RADAR SURABAYA – Pengurus Provinsi Keluarga Tarung Derajat (Kodrat) Jawa Timur menyiapkan dua kejuaraan bergengsi pada pertengahan 2026, yakni Piala Gubernur Jawa Timur dan Bambang Haryo Soekartono (BHS) Cup.
Ajang ini menjadi bagian dari strategi pembinaan untuk mencetak atlet tarung derajat berprestasi di level nasional.
Ketua Harian Kodrat Jatim, Erwin H. Poedjono, mengatakan kedua kejuaraan tersebut akan digelar terpisah pada Juni hingga Juli 2026.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan tingginya jumlah peserta serta keterbatasan kapasitas venue.
Baca Juga: Liverpool vs Crystal Palace 3-1: Isak Bersinar, The Reds Tembus 4 Besar Premier League
“Awalnya kami ingin menggabungkan Piala Gubernur Jatim dan BHS Cup dalam satu event.
Namun, setelah mendapat masukan, kami harus mempertimbangkan jumlah peserta yang besar dan kapasitas tempat pertandingan,” ujar Erwin saat Rapat Koordinasi Program Kerja Tahun Anggaran 2026 di Gedung Dharma Lautan Utama (DLU), Sabtu (25/4).
Piala Gubernur Jawa Timur direncanakan diikuti atlet usia Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).
Sementara itu, BHS Cup akan difokuskan untuk atlet usia dini sebagai bagian dari pembinaan jangka panjang.
“Terkait status Piala Gubernur, apakah berskala nasional atau hanya untuk atlet Jawa Timur, masih akan dibahas lebih lanjut,” jelas Erwin.
Ketua Bidang Prestasi Kodrat Jatim, Cahyo Harjo Prakoso, menegaskan bahwa dua kejuaraan tersebut dirancang berjenjang untuk memperkuat sistem pembinaan atlet.
“Harapannya, Jawa Timur terus melahirkan atlet tarung derajat yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Selain itu, Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) dan Liga Tarung Derajat juga sudah mulai berjalan,” kata Cahyo.
Baca Juga: Megawati Tak Terbendung, Pertamina Enduro Juara Proliga 2026 dengan Dominan
Menurutnya, Kejurwil akan lebih dahulu digelar di Jombang dengan pelaksanaan teknis oleh tuan rumah, sementara Pengprov bertindak sebagai supervisor.
Workshop Seni Gerak Jadi Prioritas
Sebelum pelaksanaan dua kejuaraan tersebut, Kodrat Jatim akan menggelar workshop khusus nomor seni gerak pada Mei 2026 di Malang.
Kegiatan ini akan melibatkan seluruh pengurus cabang (pengcab) Tarung Derajat se-Jawa Timur.
Workshop tersebut juga akan menghadirkan Sang Guru Putri dan perwakilan perguruan pusat guna meningkatkan kualitas teknik atlet, khususnya di nomor seni.
“Nomor seni memiliki peluang medali yang besar di PON. Untuk nomor tarung, pembinaan kita sudah terbukti dengan raihan emas di PON dan Kejurnas. Namun, di nomor seni kita masih tertinggal,” ujar Erwin.
Ia menambahkan, melalui workshop ini diharapkan atlet Jawa Timur mampu mengejar ketertinggalan dan meningkatkan daya saing di level nasional.
Tambah Pengcab, Perkuat Pembinaan Daerah
Selain fokus pada kompetisi dan pelatihan, Kodrat Jatim juga berupaya memperluas pembinaan dengan menambah jumlah pengurus cabang.
Saat ini terdapat 24 pengcab di kabupaten/kota, dan pada 2026 ditargetkan bertambah tiga daerah baru, yakni Nganjuk, Tulungagung, dan Pacitan.
Langkah ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan pembinaan serta menjaring bibit-bibit atlet potensial di daerah.
“Penambahan pengcab menjadi bagian dari upaya kami mengembangkan olahraga tarung derajat secara merata di Jawa Timur,” pungkas Erwin.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan