Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Muaythai Jatim Melesat! Usai Raih Medali Dunia, Kini Gembleng 80 Pelatih, Wasit, dan Juri Menuju Porprov 2027

Andy Satria • Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:38 WIB
Muaythai Jatim tingkatkan SDM pelatih, wasit, dan juri. (Muaythai Jatim)
Muaythai Jatim tingkatkan SDM pelatih, wasit, dan juri. (Muaythai Jatim)

RADAR SURABAYA – Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia (MI) Jawa Timur terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui Penataran Pelatih, Wasit, dan Juri Muaythai Jawa Timur 2026.

Kegiatan bertema "Membangun SDM Muaythai yang Profesional, Berintegritas, dan Berstandar Internasional" itu digelar di Aula KONI Jawa Timur, Sabtu (11/7), dan diikuti 80 peserta dari 25 kabupaten/kota di Jawa Timur. 

Ketua Pengprov MI Jawa Timur, Baso Juherman, mengatakan tingginya antusiasme peserta menunjukkan perkembangan olahraga muaythai yang semakin pesat di Jawa Timur.

Menurutnya, semakin banyaknya kejuaraan yang digelar berdampak pada meningkatnya kebutuhan pelatih, wasit, dan juri yang kompeten.

"Penataran kali ini diikuti 80 peserta dari 25 kabupaten/kota. Antusiasmenya sangat baik. Ini menandakan muaythai sedang

berkembang pesat dan semakin banyak digandrungi masyarakat, karena itu kami harus tingkatkan kualitas pelatih, wasit, dan juri, " ujar Baso.

Ia menjelaskan, banyaknya kompetisi muaythai di berbagai daerah menjadi peluang bagi para pelatih, wasit, dan juri untuk

meningkatkan kompetensi sekaligus memperoleh pengalaman bertugas pada berbagai level pertandingan.

Baca Juga: Inggris Siapkan Bonus Rp419 Miliar untuk Pemain jika Juara Piala Dunia 2026

"Semakin banyak kejuaraan yang menggunakan aturan muaythai, kebutuhan terhadap pelatih, wasit, dan juri juga semakin meningkat.

Ini menjadi peluang sekaligus ladang pengabdian bagi SDM muaythai di daerah," katanya.

Atlet Muaythai Jatim Terus Berprestasi di Level Dunia

Baso menegaskan, perkembangan organisasi juga diiringi peningkatan prestasi atlet Jawa Timur di tingkat internasional.

Pada Kejuaraan Dunia Muaythai di Malaysia, kontingen Jawa Timur mengirimkan tujuh delegasi yang terdiri atas lima atlet dan dua pelatih.

Hasilnya, Aldento Brilian Bara Pratama berhasil meraih medali perak pada nomor wai kru.

Atlet muda Elija Hinzman yang baru berusia 16 tahun juga mempersembahkan medali perak, sedangkan Fausta Latifah asal Gresik sukses menyumbangkan medali perunggu di kelas 48 kilogram.

"Ini merupakan keikutsertaan pertama di Kejuaraan Dunia dan kami langsung membawa pulang medali.

 Sebelumnya, pada Kejuaraan Asia di Vietnam kami juga berhasil meraih satu medali emas dan dua medali perak.

Prestasi ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet daerah untuk terus berkembang," ungkap Baso.

Samakan Persepsi Aturan IFMA

Selain meningkatkan kompetensi, penataran juga menjadi ajang sosialisasi regulasi terbaru dari International Federation of Muaythai Associations (IFMA). Seluruh pelatih, wasit, dan juri diharapkan memiliki pemahaman yang sama terhadap aturan internasional.

Baca Juga: Jaksa Agung Terima Pengunduran Diri Jampidsus Febrie Adriansyah, Penanganan Kasus Dipastikan Tetap Berjalan

"Regulasi IFMA terus mengalami perkembangan. Karena itu, semua pelatih, wasit, dan juri harus memahami aturan terbaru agar memiliki persepsi yang sama.

Dengan begitu, pertandingan akan berlangsung lebih profesional dan tidak menimbulkan perdebatan," jelasnya.

Penataran ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 di Surabaya.

Pengprov MI Jawa Timur ingin memastikan seluruh perangkat pertandingan siap menerapkan regulasi terbaru sebelum pesta olahraga terbesar di Jawa Timur tersebut berlangsung.

Selain itu, peserta terbaik akan diproyeksikan mengikuti Pelatihan Wasit dan Juri Tingkat Nasional di Bekasi pada 1–4 Agustus 2026.

Setelah itu, mereka akan bertugas pada Kejuaraan Nasional Muaythai yang berlangsung pada 4–9 Agustus 2026.

"Kami akan memilih peserta terbaik untuk mengikuti pelatihan nasional. Harapannya, mereka menjadi aset nasional dan mampu membawa nama baik Jawa Timur di tingkat nasional," tegas Baso.

Sementara itu, atlet Pelatnas sekaligus pemateri penataran, Aldento Brilian Bara Pratama, mengapresiasi antusiasme peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.

Peraih medali perak Kejuaraan Dunia Muaythai itu menjelaskan bahwa materi yang diberikan difokuskan pada teknik dasar seni muaythai agar seluruh pelatih memiliki standar pembinaan yang seragam sesuai regulasi internasional.

"Hari ini kami memberikan materi dasar seni muaythai agar seluruh daerah memiliki persepsi yang sama.

Nantinya, saat Porprov maupun kejuaraan lainnya, semua sudah menggunakan aturan yang berlaku secara internasional," ujar Aldento.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengulangan teknik dasar dalam proses latihan agar atlet memiliki kemampuan yang matang saat bertanding.

"Tips yang paling penting bagi para pelatih adalah terus mengulang gerakan. Atlet harus benar-benar hafal dan memahami teknik.

Kalau hanya sekali latihan lalu belum paham, saat bertanding mereka bisa kehilangan fokus sehingga penampilannya tidak maksimal," pungkasnya.(sam) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#kejuaraan dunia muaythai #Muaythai Jatim