Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

PB MuayThai Indonesia Ubah AD/ART, Sinergi Amatir dan Profesional Jadi Kunci Prestasi Internasional

Rahmat Adhy Kurniawan • Minggu, 12 April 2026 | 00:10 WIB
Bhimmo Chondro Wibowo.
Bhimmo Chondro Wibowo.

RADAR SURABAYA– Pengurus Besar MuayThai Indonesia (PB MI) resmi menyepakati perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026.

Keputusan ini dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas atlet melalui sinergi antara sektor amatir dan profesional.

Perubahan AD/ART tersebut disetujui oleh perwakilan dari 30 provinsi yang hadir. Salah satu poin utama adalah membuka ruang lebih luas bagi atlet untuk berkembang hingga ke level profesional.

Wakil Ketua Umum MuayThai Indonesia (MI) DKI Jakarta, Bhimmo Chondro Wibowo, menegaskan bahwa seluruh agenda Rakernas, termasuk Munas dan Munaslub, berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh peserta. 

Baca Juga: Persebaya Dipermalukan Persija 0-3 di SUGBK, Eksel Runtukahu Jadi Mimpi Buruk Bajul Ijo

“Seluruh keputusan terkait perubahan AD/ART telah disepakati oleh 30 provinsi. Tidak ada penolakan, semua mendukung program PB MI ke depan,” ujar Bhimmo.

Fokus Baru: Atlet Tak Hanya Amatir

Menurut Bhimmo, selama ini pembinaan lebih berfokus pada atlet amatir, sehingga jam terbang atlet Indonesia relatif terbatas saat menghadapi lawan di ajang internasional seperti SEA Games.

“Ketika tampil di level internasional, atlet kita sering menghadapi lawan yang sudah berpengalaman di level profesional. Ini tentu berpengaruh pada kualitas pertandingan,” jelasnya.

Melalui kebijakan baru ini, PB MI berupaya mengintegrasikan sistem pembinaan amatir dan profesional.

 Tujuannya agar atlet memiliki pengalaman bertanding yang lebih luas serta mampu bersaing dalam perebutan medali.

“Ini menjadi angin segar. Atlet yang tidak lagi tampil di amatir masih bisa melanjutkan karier di level profesional,” tambahnya.

Standarisasi Wasit dan Juri Diperkuat

Selain fokus pada atlet, perubahan AD/ART juga menyasar peningkatan kualitas perangkat pertandingan.

Ke depan, wasit dan juri akan diwajibkan mengikuti pelatihan serta sertifikasi profesional.

“Wasit dan juri tidak cukup hanya memiliki lisensi amatir. Mereka harus melalui pelatihan dan sertifikasi profesional untuk meningkatkan kualitas pertandingan,” tegas Bhimmo.

Baca Juga: Munas PB Muaythai 2026: LaNyalla Terpilih Aklamasi, Siapkan Generasi Juara Dunia

Ia menambahkan, wasit profesional nantinya dapat bertugas di semua level. Namun, wasit amatir tidak otomatis bisa naik tanpa melalui proses peningkatan kompetensi.

Dorong Persaingan Sehat Antardaerah

Ketua Pengprov MI Jawa Timur, Baso Juherman, menyambut positif perubahan tersebut.

 Ia menilai kebijakan ini akan memperkuat pembinaan dan meningkatkan persaingan antardaerah.

“Perubahan ini menjadi pijakan untuk maju. Pembinaan akan lebih merata, dan ke depan persaingan antardaerah akan semakin ketat,” ujar Baso.

Menuju Muay Thai Indonesia Lebih Kompetitif

Dengan adanya perubahan AD/ART ini, PB MI optimistis Muay Thai Indonesia akan semakin kompetitif di tingkat global.

Sinergi antara sektor amatir dan profesional diharapkan mampu melahirkan atlet berprestasi yang siap bersaing di panggung internasional.(rak) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#bhimmo Chondro Wibowo #muaythai #Baso Juherman #PBMI