RADAR SURABAYA – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Marciano Norman, secara resmi membuka International Invitational Petanque Tournament "Bola Baja Cup" di Laboratorium Petanque Cak Hasan,
Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Selasa (7/7).
Turnamen internasional tersebut digelar dalam rangka memperingati Bastille Day (Hari Nasional Prancis) sekaligus Dies Natalis ke-62 UNESA.
Acara juga dihadiri Direktur Institut Français d'Indonésie (IFI), Vincent Padare, sebagai perwakilan Pemerintah Prancis.
Dalam sambutannya, Marciano Norman menegaskan olahraga tidak hanya menjadi sarana pembinaan prestasi, tetapi juga mampu mempererat hubungan antarnegara melalui diplomasi olahraga.
"Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa olahraga mampu mendorong diplomasi serta memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis," ujarnya.
Baca Juga: Prediksi Argentina vs Mesir : Duel Messi vs Salah, Juara Bertahan Bidik Tiket Perempat Final
Menurut Marciano, penyelenggaraan turnamen internasional ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas atlet petanque Indonesia melalui persaingan dengan atlet-atlet dari berbagai daerah dan negara.
"Ini adalah langkah maju PB FOPI dan Pengprov FOPI Jawa Timur yang diikuti 10 provinsi serta tim dari kabupaten/kota se-Jawa Timur," katanya.
Ia optimistis kolaborasi antara PB FOPI, UNESA, KONI, dan mitra internasional akan semakin mempercepat perkembangan olahraga petanque di Indonesia.
"Melalui berbagai ajang hasil kolaborasi UNESA, Prancis, dan KONI, olahraga petanque akan semakin dicintai masyarakat Indonesia.
Saya yakin prestasi atlet petanque Indonesia juga akan terus meningkat di tingkat internasional," tambahnya.
Sementara itu, laporan penyelenggaraan disampaikan Rektor UNESA sekaligus Ketua Umum PB FOPI, Prof. Dr. Nurhasan, yang diwakili Wakil Rektor IV UNESA sekaligus Ketua Pengprov FOPI Jawa Timur, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, M.Kes.
Ia mengungkapkan perkembangan petanque Indonesia menunjukkan tren positif. Pada SEA Games Thailand 2025, Indonesia mengirimkan 10 atlet dan seluruhnya berhasil menyumbangkan medali, yakni satu emas, dua perak, dan tiga perunggu.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet petanque nasional terus berkembang dan memiliki peluang besar bersaing di level Asia maupun dunia.
Ketua KONI Jawa Timur Muhammad Nabil mengatakan penyelenggaraan International Invitational Petanque Tournament Bola Baja Cup menjadi tonggak penting bagi perkembangan olahraga petanque di Jawa Timur yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan pembinaan atlet paling konsisten.
"Jawa Timur memiliki ekosistem pembinaan petanque yang sangat baik, mulai dari perguruan tinggi, klub, hingga kabupaten/kota.
Kehadiran turnamen internasional seperti ini akan memperkaya pengalaman bertanding atlet sekaligus mempercepat lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Indonesia di SEA Games, Asian Games, bahkan kejuaraan dunia," ujarnya.
Ia menambahkan KONI Jawa Timur akan terus mendukung sinergi antara Pengprov FOPI, UNESA, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan agar petanque
semakin populer serta menjadi salah satu cabang olahraga andalan Jawa Timur dalam berbagai ajang multievent.(sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan