RADAR SURABAYA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2026.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memanggil delapan pengurus cabang olahraga (cabor) yang akan tampil pada ajang tersebut untuk mengikuti koordinasi di Kantor KONI Jatim pada 2–3 Juni 2026.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya KONI Jatim dalam menyusun strategi pembinaan sekaligus memetakan peluang medali dari setiap cabang olahraga yang akan dipertandingkan.
Dalam rapat koordinasi tersebut, masing-masing cabor diminta memaparkan progres persiapan atlet, program latihan, kebutuhan penguatan tim, hingga potensi pesaing dari daerah lain.
Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menegaskan bahwa pihaknya akan menerapkan seleksi ketat dalam menentukan atlet yang berhak mewakili provinsi pada PON Bela Diri 2026.
Kebijakan ini dilakukan agar anggaran yang tersedia dapat digunakan secara efektif sekaligus meningkatkan peluang Jawa Timur meraih prestasi maksimal.
Menurut Nabil, hanya atlet yang memiliki rekam jejak prestasi di level nasional yang akan dipertimbangkan untuk diberangkatkan.
Atlet yang pernah meraih medali emas atau minimal perak pada event yang diikuti sepanjang 2024, 2025, dan 2026 ini menjadi prioritas utama dalam proses seleksi.
"Kami ingin memastikan bahwa atlet yang dikirim benar-benar memiliki peluang meraih medali. Standarnya bukan sekadar ikut bertanding, tetapi mampu bersaing untuk mendapatkan emas atau minimal perak," ujar Nabil, Rabu (3/6).
PON Bela Diri Bukan Ajang Mencari Pengalaman
Nabil menegaskan bahwa PON Bela Diri merupakan ajang prestasi yang harus dimanfaatkan secara maksimal oleh setiap daerah.
Karena itu, KONI Jatim tidak ingin menjadikan kejuaraan tersebut sebagai sarana mencari pengalaman bagi atlet muda yang belum memiliki rekam jejak kompetitif yang memadai.
Ia menilai pembinaan dan penambahan jam terbang seharusnya dilakukan melalui berbagai kejuaraan sebelumnya.
Sementara pada PON Bela Diri, fokus utama adalah pencapaian prestasi dan perolehan medali.
"Kalau hanya untuk mencari pengalaman, tempatnya bukan di PON Bela Diri. Atlet yang berangkat harus memiliki catatan prestasi yang jelas, konsisten, dan berkelanjutan," tegasnya.
Lebih lanjut, Nabil menjelaskan bahwa proses rekrutmen atlet tidak dapat dilakukan secara mendadak.
Setiap atlet harus melalui proses pembinaan yang panjang serta menunjukkan performa stabil dalam berbagai kejuaraan.
Bedah Kekuatan dan Peluang Medali
Dalam koordinasi yang berlangsung selama dua hari tersebut, KONI Jatim juga membedah kekuatan masing-masing cabang olahraga.
Pembahasan mencakup komposisi pelatih, jumlah atlet yang akan diturunkan, nomor pertandingan yang akan diikuti, hingga analisis calon lawan yang berpotensi menjadi pesaing utama.
Langkah ini dilakukan agar setiap cabor memiliki target yang jelas dan realistis. Selain itu, KONI Jatim ingin memastikan bahwa seluruh program pembinaan berjalan sesuai kebutuhan dan berorientasi pada pencapaian medali.
Setelah rapat koordinasi selesai, setiap cabor diminta untuk meningkatkan intensitas latihan serta melakukan berbagai penguatan teknis maupun fisik bagi atlet.
KONI Jatim juga akan melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan program latihan berjalan optimal.
Tidak hanya itu, para atlet juga akan menjalani serangkaian tes untuk mengukur kesiapan fisik, teknik, dan mental menjelang pelaksanaan PON Bela Diri 2026.
Optimistis Raih Prestasi Maksimal
Dengan tradisi prestasi olahraga Jawa Timur yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama di tingkat nasional, Nabil optimistis sejumlah cabang olahraga memiliki peluang besar untuk menyumbangkan medali emas.
Menurutnya, kombinasi antara atlet berpengalaman, program latihan yang terarah, serta dukungan pembinaan yang berkelanjutan menjadi modal penting untuk bersaing dengan provinsi-provinsi lain.
"Kami optimistis ada beberapa cabang olahraga yang bisa menjadi andalan dan memberikan hasil terbaik untuk Jawa Timur," katanya.
Delapan Cabor Dipertandingkan di PON Bela Diri 2026
Pada PON Bela Diri II 2026, terdapat delapan cabang olahraga yang akan dipertandingkan, yaitu: Muaythai, Kickboxing, Anggar, IBCA MMA, Hapkido, Yongmoodo, Kurash, dan Tinju.
Dengan persiapan yang semakin matang dan seleksi atlet yang lebih ketat, KONI Jatim berharap dapat mempertahankan reputasi
Jawa Timur sebagai salah satu lumbung prestasi olahraga nasional sekaligus meraih hasil maksimal pada PON Bela Diri 2026. PON Bela Diri 2026 akan digelar pada bulan Oktober di Manado, Sulawesi Utara.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan