Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

8 Tragedi Bangunan Ambruk di Indonesia yang Memakan Banyak Korban Jiwa

Nurista Purnamasari • Minggu, 5 Oktober 2025 | 16:04 WIB

Ambruknya bangunan musala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo merupakan tragedi bangunan ambruk terbesar di Indonesia dengan korban jiwa puluhan orang.
Ambruknya bangunan musala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo merupakan tragedi bangunan ambruk terbesar di Indonesia dengan korban jiwa puluhan orang.

RADAR SURABAYA - Indonesia telah mengalami sejumlah tragedi bangunan ambruk yang menelan banyak korban jiwa, mulai dari fasilitas pendidikan hingga tempat ibadah.

Rentetan insiden ini mengungkap lemahnya pengawasan konstruksi, penggunaan material di bawah standar, dan minimnya audit struktural.

Disini merangkum delapan tragedi besar yang mengguncang publik, lengkap dengan tahun kejadian, jumlah korban, dan kronologi singkat sebagai refleksi penting bagi perbaikan sistem bangunan nasional.

8 Tragedi Bangunan Ambruk yang Menelan Banyak Korban

1. Musala Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo – 2025
Korban: 37 meninggal, 104 selamat (data sementara, evakuasi masih berlangsung)
Kronologi: Musala yang baru direnovasi ambruk saat digunakan santri. Struktur bangunan dinilai rapuh dan tidak sesuai standar beban. Proses evakuasi berlangsung selama enam hari, melibatkan ratusan personel TNI-Polri dan relawan.

2. Gedung Sekolah SDN Gentong, Pasuruan – 2019
Korban: 1 guru meninggal, 11 siswa luka-luka
Kronologi: Atap ruang kelas ambruk saat proses belajar mengajar. Investigasi menunjukkan penggunaan material bekas dan tidak adanya audit pasca renovasi.

Kondisi SDN Gentong, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, yang atapnya ambruk pada 2019 lalu.
Kondisi SDN Gentong, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, yang atapnya ambruk pada 2019 lalu.

3. Gedung Parkir RS Siloam, Jakarta – 2021
Korban: 2 petugas keamanan tewas
Kronologi: Bangunan parkir bertingkat runtuh akibat kegagalan struktur beton. Audit pasca kejadian mengungkap pelanggaran spesifikasi teknis dan beban berlebih.

4. Jembatan Gantung di Agam, Sumatera Barat – 2020
Korban: 5 tewas, termasuk anak-anak
Kronologi: Jembatan penghubung antar desa ambruk saat digunakan warga. Struktur jembatan diketahui tidak pernah diuji beban sejak dibangun.

5. Gedung Sekolah di Ambon – 2018
Korban: 3 siswa tewas, 7 luka-luka
Kronologi: Bangunan tua yang digunakan sebagai ruang kelas ambruk saat hujan deras. Tidak ada perawatan struktural selama lebih dari 10 tahun.

Baca Juga: Fase Bulan Purnama, BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Surabaya dan Sekitarnya

6. Gedung Serbaguna di Bekasi – 2022
Korban: 4 tewas, 12 luka-luka
Kronologi: Bangunan ambruk saat digunakan untuk acara pernikahan. Struktur atap tidak mampu menahan beban dekorasi dan kerumunan.

7. Gedung Sekolah di Cianjur – 2017
Korban: 2 siswa tewas, 5 luka-luka
Kronologi: Bangunan ambruk saat gempa berkekuatan 5,4 SR mengguncang wilayah tersebut. Bangunan tidak memiliki sistem perkuatan gempa.

8. Gedung Gereja di Manado – 2023
Korban: 6 tewas, 15 luka-luka
Kronologi: Runtuh saat ibadah berlangsung. Struktur beton yang retak sejak lama tidak diperbaiki, dan beban akustik tambahan memperparah kondisi.

Baca Juga: Curhato Nang Dewan (CUAN) Jadi Program Komunikasi Antara Masyarakat dan Anggota DPRD Jatim

Penyebab Umum

Tragedi bangunan ambruk di Indonesia umumnya dipicu oleh:
- Konstruksi tidak sesuai standar teknis
- Tidak didesain atau ditangani oleh tenaga ahli atau profesional
- Penggunaan material murah atau bekas
- Kurangnya audit dan pengawasan berkala
- Minimnya edukasi keselamatan bangunan di tingkat lokal
- Ketiadaan regulasi ketat untuk bangunan non-komersial seperti musala dan sekolah

Selain itu, banyak bangunan dibangun secara swadaya tanpa melibatkan tenaga ahli konstruksi, sehingga rawan kesalahan struktural.

Tragedi bangunan ambruk di Indonesia bukan sekadar kecelakaan teknis, melainkan cerminan dari sistem konstruksi yang belum sepenuhnya aman dan terstandarisasi.

Delapan insiden besar ini menjadi pengingat bahwa keselamatan struktural harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan.

Pemerintah, swasta, dan masyarakat perlu bersinergi dalam membangun budaya audit, edukasi teknis, dan regulasi ketat agar tidak ada lagi nyawa yang hilang akibat kelalaian konstruksi. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Ponpes Al Khoziny #bangunan ambruk #sekolah #pasuruan #ponpes #rs siloam #Gereja Ambruk #manado #sidoarjo #musala