RADAR SURABAYA - Pimpinan Pusat Muhammadiyah kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap krisis kemanusiaan di Palestina dengan menyalurkan ratusan paket bantuan Ramadan bagi masyarakat yang terdampak konflik.
Bantuan tersebut didistribusikan melalui Muhammadiyah Aid (MuAID) dan LazisMu bekerja sama dengan organisasi nonpemerintah (NGO) lokal Palestina, Witness-Shahid Center for Citizen Rights and Social Development.
Ketua Muhammadiyah Aid, Yayah Khisbiyah, menjelaskan bahwa program kemanusiaan ini bertujuan membantu masyarakat Palestina
memenuhi kebutuhan pangan selama bulan Ramadan, khususnya bagi para pengungsi dan keluarga rentan.
Sebanyak 850 paket bantuan telah disiapkan dalam program ini. Paket tersebut terdiri atas 350 paket sembako serta 500 paket iftar siap saji yang akan didistribusikan kepada warga Palestina di sejumlah wilayah terdampak.
Bantuan Disalurkan ke Gaza dan Kamp Pengungsi Tepi Barat
Distribusi bantuan difokuskan pada beberapa wilayah yang mengalami tekanan kemanusiaan berat, antara lain Al-Mawasi di Gaza serta sejumlah kamp pengungsi di Tepi Barat bagian utara, yaitu Jenin, Tulkarm, Nur Shams, Balata, dan Al-Ain.
Menurut Yayah, wilayah Al-Mawasi di Gaza Selatan menjadi salah satu lokasi prioritas karena menjadi tujuan utama para pengungsi setelah adanya perintah evakuasi sejak pertengahan 2024.
“Kondisi di sana kini memburuk akibat hancurnya infrastruktur di tengah kepadatan pengungsi yang terus meningkat,” ujar Yayah dalam keterangannya pada Kamis (12/3).
Ia menambahkan bahwa bantuan pangan selama Ramadan sangat penting bagi masyarakat Palestina yang saat ini menghadapi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar.
Membantu Kebutuhan Pangan dan Ekonomi Lokal
Selain membantu pemenuhan kebutuhan pangan keluarga rentan, program bantuan Ramadan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.
Yayah menjelaskan bahwa pengadaan bahan makanan dilakukan dengan melibatkan pemasok dan pedagang setempat, sehingga secara tidak langsung membantu menjaga perputaran ekonomi di tengah krisis yang melanda Palestina.
“Program ini tidak hanya membantu keluarga yang membutuhkan, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi lokal, khususnya bagi pemasok ritel dan penyedia bahan makanan,” katanya.
Muhammadiyah Jalankan Program Perdamaian untuk Pemuda Palestina
Program Ramadan Relief Initiative merupakan bagian dari rangkaian kerja sama kemanusiaan Muhammadiyah dengan Witness-Shahid Center for Citizen Rights and Social Development.
Pada periode 2024–2025, Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah juga telah menjalankan program bina damai bertajuk Multicultural Dialogue and Capacity Building for Palestine: Peacebuilding Lab, Being a Change Agent.
Program tersebut berfokus pada penguatan kapasitas generasi muda Palestina agar mampu berperan sebagai agen perubahan melalui dialog lintas budaya, negosiasi, serta pendekatan damai tanpa kekerasan.
Melalui berbagai program kemanusiaan dan pembangunan kapasitas tersebut, Muhammadiyah berharap dapat terus berkontribusi dalam membantu masyarakat Palestina menghadapi situasi krisis sekaligus mendorong terciptanya perdamaian yang berkelanjutan di kawasan tersebut.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan