RADAR SURABAYA — Persebata Lembata menutup kiprah perdananya di Liga 4 Nasional 2025 dengan catatan mengesankan: tak tersentuh kekalahan dalam 12 laga, mulai dari babak penyisihan, 16 besar, hingga 8 besar. Namun, nasib berkata lain.
Sistem kompetisi hanya mempertemukan juara grup A dan B di partai puncak, membuat Laskar Sembur Paus—julukan Persebata—harus rela menepi meski tak pernah tumbang.
Di partai terakhir babak 8 besar, Persebata tampil ngotot lawan Persitara Jakarta Utara di Surakarta. Sempat tertinggal 0-2, anak-anak Lembata menunjukkan mental baja. Gol Adam Abi dan Denni Ismau menyelamatkan muka tim, sekaligus menutup pertandingan dengan skor 2-2.
Sayang, hasil itu belum cukup. Tribarata FC, yang mengoleksi lima poin dari tiga laga, berhak atas tiket ke final. Persebata di posisi dua dengan tiga poin, harus mengubur mimpi melangkah lebih jauh.
“Anak-anak sudah tampil luar biasa. Mereka main dengan hati. Meski debutan, mereka mampu tampil menyala. Ini bukan akhir, ini awal yang baik untuk sepak bola Lembata,” ujar Gubernur NTT, Melki Laka Lena, memberi apresiasi.
Tak sekadar pujian, Gubernur Melki bahkan menyatakan kesiapan Pemprov NTT untuk menyediakan Stadion Oepoi, Kupang, sebagai homebase resmi Persebata di Liga Nusantara musim depan. (*)
Editor : Lambertus Hurek