RADAR SURABAYA – Ketua Pengprov Akuatik Indonesia Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur segera membangun fasilitas kolam khusus loncat indah guna menunjang pembinaan atlet secara optimal.
Dorongan ini muncul karena cabang olahraga akuatik di Jawa Timur selama ini masih didominasi oleh renang.
Sementara cabang lain seperti loncat indah, renang indah, dan polo air dinilai belum berkembang maksimal akibat keterbatasan fasilitas.
“Selama ini masyarakat hanya mengenal renang. Padahal, dalam akuatik ada beberapa cabang lain yang juga memiliki potensi besar, termasuk loncat indah,
jika didukung fasilitas memadai,” ujar Dewanti saat membuka Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Loncat Indah dan Renang Indah di Kolam Primalaras Surabaya, Sabtu (18/4).
Menurutnya, Kejurprov Akuatik 2026 menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali cabang-cabang akuatik non-renang.
Baca Juga: Tottenham vs Brighton 2-2: Spurs Tertahan di Zona Degradasi, Kemenangan Buyar di Menit Akhir
Tahun ini, seluruh disiplin akhirnya kembali dipertandingkan setelah sempat mengalami keterbatasan.
“Ini awal yang baik. Semua cabang bisa kembali menggelar kejuaraan, termasuk loncat indah dan renang indah,” katanya.
Antusiasme peserta pun cukup tinggi. Sebanyak 66 atlet dari 11 kabupaten/kota turut ambil bagian, yakni Bangkalan, Gresik, Jombang, Kabupaten Kediri, Lamongan, Lumajang, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, Sidoarjo, Kota Pasuruan, dan Surabaya.
Dewanti melihat banyak potensi atlet muda yang menjanjikan. Ia optimistis, dengan pembinaan yang tepat, para atlet tersebut mampu bersaing di level nasional hingga internasional.
“Banyak bibit muda yang bagus. Jika dibina secara serius, mereka bisa menjadi atlet unggulan Indonesia,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengembangan loncat indah membutuhkan dukungan infrastruktur yang serius.
Baca Juga: Usai Inggris, Prancis, dan Australia, Kini Giliran Polandia Batalkan Konser Kanye West
Selama ini, atlet Jawa Timur masih harus menyewa fasilitas untuk berlatih.
“Kami berharap Pemprov Jatim bisa segera membangun kolam loncat indah. Ini sangat penting agar pembinaan lebih maksimal dan atlet tidak terkendala tempat latihan,” tegasnya.
Senada dengan itu, Pelatih Tim Loncat Indah Jawa Timur, Ronaldy Herbintoro, menyebut kebutuhan fasilitas menjadi krusial mengingat prestasi Jatim di tingkat nasional sangat membanggakan.
Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, tim loncat indah Jawa Timur sukses meraih enam medali emas, tiga perak, dan dua perunggu, sekaligus menjadi juara umum.
Atlet andalan Gladies Lariesa Garina Hagakore menjadi bintang dengan menyumbangkan lima medali emas.
“Jatim masih menjadi barometer loncat indah nasional. Karena itu, fasilitas kolam sangat dibutuhkan agar prestasi bisa terus dipertahankan,” ujarnya.
Dengan capaian tersebut, Dewanti berharap pemerintah memberikan perhatian serius terhadap pengembangan olahraga akuatik secara menyeluruh di Jawa Timur.
“Kami ingin Jawa Timur memiliki fasilitas akuatik lengkap, mulai dari renang, loncat indah, polo air, hingga renang indah. Ini penting untuk masa depan olahraga,” pungkasnya. (sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan