Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mengapa Warga Indramayu Berbahasa Jawa meski Berada di Jawa Barat? Ini Sebabnya

Lambertus Hurek • Minggu, 1 Juni 2025 | 14:33 WIB
Indramayu dikenal memiliki bahasa dan budaya yang unik. (IST)
Indramayu dikenal memiliki bahasa dan budaya yang unik. (IST)

RADAR SURABAYA – Meski berada di wilayah Provinsi Jawa Barat yang identik dengan bahasa Sunda, masyarakat Indramayu justru lebih banyak menggunakan bahasa Jawa. Fenomena ini berkaitan erat dengan sejarah panjang pengaruh kerajaan-kerajaan besar di masa lampau.

 Ketua Lembaga Basa lan Sastra Dermayu (LBSD), Supali Kasim, menjelaskan bahwa dominasi bahasa Jawa di Indramayu sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. "Indramayu pernah mengalami fase penggunaan bahasa Jawa Kuno," ujarnya di Indramayu belum lama ini.

Menurut dia, pada masa lalu Indramayu menjadi pelabuhan penting bernama Cimanuk, yang menjadi titik temu berbagai budaya. Catatan pengembara Portugis, Tomé Pirés, menunjukkan bahwa wilayah barat pelabuhan didominasi penutur bahasa Sunda, sedangkan wilayah timur berbahasa Jawa.

Pengaruh bahasa Jawa semakin kuat seiring masuknya pengaruh Majapahit, Demak, hingga Mataram. Saat Amangkurat II dari Mataram mengangkat Raden Wiralodra sebagai bupati Indramayu pada 1678 Masehi, struktur sosial dan bahasa Jawa mulai diperkuat.

"Pada masa itu, struktur bahasa Jawa seperti Ngoko-Kromo mulai masuk dan di Indramayu berkembang menjadi Bagongan dan Bebasan," jelas Supali.

Bersama tim LBSD, dia melakukan riset linguistik menggunakan metode Swadesh untuk membandingkan kosakata dasar antara penutur bahasa di Indramayu dan Yogyakarta. Hasilnya, tingkat perbedaannya hanya 28,5 persen.

"Secara linguistik, bahasa yang dituturkan masyarakat Indramayu adalah bahasa Jawa dengan dialek khas, yang kemudian dikenal sebagai Dermayon," ucapnya.

Beberapa kosakata kuno seperti kuwu (kepala desa) masih digunakan di Indramayu, meski telah hilang dari wilayah lain. Selain itu, terdapat juga pengaruh bahasa Sunda seperti kata meureun yang dilafalkan murun. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#bahasa jawa #bahasa sunda #Linguistik #Bagongan #majapahit #indramayu