Menkeu Baru Suahasil Nazara Ungkap Pesan Pertama dari Prabowo

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 18:44 WIB
Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. (BPMI Setpres/Kris)
Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. (BPMI Setpres/Kris)

RADAR SURABAYA – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Suahasil sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan dan mendampingi Purbaya dalam mengelola kebijakan fiskal.

Suahasil dilantik sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9). Pergantian tersebut menjadi bagian dari perombakan kabinet keenam sejak Prabowo menjabat sebagai presiden.

Penunjukan Suahasil menjadi perhatian karena dia bukan sosok baru di lingkungan Kementerian Keuangan.

Sebelum menjadi menteri, dia telah memiliki pengalaman panjang sebagai akademisi, pejabat pemerintah, hingga Wakil Menteri Keuangan.

Suahasil Nazara Prioritaskan APBN

Setelah dilantik, Suahasil mengatakan Presiden Prabowo memberikan arahan agar kesehatan dan kredibilitas keuangan negara tetap dijaga.

Baca Juga: Belajar Langsung Pakai Mikroskop, Siswa Surabaya Temukan Mikroplastik

"Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara tersebut," ujar Suahasil seusai pelantikan di Istana Negara.

Suahasil menegaskan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menjadi salah satu prioritasnya sebagai Menteri Keuangan.

Menurut dia, APBN harus berfungsi sebagai motor pertumbuhan sekaligus stabilisator ekonomi domestik.

Anggaran negara juga harus mampu mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah.

Suahasil berkomitmen menyampaikan informasi mengenai APBN secara transparan kepada masyarakat.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan negara.

Dia juga memastikan defisit APBN akan dijaga tetap di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan hingga akhir Juni 2026, defisit APBN mencapai Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap PDB.

"Saya juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan melalui APBN mendukung program prioritas pemerintah," tutur Suahasil.

Efisiensi Belanja Negara

Selain menjaga defisit, Suahasil menyoroti pentingnya efisiensi belanja negara. Namun, dia menegaskan efisiensi tidak berarti sekadar mengurangi anggaran.

Efisiensi harus memastikan setiap anggaran yang dikeluarkan pemerintah menghasilkan keluaran yang optimal dan sesuai dengan perencanaan.

Baca Juga: 59.990 SR Jargas Surabaya-Gresik, PGN Gencarkan Edukasi Gas Bumi

Dengan demikian, pengelolaan APBN di bawah kepemimpinan Suahasil akan diarahkan untuk menjaga kesehatan fiskal sekaligus mendukung agenda pembangunan pemerintah.

Profil Suahasil Nazara

Suahasil Nazara lahir di Jakarta pada 23 November 1970. Dia memiliki latar belakang akademisi dan ekonom sebelum memasuki pemerintahan.

Suahasil menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia pada 1994.

Dia kemudian melanjutkan pendidikan di Cornell University, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Science (M.Sc) pada 1997.

Pendidikan doktoralnya ditempuh di University of Illinois Urbana-Champaign, Amerika Serikat. Suahasil memperoleh gelar Doctor of Philosophy (P.hD) pada 2003.

Karier akademiknya dimulai sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) pada 1999.

Pada 2009, Suahasil memperoleh gelar guru besar atau profesor di bidang ilmu ekonomi.

Di FEB UI, dia pernah menjadi Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi pada 2004–2005, Kepala Lembaga Demografi pada 2005–2008, dan Ketua Departemen Ilmu Ekonomi pada 2009–2013.

Karier Suahasil di Pemerintahan

Pengalaman Suahasil di pemerintahan dimulai sebelum dirinya menjadi pejabat tinggi Kementerian Keuangan.

Dia pernah menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal pada 2009–2011.

Pada 2010–2015, Suahasil dipercaya menjadi Koordinator Kelompok Kerja Kebijakan pada Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) di Kantor Wakil Presiden RI.

Dia juga pernah menjadi anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional (KEN) pada 2013–2014.

Kariernya di Kementerian Keuangan semakin kuat setelah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) pada 6 Februari 2015.

Pada 31 Oktober 2016, Suahasil dilantik sebagai Kepala BKF definitif.

Kemudian, Presiden Joko Widodo melantik Suahasil sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 25 Oktober 2019.

Posisi tersebut kembali dijalankannya ketika Purbaya Yudhi Sadewa ditunjuk Presiden Prabowo sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani.

Kini, Suahasil naik menjadi Menteri Keuangan setelah Prabowo mengganti Purbaya.

Purbaya Sempat Hadiri Rapat DPD

Sebelum pergantian diumumkan, Purbaya masih menghadiri rapat kerja bersama Komite IV DPD RI pada Senin (14/9) pagi.

Dalam rapat tersebut, Purbaya menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih terjaga di tengah ketidakpastian global.

"Di tengah ketidakpastian global saat ini, perekonomian Indonesia masih tetap terjaga," kata Purbaya.

Dia menyebut ekonomi Indonesia masih tumbuh, inflasi terkendali, dan neraca perdagangan berada dalam kondisi baik.

Purbaya juga sempat menerima telepon saat berada di Gedung DPD RI. Setelah menerima telepon tersebut, dia meninggalkan gedung.

Tidak lama kemudian, pemerintah mengumumkan pergantian Menteri Keuangan. Suahasil Nazara kemudian dilantik sebagai penggantinya di Istana Negara.

Dengan pengalaman sebagai akademisi, Kepala BKF, dan Wakil Menteri Keuangan, Suahasil kini mendapat tugas besar untuk menjaga kredibilitas APBN,

mengendalikan defisit, meningkatkan efisiensi anggaran, serta memastikan kebijakan fiskal mendukung program prioritas pemerintahan Prabowo Subianto.

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Prabowo Subianto menteri keuangan Purbaya Yudhi Sadewa suahasil nazara reshuffle kabinet