian Games tentu memiliki tantangan yang lebih besar. Tetapi, kami optimistis dengan persiapan yang sudah dilakukan.
Perbasi juga memiliki manajemen organisasi yang baik dan pembinaan klub berjalan. Kami berharap prestasi basket Indonesia terus meningkat," pungkasnya.
Dukungan nonteknis dari CdM diharapkan menjadi bagian penting dalam perjalanan Timnas Basket Putri Indonesia menuju Asian Games 2026.
Dengan kebutuhan di luar lapangan yang tertangani, para atlet diharapkan dapat tampil lebih fokus dan memberikan performa terbaik untuk Indonesia.(sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan