RADAR SURABAYA – Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Kota Surabaya resmi memiliki kepengurusan definitif.
Rian Septrianto Maulana terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PBPI Kota Surabaya masa bakti 2026–2030 dalam Musyawarah Kota (Muskot) I yang digelar di Hotel Bonnet Surabaya, Senin (6/7).
Terbentuknya kepengurusan baru ini menjadi langkah awal penguatan organisasi sekaligus percepatan pembinaan atlet padel di Kota Pahlawan.
PBPI Surabaya menargetkan lahirnya atlet-atlet muda yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional, termasuk pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Muskot I PBPI Kota Surabaya dihadiri Ketua Umum PBPI Jawa Timur Rudi Risdianto, Sekretaris Umum KONI Kota Surabaya Randika Asiani, serta perwakilan komunitas dan klub padel dari berbagai wilayah di Surabaya.
Usai terpilih, Rian Septrianto Maulana menegaskan komitmennya membangun organisasi yang inklusif dengan melibatkan
seluruh elemen olahraga padel, mulai dari komunitas, klub, pelaku usaha, hingga para pemangku kepentingan.
Menurutnya, pembinaan atlet usia dini menjadi program prioritas yang akan dijalankan secara terstruktur dan berkelanjutan.
Langkah tersebut diyakini mampu melahirkan atlet-atlet padel Surabaya yang kompetitif di berbagai kejuaraan.
"PBPI Kota Surabaya harus menjadi rumah besar bagi seluruh insan padel. Kami ingin membangun ekosistem padel yang sehat, kolaboratif, dan berorientasi pada prestasi.
Fokus utama kami adalah pembinaan usia dini agar Surabaya mampu melahirkan atlet-atlet terbaik untuk menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Porprov Jawa Timur 2027," ujar Rian.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan KONI Kota Surabaya, pemerintah daerah, sekolah, akademi olahraga, serta komunitas menjadi
kunci dalam mempercepat pembinaan prestasi sekaligus memperluas popularitas olahraga padel di Surabaya.
Baca Juga: Amerika Serikat vs Belgia: Misi Generasi Baru Akhiri Bayang-bayang Generasi Emas
Sementara itu, Ketua Umum PBPI Jawa Timur Rudi Risdianto menilai terbentuknya PBPI Kota Surabaya menjadi momentum penting bagi perkembangan padel di Jawa Timur.
Terlebih, Surabaya kini tercatat sebagai kota dengan jumlah lapangan padel terbanyak di Indonesia.
Menurut Rudi, saat ini terdapat sekitar 86 lapangan padel yang tersebar di berbagai venue di Surabaya.
Infrastruktur tersebut menjadi modal besar untuk mengembangkan olahraga yang popularitasnya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
"Potensi Surabaya sangat luar biasa. Dengan jumlah lapangan terbanyak di Indonesia, Surabaya memiliki modal besar untuk
menjadi barometer perkembangan olahraga padel, tidak hanya di Jawa Timur, tetapi juga di tingkat nasional," katanya.
Rudi berharap PBPI Kota Surabaya mampu menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lain di Jawa Timur untuk segera membentuk kepengurusan serta memperkuat sistem pembinaan atlet padel.
Dukungan juga datang dari Sekretaris Umum KONI Kota Surabaya Randika Asiani. Ia meminta kepengurusan baru segera menyusun program kerja yang berorientasi pada pembinaan atlet sekaligus mempersiapkan tim terbaik menuju Porprov Jawa Timur 2027.
Menurut Randika, cabang olahraga padel diharapkan mampu menjadi salah satu penyumbang medali bagi Surabaya yang menargetkan perolehan 250 medali emas pada Porprov Jawa Timur 2027.
"Kami berharap PBPI Kota Surabaya segera bergerak menyusun program pembinaan, menjaring atlet potensial, serta mempersiapkan tim terbaik.
Dengan potensi yang dimiliki Surabaya saat ini, kami optimistis padel dapat menjadi salah satu cabang olahraga penyumbang prestasi pada Porprov Jawa Timur 2027," tuturnya.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, jumlah komunitas yang terus bertambah, serta sinergi antara PBPI, KONI, dan para pelaku olahraga,
Surabaya berpeluang menjadi pusat pengembangan padel nasional sekaligus lumbung atlet berprestasi bagi Jawa Timur di masa mendatang. (Sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan