JAKARTA - Skandal korupsi pengadaan biskuit balita yang diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengguncang kepercayaan publik. Pasalnya, makanan bergizi yang dirancang untuk tumbuh kembang anak justru diakali dengan mengganti bahan bernutrisi dengan tepung dan gula murah. Praktik ini bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam masa depan generasi bangsa.
Sebagai respons, VTC Group menegaskan komitmennya dalam menjaga gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak secara menyeluruh melalui tiga unit utama, Premium Nanny, Valove Food dan Val The Consultant.
"Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi bentuk pengkhianatan terhadap masa depan anak-anak. Di VTC Group, kami percaya bahwa pengasuhan dan pemenuhan gizi adalah tanggung jawab serius yang menuntut integritas," ujar Valentina Maya Sari, CEO & Founder VTC Group, Rabu (14/8).
Premium Nanny menghadirkan pengasuh profesional yang dilatih memahami nutrisi anak, stimulasi perkembangan dini, serta pemantauan tanda-tanda kekurangan gizi.
Valove Food menyediakan layanan juru masak rumahan profesional yang fokus pada keamanan bahan, transparansi nutrisi, dan camilan sehat untuk anak.
Sementara itu, Val The Consultant berperan sebagai mitra edukasi keluarga dalam meningkatkan kualitas pengasuhan, standar gizi, serta perlindungan anak dari risiko fisik dan emosional.
"Saat nutrisi anak bisa dikorupsi, sektor swasta harus tampil sebagai penjaga masa depan. VTC Group hadir bukan hanya sebagai penyedia layanan, tetapi sebagai penjaga integritas pertumbuhan anak Indonesia," tegas Valeriana Rosmaya, Presiden Direktur VTC Group.
Dengan pendekatan berbasis cinta, gizi, dan keahlian, VTC Group mengajak seluruh pemangku kepentingan dari pemerintah, sektor swasta, hingga orang tua untuk bersama memastikan setiap anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan sehat, aman, dan penuh kasih sayang. VTC Group berkomitmen mendampingi dan Membesarkan Generasi Hebat dengan Gizi, Cinta, dan Integritas.
Editor : M Firman Syah