RADAR SURABAYA – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur mulai mematangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 dengan
menerapkan standarisasi program latihan atlet pencak silat di seluruh kabupaten dan kota.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus mewujudkan target empat medali emas pada ajang olahraga nasional tersebut.
Program standarisasi tersebut mendapat dukungan penuh dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur sebagai bagian dari strategi memperkuat prestasi pencak silat Jatim pada PON 2028.
Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menjelaskan bahwa proses rekrutmen atlet dilakukan melalui empat jalur,
yaitu pengurus provinsi (Pengprov), KONI kabupaten/kota, hasil Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), serta jalur individu yang memiliki potensi dan prestasi.
Baca Juga: Selandia Baru vs Mesir: Mo Salah Bisa Ukir Rekor, Laga Hidup-Mati Grup G!
“Rekrutmennya ada empat model. Pertama melalui Pengprov, kedua melalui KONI kabupaten/kota, ketiga melalui hasil Porprov, dan keempat individu.
Siapa pun yang memiliki kemampuan tetap bisa direkrut melalui tahapan yang telah ditentukan,” ujar Nabil.
Menurutnya, sistem pembinaan atlet di Jawa Timur dilakukan secara berjenjang. Atlet yang telah menunjukkan prestasi akan dibina langsung oleh KONI Jatim, sedangkan atlet
yang masih dalam tahap pengembangan menjadi tanggung jawab Pengprov masing-masing cabang olahraga.
“Yang kami bina adalah atlet berprestasi. Sementara yang belum berprestasi dibina oleh Pengprov.
Dalam prosesnya ada promosi dan degradasi yang berjalan terus agar prestasi Jawa Timur pada PON mendatang semakin meningkat,” katanya.
IPSI Jatim Siapkan 40 Atlet untuk Pra-PON 2027
Ketua IPSI Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengumpulkan atlet hasil
seleksi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Piala BHS dan atlet yang saat ini tergabung dalam program Pusat Latihan Daerah (Puslatda).
Sebanyak 40 atlet diproyeksikan menjadi bagian dari persiapan menuju Pra-PON 2027 dan PON 2028.
Baca Juga: Haru! Haji Cilik 13 Tahun Asal Malang Pulang dari Tanah Suci, Bawa Cokelat untuk Teman Sekolah
“Atlet hasil seleksi Kejurprov Piala BHS ditambah atlet yang saat ini berada di Puslatda berjumlah sekitar 40 orang.
Mereka akan menjalani pembinaan dan seleksi yang lebih ketat,” kata Bambang.
Sebelum memasuki pemusatan latihan, seluruh atlet akan menjalani proses standarisasi yang mencakup aspek fisik, teknik, mental, hingga metode pelatihan.
“Semua atlet harus memiliki standar yang sama dari sisi kekuatan fisik, teknik, mental, dan aspek lainnya.
Pengelolaan awal akan dilakukan bersama KONI agar seluruh atlet dan pelatih memiliki acuan yang seragam,” ujarnya.
Standarisasi Latihan Jadi Kunci Prestasi Pencak Silat Jatim
Menurut Bambang, standarisasi latihan menjadi faktor penting dalam menciptakan kualitas atlet yang merata di seluruh daerah.
Dengan sistem yang sama, atlet yang kembali berlatih di daerah masing-masing tetap mendapatkan pola pembinaan sesuai standar provinsi.
“Setelah kembali ke daerah, atlet sudah memiliki standar yang sama. Tugas daerah adalah meningkatkan kualitas mereka di atas standar tersebut,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Muhammad Nabil. Ia menegaskan bahwa keseragaman program latihan akan menjadi fondasi utama pembinaan atlet pencak silat Jawa Timur.
“IPSI Jawa Timur harus membuat standar program dan standarisasi latihan bagi pelatih sehingga ada keseragaman.
Jangan sampai terjadi perbedaan program latihan di masing-masing daerah,” tegasnya.
Piala Gubernur dan Piala Kapolda Jadi Ajang Seleksi Atlet
Untuk memperluas penjaringan atlet potensial, IPSI Jawa Timur akan menggelar sejumlah kejuaraan bergengsi, di antaranya Piala Gubernur Jawa Timur yang direncanakan berlangsung pada September atau Oktober 2026.
Selain itu, Piala Kapolda Jawa Timur juga akan digelar sebagai wadah kompetisi sekaligus sarana seleksi atlet berbakat dari berbagai daerah.
Bambang mengatakan, hasil dari kejuaraan tersebut akan menjadi dasar pembentukan tim seleksi daerah yang diproyeksikan tampil pada Pra-PON 2027 dan PON 2028.
“Melalui kejuaraan ini kami akan menjaring atlet-atlet terbaik dari seluruh Jawa Timur untuk diseleksi dan dipersiapkan menghadapi Pra-PON 2027 serta PON 2028,” ujarnya.
Target 4 Medali Emas pada PON 2028
Dalam upaya mencapai target tersebut, IPSI Jawa Timur juga akan memperkuat program pembinaan melalui try out, peningkatan kualitas pelatih, serta penyediaan sarana dan prasarana latihan yang lebih memadai.
Bambang mengungkapkan bahwa KONI Jawa Timur menargetkan cabang olahraga pencak silat mampu menyumbangkan empat medali emas pada PON 2028.
“Kami mendapat target empat medali emas dari Ketua KONI Jawa Timur. Insyaallah target minimal tersebut dapat tercapai,” katanya optimistis.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan atlet, IPSI Jawa Timur juga berencana menambah fasilitas latihan, termasuk pengadaan lima unit treadmill untuk meningkatkan kondisi fisik atlet.
Dengan sistem rekrutmen terbuka, standarisasi latihan, dan agenda kompetisi yang berkelanjutan, IPSI Jatim optimistis mampu melahirkan atlet-atlet pencak silat
berprestasi yang siap bersaing di tingkat nasional serta mengharumkan nama Jawa Timur pada PON 2028.(sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan