RADAR SURABAYA – Yayasan Cahaya Lestari Surabaya (CLS) menggelar turnamen basket internasional sebagai bagian dari perayaan hari jadinya yang ke-80.
Kompetisi yang berlangsung di GOR CLS Dharmahusada Utama (DHU) dan GOR CLS Kertajaya, Surabaya, hingga 4 Juli 2026 itu diikuti sekitar 60 tim dari Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Turnamen basket internasional CLS Surabaya tersebut menjadi ajang penting untuk mengukur perkembangan atlet muda sekaligus memperkuat pembinaan bola basket usia dini.
Kehadiran klub-klub dari luar negeri diharapkan mampu meningkatkan kualitas persaingan dan pengalaman bertanding para pemain muda.
Ketua Umum Yayasan Cahaya Lestari Surabaya (CLS), Ming Soedarmono, mengatakan turnamen tersebut merupakan
agenda tahunan yang kali ini dikemas lebih besar karena bertepatan dengan peringatan delapan dekade perjalanan CLS.
Baca Juga: Haru! Haji Cilik 13 Tahun Asal Malang Pulang dari Tanah Suci, Bawa Cokelat untuk Teman Sekolah
“Ajang ini sebenarnya rutin kami gelar setiap tahun. Namun, karena tahun ini bertepatan dengan usia ke-80 CLS, kami membuatnya l
ebih besar dengan menghadirkan tim-tim dari luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura,” ujar Ming, Minggu (21/6).
Menurut dia, Malaysia dan Singapura dipilih karena faktor kedekatan geografis serta kemudahan koordinasi.
CLS sebenarnya juga telah mengundang sejumlah negara lain untuk berpartisipasi dalam turnamen basket internasional tersebut.
“Sebenarnya ada Filipina, Mongolia, hingga Australia yang kami undang. Namun, karena berbagai alasan, mereka belum bisa hadir tahun ini,” katanya.
Ajang Evaluasi Pembinaan Atlet Basket Muda
Ming menegaskan bahwa kehadiran klub-klub luar negeri bukan sekadar menambah gengsi kompetisi.
Turnamen ini juga menjadi sarana evaluasi hasil pembinaan atlet muda CLS maupun klub-klub peserta lainnya.
“Selama ini anak-anak lebih banyak bertanding melawan tim dalam negeri. Dengan menghadapi klub luar negeri, kami ingin melihat sejauh mana hasil latihan mereka dan apakah sudah siap bersaing di level yang lebih tinggi,” jelasnya.
Kompetisi dibagi ke dalam beberapa kelompok usia (KU), yakni KU-12, KU-14, dan KU-16 untuk kategori putra dan putri, serta KU-25 khusus putra.
Setiap kelompok usia diikuti delapan tim pada kategori putra dan enam tim pada kategori putri.
Baca Juga: Radar Surabaya Award 2026 Apresiasi Institusi dengan Pelayanan Publik Berkualitas
Secara keseluruhan, sekitar 60 tim ambil bagian dalam turnamen yang berlangsung dalam dua periode pelaksanaan tersebut.
Perbasi Surabaya Apresiasi Meningkatnya Kompetisi Basket
Ketua Perbasi Surabaya, Bramantyo Sudono, mengapresiasi semakin banyaknya penyelenggaraan turnamen basket di Kota Pahlawan.
Menurutnya, kompetisi yang berkelanjutan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas dan jam terbang atlet.
“Semakin banyak kompetisi basket di Surabaya tentu semakin baik. Anak-anak mendapatkan kesempatan bermain lebih banyak sehingga kemampuan mereka terus berkembang,” ujarnya.
Meski demikian, Bramantyo mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara latihan, pertandingan, dan waktu istirahat agar atlet tidak rentan mengalami cedera.
“Bukan hanya klub, orang tua juga harus cermat memilih kompetisi yang tepat untuk anak. Mereka perlu latihan, perlu bertanding, tetapi juga perlu beristirahat.
Jangan sampai bermain terus-menerus tanpa memperhatikan kondisi fisik,” tuturnya.
Menurut Bramantyo, turnamen basket internasional seperti yang digelar CLS dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing klub-klub Surabaya di tingkat nasional maupun internasional.
“Ini saatnya klub-klub Surabaya tidak hanya menjadi jagoan di kotanya sendiri. Kami harus mengukur kemampuan ketika bertemu tim dari luar daerah maupun luar negeri agar pembinaannya semakin baik,” katanya.
Bramantyo berharap CLS yang telah memasuki usia 80 tahun terus melahirkan pebasket berkualitas dan mampu mempertahankan tradisi prestasi yang selama ini telah dibangun.
“CLS adalah klub besar dengan sejarah panjang. Tantangannya sekarang adalah terus mencetak pemain yang lebih baik karena persaingan semakin ketat, baik dari klub di Surabaya maupun daerah lain seperti Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah,” pungkasnya.(sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan