Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Putra Tri Ramadani Cetak Sejarah, Raih Emas Lead World Climbing Series Praha 2026

Rahmat Adhy Kurniawan • Senin, 8 Juni 2026 | 05:57 WIB
Putra Tri Ramadani torehkan sejarah di nomor lead World Climbing Series 2026.(Inatagram)
Putra Tri Ramadani torehkan sejarah di nomor lead World Climbing Series 2026.(Inatagram)

RADAR SURABAYA – Kabar membanggakan datang dari dunia panjat tebing Indonesia. Atlet nasional asal Jawa Timur,

Putra Tri Ramadani berhasil mencetak sejarah setelah meraih medali emas nomor lead pada World Climbing Series Praha 2026 di Ceko, Senin (8/6) dini hari WIB.

Prestasi tersebut menjadikan atlet andalan Jawa Timur ini sebagai atlet Indonesia pertama yang sukses menjuarai nomor lead dalam ajang World Climbing Series.

Pencapaian ini sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru panjat tebing dunia.

Putra, yang akrab disapa Srondeng, tampil impresif sepanjang kompetisi. Pada babak final lead putra, ia membukukan skor 43 untuk mengamankan posisi puncak klasemen.

Manajer Tim Nasional Panjat Tebing Indonesia, Wahyu Pristiawan Buntoro, menyebut kemenangan Putra sebagai pencapaian bersejarah bagi olahraga panjat tebing Tanah Air.

Baca Juga: Dramatis! Penalti Evandra Florasta Antar Indonesia U-19 ke Semifinal ASEAN U-19 2026

 “Srondeng membuat sejarah,” kata Wahyu saat dihubungi dari Jakarta.

 

Putra Tri Kalahkan Atlet Jepang dan Austria

Dalam persaingan ketat di final, Putra berhasil mengungguli pemanjat unggulan Jepang, Neo Suzuki, yang harus puas di posisi kedua dengan skor 39.

Sementara peringkat ketiga ditempati atlet Austria, Jakob Schubert, dengan skor 37.

Keberhasilan tersebut semakin istimewa karena nomor lead selama ini didominasi atlet-atlet Jepang dan Eropa.

Namun, Putra mampu menunjukkan ketenangan serta teknik terbaiknya untuk mengalahkan para pesaing papan atas dunia.

Perjalanan Menuju Emas World Climbing Series Praha 2026

Sebelum tampil di final, Srondeng lebih dulu menunjukkan konsistensinya sejak babak kualifikasi. Ia berhasil menembus delapan besar dan mengamankan tiket ke semifinal.

Pada semifinal, Putra mencatatkan skor 37+ dan menempati posisi ketiga. Sementara dua peringkat teratas dihuni atlet Jepang, yakni Sorato Anraku dan Neo Suzuki, yang sama-sama meraih skor 38+.

Baca Juga: Christian Eriksen Kembali Kolaps di Lapangan, Laga Denmark Vs Ukraina Dihentikan

Meski hanya berada di posisi ketiga pada semifinal, Putra mampu tampil lebih baik saat final.

 Ia memaksimalkan setiap peluang untuk meraih poin dan akhirnya memastikan medali emas pertama Indonesia di nomor lead World Climbing Series.

Bukti Perkembangan Panjat Tebing Indonesia

Keberhasilan di Praha menjadi lompatan besar dalam karier Putra Tri Ramadani. Sebelumnya, ia sempat menembus final World Climbing Series Koper 2025 di Slovenia.

Namun, saat itu Putra harus puas finis di peringkat keenam dengan skor 40+ tanpa membawa pulang medali.

Hasil di Praha menunjukkan perkembangan signifikan yang dicapai atlet muda Indonesia tersebut.

 Medali emas ini juga menjadi bukti bahwa Indonesia tidak hanya kuat di nomor speed, tetapi mulai mampu bersaing di nomor lead yang memiliki tingkat persaingan sangat tinggi.

Prestasi Putra Tri Ramadani di World Climbing Series Praha 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi atlet-atlet panjat tebing Indonesia lainnya untuk terus berprestasi di kancah internasional dan mengharumkan nama bangsa.(rak) 

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#medali emas #panjang tebing #world climbing series praha 2026 #Putra Tri Ramadani #Jawa Timur