SURABAYA – Debat publik calon gubernur dan wakil gubernur Jatim yang dilaksanakan pada Selasa (11/4) malam membuat relawan pasangan nomor urut dua Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno semakin optimis. Keyakinan tersebut didasari atas penyampaian program dan debat yang dilakukan Gus-Ipul Puti bersama dengan pasangan calon lain.
Koordinator Forum Komunikasi Relawan Jokowi Purwadi mengatakan, Gus Ipul dan Puti punya perhatian lebih jelas dan komitmen tegas terhadap warga pinggiran dan warga marjinal. Hal tersebut terungkap dalam penyampaian program yang disampaikan di public dalam debat tersebut. “Relawan semakin percaya diri untuk mengenalkan program Gus Ipul-Puti kepada masyarakat Jatim,” katanya.
Dia mencontohkan, isu balita gizi buruk di Desa Kayen, Trenggalek, Puti telah turun ke sana, melihat langsung, dan berdialog dengan warga. Hal tersebut membuktikan kepedulian Puti meski kawasan Trenggalek menjadi daerah kepemimpinan Emil Dardak. “Puti Guntur seperti Jokowi. Merakyat. Tenang dan tegar,” jelasnya.
Begitu pula soal data pengguna internet. Gus Ipul mempunyai komitmen untuk perluasan dan pemerataan infrastruktur internet. “Langkah itu sangat tepat karena tidak semua kawasan sudah melek internet,” tambahnya.
Seknas Jokowi juga memperhatikan keterbukaan Gus Ipul, atas kekurangan pemerintahan Gubernur Soekarwo, yang dia dampingi selama 2 periode, dalam mengatasi kemiskinan Jawa Timur. “Gus Ipul kokoh pada data, bahwa selama Gubernur Soekarwo dan dirinya memimpin, sejak 2008-2018, angka kemiskinan di Jawa Timur turun. Jadi data dipakai untuk memahami realitas,” kata Sapto Raharjo, Ketua Seknas Jawa Timur.
Forum Komunikasi Relawan Jokowi merupakan wadah organisasi-organisasi relawan Jokowi. Seperti Seknas Jokowi, Pro Jokowi (Projo), Repdem, Sahabat Jokowi, Barisan Guruh Soekarnoputra, Relawan Jokowi (Rejo), Almishbat, Jaringan Nasional Indonesia Baru dan Masyarakat Peduli Pangan (MAPAN). (vga/nug)