Cuaca Hambat Penyelaman KM Virgo, Basarnas Siapkan Skenario Alternatif

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 03:36 WIB
Kepala Basarnas Mohammad Syafii (tengah) memberikan keterangan dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ketiga kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9) malam. (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)
Kepala Basarnas Mohammad Syafii (tengah) memberikan keterangan dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ketiga kecelakaan Kapal Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9) malam. (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)

RADAR SURABAYA – Pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki hari ketiga dengan tantangan berat.

Kondisi cuaca buruk di perairan Laut Jawa menghambat operasi penyelaman bawah laut, sementara 129 orang masih belum ditemukan dari total 243 penumpang dan awak kapal.

Badan SAR Nasional (Basarnas) menyiapkan sejumlah skenario alternatif untuk memperluas pencarian korban, termasuk

kemungkinan melakukan tindakan terhadap bangkai kapal jika kondisi cuaca tidak memungkinkan tim penyelam bekerja secara aman.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan pencarian bawah laut menjadi salah satu sasaran utama operasi SAR.

Namun, keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama sebelum penyelaman dilakukan.

“Operasi hanya mungkin dilaksanakan atas dasar jaminan aman karena memang di situlah teori safety.

Baca Juga: Karhutla Hantam Wisata Jatim, Okupansi Hotel Anjlok hingga 80 Persen

Mudah-mudahan kondisi cuaca memungkinkan sehingga kita bisa melakukan tindakan semaksimal mungkin,” kata Syafii di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa malam.

Basarnas Maksimalkan Pencarian dari Udara dan Laut

Sambil menunggu kondisi memungkinkan, Basarnas terus memaksimalkan pencarian melalui unsur udara dan laut di permukaan perairan.

Operasi bawah laut tetap dipersiapkan apabila kondisi gelombang, arus, dan faktor keselamatan lainnya memungkinkan tiga tim penyelam bekerja di sekitar bangkai KM Virgo Transport 8.

Basarnas juga mendapat dukungan KRI Canopus. Kapal tersebut memiliki kemampuan pengamatan bawah laut menggunakan perangkat remotely operated vehicle (ROV) dan multibeam echosounder.

Namun, pengoperasian peralatan tersebut belum maksimal karena kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian sangat buruk dan berbahaya.

Menurut Syafii, kemampuan penyelam dan peralatan yang disiapkan sebenarnya mampu mendukung operasi hingga kedalaman lebih dari 150 meter.

Kendala utama berada pada kondisi gelombang, kecepatan arus permukaan dan bawah laut, serta jarak pandang yang terbatas di perairan Laut Jawa.

Siapkan Skenario terhadap Bangkai Kapal

Jika cuaca terus menghambat penyelaman, Basarnas akan melibatkan berbagai pihak yang memiliki kemampuan untuk menangani bangkai kapal.

Baca Juga: IndoBuildTech Surabaya 2026 Bidik Penguatan Pasar dan Koneksi Bisnis Jawa Timur

Skenario tersebut antara lain memperhitungkan proses salvage, kemungkinan membalikkan posisi kapal, hingga menarik kapal untuk membuka akses pencarian korban.

“Kita akan berupaya untuk bisa membawa kapal itu atau minimal kita bisa membalikkan kondisi kapal itu sehingga kita bisa melaksanakan operasi pencarian terhadap korban,” ujar Syafii.

Setelah proses pencarian terhadap korban selesai, penanganan selanjutnya akan diserahkan kepada tim investigasi yang dipimpin Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

114 Korban Telah Ditemukan

Hingga Selasa (15/9) pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi 114 korban telah ditemukan dan seluruhnya berhasil mendarat di Banjarmasin.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan enam orang dinyatakan meninggal dunia.

Dengan demikian, sebanyak 129 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang yang berada di dalam kapal.

Baca Juga: Sundut Rokok Pengunjung Tempat Hiburan Malam di Tidar Surabaya, Pria Ini Ditangkap

Syafii mengatakan hingga hari ketiga operasi SAR belum ada laporan mengenai penemuan korban tambahan dari berbagai unsur yang

terlibat dalam pencarian, baik dari udara, laut, masyarakat, maupun kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian.

Operasi pencarian tetap dilanjutkan dengan mempertimbangkan kondisi keselamatan personel di lapangan.

KM Virgo Hilang Kontak di Masalembo

KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang saat berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9).

Kapal tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 WITA.

Basarnas terus melakukan pencarian dan penyelamatan dengan mengerahkan berbagai unsur untuk menemukan korban yang masih belum ditemukan.

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : ANTARA
KM Virgo Transport 8 Masalembo kecelakaan kapal basarnas