Hari ke-10 SAR Wartawan Peliput Erupsi Anak Krakatau Meluas hingga 8.509 NM

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 09:15 WIB
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto memaparkan strategi rencana Operasi SAR hari ke-10 di Posko Utama SAR Gabungan, Pantai Carita, Pandeglang, Kamis (17/9) ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto memaparkan strategi rencana Operasi SAR hari ke-10 di Posko Utama SAR Gabungan, Pantai Carita, Pandeglang, Kamis (17/9) ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo

RADAR SURABAYA – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan wartawan dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari ke-10, Kamis (17/9).

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) kembali memperluas area pencarian hingga mencapai 8.509 nautical mile (NM) persegi.

 Luasan tersebut meningkat signifikan dibandingkan area pencarian pada hari kesembilan yang mencakup 3.439 NM persegi.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto mengatakan, perluasan area pencarian dilakukan pada hari ketiga masa perpanjangan operasi SAR. Wilayah pencarian dibagi menjadi 10 sektor utama.

Pembagian sektor tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan penyisiran dan meningkatkan peluang menemukan objek yang dicari.

"Diperluas hingga 8.509 NM persegi dengan menyiagakan total 24 unit kapal gabungan di 10 sektor," kata Rizky di Posko Utama SAR Gabungan, Pantai Carita, Pandeglang, Kamis (17/9).

523 Personel Gabungan Dikerahkan

Operasi SAR pencarian KM Arupadatu I melibatkan 24 unit kapal gabungan. Armada tersebut terdiri atas empat KN SAR milik Basarnas dari Banten, Lampung, Jakarta, dan Bengkulu.

Baca Juga: Pelaku Pembacokan di Jalan Teuku Umar Surabaya Diduga Berjumlah Tiga Orang

Selain itu, dikerahkan tiga unit RIB, lima KRI, dua KAL, serta satu RBB dari TNI AL. Operasi juga diperkuat delapan kapal Polairud dan satu kapal patroli KPLP.

Total terdapat 523 personel SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian rombongan wartawan dan kru KM Arupadatu I.

Sektor C menjadi wilayah pencarian terluas dengan cakupan 3.380 NM persegi.

Penyisiran dilakukan KRI Leuser dan KRI Dewa Kembar hingga memasuki perairan Samudra Hindia di sebelah barat Pulau Belimbing menuju selatan Pulau Enggano, Bengkulu.

Sektor A memiliki luas 1.156 NM persegi dan dikawal KN 213 Bengkulu di perairan barat Sumatra.

Sektor B seluas 494 NM persegi disisir RIB 020 dengan memutari Pulau Enggano.

Sementara itu, Sektor D seluas 637 NM persegi disisir KRI Teluk Gilimanuk dan KN SAR Antasena dari barat laut Pulau Panaitan hingga menuju pintu Samudra Hindia.

Pencarian Meluas hingga Perairan Lampung dan Banten

Di perairan Lampung, Sektor E seluas 542 NM persegi disisir KRI Kerambit di selatan Teluk Semangka.

Sektor F seluas 484 NM persegi menjadi wilayah operasi KN SAR Basudewa dengan rute memutari Pulau Tabuan.

Sektor G dengan luas 316 NM persegi dikawal RIB 02 Lampung, KRI Lepu, dan KAL Pahawang di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau dan Pulau Sebesi.

Baca Juga: Drawing Piala Liga Inggris: Liverpool Jumpa Chelsea, Alonso Diuji di Anfield

Untuk wilayah Banten, penyisiran Sektor H seluas 589 NM persegi dilakukan KN SAR Tetuka bersama lima kapal lainnya dari selatan Gunung Anak Krakatau hingga Pulau Panaitan.

Sektor I mencakup 397 NM persegi, meliputi pesisir Anyer, Carita, hingga Sumur. Adapun Sektor J seluas 114 NM persegi mencakup perairan Anyer hingga Merak.

Selain mengerahkan kapal, tim SAR gabungan terus berkoordinasi dengan Vessel Traffic Service (VTS) dan pemangku kepentingan terkait.

Pemantauan melalui e-broadcast juga diperkuat untuk meminta kapal-kapal yang melintas di Selat Sunda turut memperhatikan kemungkinan keberadaan objek pencarian.

Cuaca dan Aktivitas Gunung Anak Krakatau Jadi Perhatian

Rizky mengatakan kondisi cuaca dan aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi faktor yang turut diperhatikan dalam operasi pencarian.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di wilayah pencarian masih fluktuatif.

Cuaca diperkirakan berawan dengan tinggi gelombang mencapai 0,5–3,5 meter dan kecepatan angin 10–20 knot.

Di sisi lain, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga, disertai aktivitas gempa vulkanik dangkal.

"Seluruh area yang kami bagi di dalam 10 sektor itu masuk di dalam wilayah yang memang pergerakan kapal ataupun person on board (POB) yang kita cari. Jadi, tidak ada titik khusus.

 Kami berharap cuaca akan mendukung," ujar Rizky. Dengan perluasan area menjadi 8.509 NM persegi,

Basarnas dan seluruh unsur SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sejumlah wilayah perairan Selat Sunda hingga kawasan Samudra Hindia untuk menemukan rombongan wartawan dan kru KM Arupadatu I. 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : ANTARA
SAR wartawan KM arupadatu 1 Gunung Anak Krakatau basarnas