RADAR SURABAYA - Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan kereta api Kelurahan Tebing Tinggi, Kecamatan Padang Hilir, Sumatera Utara, pada Rabu (21/1) malam.
Sebanyak sembilan orang tewas dalam insiden tersebut, seluruhnya berasal dari satu keluarga yang tengah melakukan perjalanan pulang usai menghadiri acara keluarga.
Korban tewas dalam kecelakaan tersebut di antaranya Asrah atau Umi Zahara, 80, anak-anaknya Zaitun, Daratul Laila, 50, dan Kadir, 42, serta cucu dan menantu mereka Hafis, 7, Devi, 41, dan Rafka, 6. Dua korban lainnya adalah kerabat mereka, Rizal, 59, dan Risnawati, 57, serta sopir.
Kepala Desa Mekar Sari, Juliadi, membenarkan bahwa enam dari sembilan korban merupakan warganya. “Mereka satu keluarga semua,” ujarnya dikutip, Jumat (23/1).
Ia menjelaskan bahwa empat jenazah disemayamkan di Gang Arjuna, Dusun I Desa Mekar Sari, Kecamatan Deli Tua, sementara dua lainnya dibawa ke rumah anaknya di Tanjung Morawa. Dua korban lainnya berasal dari Kecamatan Medan Marelan dan disemayamkan di sana.
Menurut Juliadi, rombongan keluarga tersebut awalnya menghadiri pesta di Kabupaten Batu Bara, lalu melanjutkan perjalanan ke Tebing Tinggi untuk membesuk kerabat yang sedang sakit.
“Datang ke sana untuk acara pertama undangan, yang kedua pulangnya melihat keluarga juga yang sakit,” jelasnya.
Ia mengaku pertama kali mengetahui kejadian itu dari media sosial, lalu langsung mendatangi rumah korban untuk memastikan kebenarannya.
“Saya pastikan, saya datang ke rumahnya, menanyakanlah, memang benar mereka warga saya ini,” pungkasnya.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan, menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal bertambah menjadi sembilan orang setelah pengemudi mobil yang sempat dirawat di RS Bhayangkara Tebing Tinggi dinyatakan meninggal dunia.
“Yang meninggal dunia pengemudinya, meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara,” ujarnya.
Polisi masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan kelalaian di perlintasan kereta api.
Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan keselamatan di titik-titik rawan kecelakaan, terutama yang melibatkan moda transportasi publik seperti kereta api. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari