Presiden Prabowo Ubah Rekrutmen TNI-Polri, Peserta Berkacamata Kini Bisa Ikut Seleksi

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 12:49 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat kepada 800 perwira tinggi TNI dan Polri seluruh Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 7 Oktober 2026. (BPMI Setpres/Muchlis Jr)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat kepada 800 perwira tinggi TNI dan Polri seluruh Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 7 Oktober 2026. (BPMI Setpres/Muchlis Jr)

RADAR SURABAYA – Presiden Prabowo Subianto meminta sistem rekrutmen TNI-Polri diubah agar tidak lagi hanya mengutamakan aspek fisik.

Peserta yang menggunakan kacamata kini berpeluang mengikuti seleksi selama memiliki kemampuan intelektual yang mumpuni.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman setelah menerima taklimat Presiden Prabowo bersama jajaran TNI-Polri.

Dudung mengatakan perubahan sistem rekrutmen tersebut diperlukan untuk menyesuaikan kebutuhan TNI dan Polri dengan tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Menurut dia, ancaman terhadap Indonesia saat ini tidak hanya berupa serangan fisik. Perkembangan teknologi juga membuat kemampuan intelektual menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman.

“Ke depan, sistem rekrutmen TNI-Polri tidak semata-mata melihat aspek fisik, tetapi juga intelektual.

Baca Juga: Biaya Haji 2027 Resmi Rp98,4 Juta, Bipih Jemaah Rp54,6 Juta

Jadi, kalau misalnya masuk tentara atau polisi pakai kacamata juga boleh, tetapi dia pintar,” kata Dudung, dikutip Kamis (8/10).

Rekrutmen TNI-Polri Hadapi Era Perang Hibrida

Dudung menjelaskan, salah satu tantangan yang perlu diantisipasi adalah perang hibrida. Model peperangan tersebut memanfaatkan berbagai teknologi modern, termasuk penggunaan drone.

Karena itu, menurut Dudung, personel TNI dan Polri membutuhkan kemampuan intelektual yang kuat untuk menghadapi perkembangan teknologi serta pola ancaman baru.

“Karena tantangan ke depan ini kan perang hibrida, perang menggunakan drone, dan sebagainya. Itu yang menjadi perhatian Bapak Presiden,” ujarnya.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan fisik bukan satu-satunya pertimbangan dalam proses seleksi TNI-Polri.

Kemampuan intelektual dan kesiapan menghadapi perkembangan teknologi juga menjadi perhatian pemerintah.

Profesionalisme Prajurit TNI-Polri Diperkuat

Selain perubahan sistem rekrutmen, Dudung mengatakan Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya meningkatkan profesionalisme prajurit dan anggota Polri.

Peningkatan profesionalisme dilakukan melalui latihan dan pendidikan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Liverpool vs Manchester City: Isak-Gakpo Cedera, Liverpool Hadapi Ujian Berat dari Man City

 Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi dinamika keamanan nasional dan situasi global yang terus berkembang.

Dudung memastikan jajaran TNI-Polri akan menjalankan arahan Presiden Prabowo tersebut.

Dalam taklimat itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi TNI dan Polri dalam mendukung berbagai program pemerintah.

“Beliau mengapresiasi sumbangsih TNI dan Polri yang selama ini mendukung program pemerintah, baik ketahanan pangan, ketahanan energi, maupun menjaga situasi keamanan saat ini,” kata Dudung.

Dengan perubahan tersebut, peserta berkacamata yang ingin mengikuti seleksi TNI-Polri memiliki peluang lebih besar untuk mendaftar.

Namun, kemampuan intelektual dan persyaratan lain dalam proses seleksi tetap menjadi bagian penting yang harus dipenuhi calon peserta.

 

 

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : jawapos.com
rekrutmen TNI-Polri seleksi TNI-Polri kacamata presiden prabowo subianto