Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jelang Muskotlub, PTMSI Surabaya Benahi Organisasi

Andy Satria • Kamis, 16 Juli 2026 | 04:13 WIB
Samsurin (tiga dari kanan) saat mengunjungi klub tenis meja Suryanata. (SMS)
Samsurin (tiga dari kanan) saat mengunjungi klub tenis meja Suryanata. (SMS)

RADAR SURABAYA – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Surabaya pada 1 Agustus 2026,

Ketua Caretaker PTMSI Kota Surabaya Samsurin bergerak cepat membenahi organisasi.

Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan verifikasi dan validasi klub, pendataan atlet serta pelatih,

hingga inventarisasi sarana dan prasarana latihan sebagai fondasi membangun organisasi yang profesional dan berorientasi pada prestasi.

Sebagai Ketua Caretaker PTMSI Kota Surabaya, Samsurin, menegaskan pembenahan organisasi harus dimulai dari data yang akurat.

Setelah menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Ketua Caretaker PTMSI Kota Surabaya pada 3 Juli 2026,

Samsurin langsung melakukan konsolidasi organisasi melalui verifikasi dan validasi terhadap seluruh klub anggota PTMSI Kota Surabaya, termasuk klub-klub yang mengajukan diri menjadi anggota baru.

Baca Juga: XLSMART Perkuat Jaringan 5G di Jatim, Surabaya Jadi Kota Pertama Nikmati Blanket Coverage

Selama sembilan hari, mulai 4 hingga 12 Juli 2026, Samsurin bersama tim mendatangi sejumlah klub tenis meja di berbagai wilayah Surabaya.

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan legalitas organisasi, kondisi tempat latihan, jumlah atlet dan pelatih, serta kebutuhan pembinaan yang selama ini belum terpetakan secara menyeluruh.

Klub yang dikunjungi antara lain PTM CLS Cahaya Lestari di Jalan Kertajaya Indah, PTM Sahabat di Kompleks Mal Gaza Kapas Krampung, PTM Sasana Bhakti (Sakti),

PTM Rajawali di Jalan Buduran, PTM Cheng Hoo, PTM HCIYS di Universitas Katolik Widya Mandala Kampus MERR, PTM CHYNBAR di Tegalsari, hingga PTM Melati di Kedinding, Kenjeran.

"Hasil kunjungan ini memberikan gambaran faktual bahwa pembinaan tenis meja di Surabaya belum tertata secara optimal.

Kami ingin memastikan seluruh klub aktif benar-benar terdata sehingga PTMSI Kota Surabaya memiliki basis data yang valid untuk memantau perkembangan atlet, pelatih, dan program pembinaan," ujar Samsurin.

Menurutnya, data tersebut menjadi landasan penting agar program organisasi selaras dengan target KONI Kota Surabaya,

Pengurus Provinsi PTMSI Jawa Timur, serta target Pemerintah Kota Surabaya pada Porprov X Jawa Timur 2027.

Baca Juga: Kids Fun Day Seru di Vasa Hotel Surabaya

Publikasi hasil verifikasi melalui media sosial juga mendapat respons positif. Sejumlah klub yang belum terdaftar secara resmi, seperti PTM Macan Putih, PTM Semut, PTM S3, dan PTM Melati, menyatakan kesiapan bergabung dengan PTMSI Kota Surabaya.

"Ini menunjukkan para pelaku tenis meja menginginkan organisasi yang terbuka, aktif, dan mampu mengakomodasi seluruh kepentingan klub, pelatih, maupun atlet," kata Samsurin.

Dari hasil verifikasi tersebut, Samsurin juga menemukan persoalan klasik yang menghambat pembinaan atlet, yakni benturan jadwal latihan dengan kegiatan belajar di sekolah.

Kondisi tersebut kerap membuat atlet kesulitan memperoleh dispensasi untuk mengikuti latihan maupun kejuaraan.

Padahal, Surabaya memiliki banyak atlet tenis meja yang telah mengukir prestasi di tingkat daerah, nasional, ASEAN, hingga internasional.

"Kita memiliki atlet-atlet yang luar biasa. Jangan sampai potensi mereka justru dimanfaatkan daerah lain karena kurangnya perhatian dan dukungan di Surabaya.

Perlu ada sinergi antara sekolah, pemerintah, KONI, dan PTMSI agar atlet dapat berkembang tanpa terkendala administrasi pendidikan," tegasnya.

Selain itu, Samsurin juga menyoroti kondisi sejumlah sarana dan prasarana latihan yang dinilai belum representatif.

Menurutnya, pembenahan fasilitas harus menjadi prioritas, terlebih Surabaya akan menjadi tuan rumah Porprov X Jawa Timur 2027.

PTM Sakti, PTM CHYNBAR, dan PTM Melati menjadi beberapa lokasi latihan yang dinilai membutuhkan rehabilitasi dan peningkatan fasilitas agar pembinaan atlet berjalan maksimal.

Ke depan, PTMSI Kota Surabaya akan memperkuat sinergi dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, KONI Kota Surabaya, Disbudporapar, pihak sekolah, serta orang tua atlet untuk membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan.

Seluruh data hasil verifikasi klub, pelatih, dan atlet akan dibahas dalam forum pleno Muskotlub sebagai dasar penetapan peserta yang memiliki hak suara sekaligus penyusunan arah kebijakan pembinaan PTMSI Kota Surabaya ke depan.

Samsurin berharap Muskotlub PTMSI Kota Surabaya berlangsung demokratis, transparan, dan menghasilkan kepengurusan yang mampu membawa tenis meja Surabaya kembali menjadi kekuatan utama di Jawa Timur.

"Yang paling penting adalah bagaimana prestasi atlet menjadi prioritas utama. Organisasi harus hadir untuk membina, bukan sekadar mengelola administrasi," pungkas Samsurin.(sam) 

 

 

 

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
PTMSI Kota Surabaya Muskotlub Samsurin KONI Kota Surabaya