RADAR SURABAYA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan pentingnya regenerasi atlet melalui kompetisi usia muda saat membuka wondr Futsal Series Surabaya 2026 di Jawa Pos Arena, Surabaya, Rabu (29/7).
Menurutnya, pembinaan berjenjang menjadi kunci agar prestasi Timnas Futsal Indonesia terus meningkat di level Asia maupun dunia.
Kompetisi futsal antarpelajar SMA yang berlangsung pada 29 Juli hingga 1 Agustus 2026 itu dinilai menjadi wadah strategis untuk menjaring talenta-talenta muda berbakat.
Erick menyebut regenerasi atlet harus terus berjalan agar Indonesia mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi di kancah internasional.
Baca Juga: FIFA Mulai Investigasi Argentina usai Ricuh Final Piala Dunia 2026, Sejumlah Pemain Terancam Sanksi
Saat ini, Timnas Futsal Indonesia menempati peringkat kedua di Asia dan berada di posisi ke-14 dunia.
Capaian tersebut, kata Erick, merupakan modal penting yang harus dijaga melalui pembinaan atlet sejak usia sekolah.
"Harapannya minimal tetap berada di tiga besar Asia atau dua besar, bahkan bisa masuk 10 besar dunia.
Karena itu, kesinambungan antara pembinaan usia dini, tim nasional, dan industri olahraga harus terus berjalan," ujar Erick.
Ia optimistis Indonesia memiliki potensi besar untuk mewujudkan target tersebut. Selain memiliki jumlah penduduk yang besar, sekitar 73 persen masyarakat Indonesia merupakan pencinta sepak bola sehingga menjadi modal kuat dalam pengembangan futsal nasional.
Menurut Erick, tantangan berikutnya adalah bagaimana organisasi olahraga mampu menemukan dan membina atlet sejak level akar rumput.
Dengan sistem pembinaan yang konsisten, Indonesia diyakini dapat melahirkan pemain-pemain berkualitas yang siap memperkuat tim nasional pada masa mendatang.
"Basisnya sudah ada. Tinggal bagaimana organisasi olahraga, khususnya futsal, terus menggali potensi dari bawah.
Semua cabang olahraga berlomba mencari atlet baru, dan futsal memiliki platform yang luar biasa," katanya.
Baca Juga: Kontroversi Sayembara Tangkap Begal, Pakar Hukum Sebut Berpotensi Langgar HAM
Meski demikian, Erick mengingatkan agar pembinaan tidak berorientasi pada hasil instan.
Menurutnya, negara-negara yang kini menjadi kekuatan futsal dunia mampu meraih prestasi karena menjalankan kompetisi dan pembinaan secara berkesinambungan.
"Jangan berhenti di tengah jalan. Jangan hanya mengejar hasil cepat. Pembinaan itu maraton. Negara-negara kuat di futsal juga konsisten menyelenggarakan kompetisi setiap tahun," tegasnya.
Sementara itu, CEO Games of Society, Novel Leonardo, mengatakan pihaknya berkomitmen membangun ekosistem olahraga usia muda melalui penyelenggaraan wondr Futsal Series secara mandiri dan berkelanjutan.
Menurut Novel, sejak berdiri pada 2022, kompetisi tersebut terus berkembang berkat dukungan berbagai pemangku kepentingan.
Seluruh penyelenggaraan juga tidak menggunakan dana pemerintah, melainkan didukung melalui kerja sama sponsor, penjualan tiket, dan berbagai bentuk monetisasi dari sektor swasta.
"Hingga hari ini, kami bisa berada di titik ini karena kontribusi banyak pemangku kepentingan," ujarnya.
Kepercayaan masyarakat terhadap kompetisi juga terus meningkat. Pada penyelenggaraan tahun lalu, sebanyak 756.881 penonton hadir langsung di berbagai arena pertandingan.
Kini, Futsal Series telah berkembang menjadi salah satu kompetisi futsal pelajar terbesar di Indonesia dengan 55 ajang untuk kategori profesional, SMA, hingga perguruan tinggi yang tersebar di 40 regional, mulai dari Aceh hingga Papua.
Lebih dari 1.000 tim SMA yang diperkuat sekitar 16.000 atlet telah berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.
Selain itu, Futsal Series juga mencatat jangkauan digital mencapai 34 juta pengguna dengan lebih dari 2,5 miliar impresi di media sosial.
Capaian itu semakin memperkuat perannya sebagai salah satu wadah pembinaan atlet muda sekaligus mendukung regenerasi Timnas Futsal Indonesia.(sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan