RADAR SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bergerak membantu warga terdampak gempa bumi di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tim Unesa membentuk puskesmas sementara untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan setelah sejumlah fasilitas medis mengalami kerusakan.
Layanan kesehatan tersebut berlangsung pada 3–7 September 2026 melalui program Unesa Peduli Bencana yang berpusat di Posko Manggarai.
Selain pelayanan medis, tim Unesa juga memberikan pendampingan psikososial, pendidikan darurat, serta menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa.
Unesa Buka Puskesmas Sementara dan Layanan PONED
Ketua Tim Layanan Kesehatan Unesa, dr. Rizky Patria Nevangga, mengatakan puskesmas sementara dibentuk untuk menjadi akses layanan medis bagi masyarakat di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan pascagempa.
Baca Juga: Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, KAI Tambah 2 KA ke Jakarta
Tim Unesa bekerja sama dengan sejumlah mitra kesehatan sekaligus membuka layanan Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (PONED).
Layanan tersebut ditujukan untuk menjaga penanganan kesehatan ibu dan bayi tetap berjalan selama fasilitas kesehatan resmi belum dapat berfungsi secara optimal.
“Posko kesehatan menjadi salah satu akses masyarakat untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan kesehatan di tengah keterbatasan fasilitas pascabencana. Itu yang kami upayakan,” ujar dr. Rizky, Selasa (8/9).
Pelayanan yang diberikan mencakup pemeriksaan dasar, konsultasi, penanganan awal, hingga pemantauan kondisi pasien.
ISPA Jadi Keluhan Kesehatan Terbanyak
Dari hasil pelayanan kesehatan di lokasi bencana, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi keluhan yang paling banyak dialami masyarakat.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian tim medis Unesa dalam memberikan penanganan kepada warga terdampak gempa.
Selain masyarakat umum, tim juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, terutama ibu hamil, bayi, dan balita.
Periksa 70 Ibu Hamil, 18 Masuk Risiko Tinggi
Tim Fakultas Kedokteran Unesa melakukan pemeriksaan terhadap 70 ibu hamil. Pemeriksaan juga dilengkapi ultrasonografi (USG) untuk mengetahui kondisi ibu dan janin sekaligus mendeteksi kemungkinan risiko kehamilan.
Baca Juga: Kendaraan Roda Tiga Terbakar di Tandes Lor Surabaya, Baju Laundry Milik Pelanggan Hangus
Hasil pemeriksaan menemukan 18 kasus kehamilan berisiko tinggi.
Beberapa kondisi yang ditemukan antara lain hipertensi dalam kehamilan dan dugaan preeklamsia.
Selain itu, terdapat kasus anemia, posisi janin tidak normal, hingga letak plasenta rendah.
Kondisi tersebut membutuhkan pemantauan secara ketat serta tindak lanjut medis untuk mencegah komplikasi yang dapat membahayakan ibu maupun janin.
Perkuat Layanan Ibu Hamil Melalui ANC
Pelayanan bagi ibu hamil kemudian dilanjutkan melalui program Antenatal Care (ANC).
Pemeriksaan tersebut meliputi deteksi risiko kehamilan, edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan, konseling kesehatan, serta penanganan berdasarkan kondisi masing-masing pasien.
“Pelayanan ini menjadi upaya untuk memastikan ibu hamil tetap mendapatkan pemeriksaan yang dibutuhkan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko kehamilan.
Deteksi dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” tegas dr. Rizky.
Unesa Serahkan Peralatan Medis untuk Posko Manggarai
Selain membuka layanan kesehatan, Unesa turut memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di lokasi bencana dengan menyerahkan bantuan peralatan medis.
Bantuan tersebut diberikan melalui kerja sama dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) serta Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Peralatan yang disalurkan meliputi:
- Dua set instrumen persalinan.
- Lima set perlengkapan persalinan.
- 10 paket perlengkapan persalinan.
- Satu unit alat pendeteksi denyut jantung janin (fetal doppler).
- Obat-obatan.
- Logistik penunjang operasional posko.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan layanan kesehatan masyarakat selama masa pemulihan pascagempa.
Dengan adanya puskesmas sementara, layanan PONED, pemeriksaan ibu hamil, serta dukungan peralatan medis, Unesa berupaya memastikan kebutuhan kesehatan warga Manggarai tetap terpenuhi hingga fasilitas kesehatan resmi kembali berfungsi secara optimal.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan