Open Call IMI Surabaya: 128 Pembalap Balap Liar Ikuti Seleksi Atlet Puslatcab KONI di Sirkuit Bung Tomo
Andy Satria• Sabtu, 7 Maret 2026 | 20:42 WIB
Ketua Pengcab Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Surabaya, Samsurin.
Program pembinaan ini menjadi langkah serius menata bakat pembalap muda Surabaya sekaligus menekan balap liar.
RADAR SURABAYA – Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Surabaya terus memperkuat pembinaan atlet balap motor melalui program open call seleksi atlet Puslatcab KONI Kota Surabaya.
Program ini kini memasuki tahapan penting setelah seleksi tahap pertama resmi ditutup pada 28 Februari 2026.
Sebanyak 128 pembalap yang berasal dari komunitas balap liar dinyatakan lolos administrasi dan akan mengikuti tahap kedua seleksi yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Maret 2026.
Sebelum memasuki tahapan tersebut, para pembalap akan menjalani latbersus (latihan bersama khusus) yang digelar pada Minggu (8/3) di Sirkuit Bung Tomo, Surabaya.
Ketua IMI Kota Surabaya, Samsurin, menjelaskan bahwa latihan bersama tersebut menjadi momen penting bagi para pembalap untuk pertama kalinya mengenal karakter lintasan Sirkuit Bung Tomo.
“Latbersus ini menjadi awal bagi para pembalap dari komunitas balap liar untuk diperkenalkan dengan Sirkuit Bung Tomo sekaligus menilai kemampuan mereka sebelum masuk tahap seleksi berikutnya,” ujar Samsurin.
Pembinaan Menuju Atlet Balap Motor Surabaya
Program open call pembalap Surabaya ini merupakan bagian dari strategi pembinaan jangka panjang yang diinisiasi IMI Kota Surabaya bersama KONI Surabaya.
Rangkaian seleksi ini direncanakan berlangsung hingga tahap ketiga pada April 2027. Para pembalap yang berhasil melewati seluruh tahapan seleksi nantinya akan dipromosikan menjadi sparring partner atlet balap motor Puslatcab KONI Kota Surabaya.
Menurut Samsurin, program tersebut tidak hanya bertujuan mencari atlet berprestasi, tetapi juga menjadi upaya menyalurkan bakat pembalap muda yang sebelumnya menyalurkan hobi balapnya di jalanan.
“Ini adalah langkah progresif untuk memaksimalkan pemanfaatan Sirkuit Bung Tomo sekaligus mendata bibit-bibit pembalap Surabaya dalam satu basis data pembinaan,” jelasnya.
Dukungan KONI dan Pemkot Surabaya
Samsurin juga menyampaikan apresiasi kepada KONI Surabaya serta Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya yang memberikan dukungan terhadap program pembinaan tersebut.
Menurutnya, latihan bersama harus terus disemarakkan karena menjadi ruang pertemuan bagi berbagai elemen dalam ekosistem balap motor.
“Latihan bersama menjadi ajang pertemuan pembalap, mekanik, bengkel, penyelenggara event balap, hingga pengurus olahraga balap motor,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, klub maupun event organizer (EO) yang ingin menyelenggarakan kompetisi resmi diharapkan semakin memahami regulasi yang ditetapkan oleh IMI, termasuk prosedur rekomendasi kegiatan.
Bangun Iklim Otomotif Profesional
IMI Surabaya berharap program ini mampu membangun ekosistem otomotif yang profesional, kompetitif, dan berorientasi prestasi.
Selain itu, pembinaan melalui jalur resmi juga diharapkan mampu mengurangi praktik balap liar di jalanan dengan mengalihkan para pembalap ke lintasan balap yang aman dan terstruktur.
Dengan dukungan fasilitas Sirkuit Bung Tomo, Surabaya dinilai memiliki potensi besar untuk melahirkan pembalap muda berbakat yang dapat bersaing di tingkat nasional hingga internasional.(sam)