Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin 8 Bandara Ditutup, Paper Test Dilakukan Tiap 30 Menit

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 07:09 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. (Instagram)
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. (Instagram)

RADAR SURABAYA— Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) membuat pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap penyebaran abu vulkanik di sejumlah wilayah.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan paper test dilakukan setiap 30 menit di bandara terdampak untuk memastikan kondisi abu vulkanik dan keselamatan penerbangan.

Pemantauan tidak hanya dilakukan di delapan bandara yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau, tetapi juga diperluas ke sejumlah bandara lain, khususnya yang berada di jalur pergerakan abu vulkanik.

"Kami terus memonitor setiap setengah jam. Setiap 30 menit, kami melakukan paper test di seluruh bandara, tidak hanya di delapan bandara tersebut,

tetapi seluruh bandara, khususnya yang mengarah ke timur, untuk mengantisipasi apakah penyebaran debu itu semakin melebar atau berkurang," kata Dudy saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (6/9).

Arah Angin Berubah

Dudy menjelaskan, peningkatan pengawasan dilakukan setelah pemerintah melakukan koordinasi terbaru dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta pemangku kepentingan penerbangan.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-20 Lolos Piala Asia 2027, Nova Arianto Ungkap Kunci Sukses Garuda Muda

Hasil pemantauan menunjukkan adanya perubahan arah angin. Jika sebelumnya angin bergerak ke barat, kini arahnya berubah ke timur dengan kecepatan sekitar lima knot pada ketinggian 15 ribu kaki.

Perubahan tersebut menjadi perhatian pemerintah karena dapat memengaruhi pola penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Jika sebaran abu semakin meluas, kondisi tersebut berpotensi mengganggu operasional penerbangan di wilayah lain.

Karena itu, pemantauan dilakukan secara intensif untuk menentukan langkah operasional berdasarkan kondisi terkini.

8 Bandara Ditutup Sementara

Berdasarkan hasil evaluasi bersama, Kementerian Perhubungan memutuskan menutup sementara delapan bandara hingga pukul 24.00 WIB.

Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi sekaligus untuk menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan.

Delapan bandara yang ditutup sementara adalah:

1. Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

2. Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

3. Bandara Radin Inten II, Lampung.

4. Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

5. Bandara Budiarto, Curug, Tangerang.

6. Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

7. Bandara Taufik Kiemas, Pesisir Barat, Lampung.

8. Bandara Atung Bungsu, Pagar Alam, Sumatera Selatan.

Hasil Paper Test Masih Positif Abu Vulkanik

Menhub menegaskan paper test menjadi salah satu metode pemantauan yang dilakukan secara berkala untuk mengetahui keberadaan abu vulkanik di lingkungan bandara.

Baca Juga: Drama Derby London! Arsenal Bangkit dari Ketertinggalan untuk Tekuk Chelsea 2-1

Hingga pemantauan terakhir, hasil paper test di delapan bandara terdampak masih menunjukkan indikasi positif adanya abu vulkanik.

Dengan kondisi tersebut, operasional penerbangan di bandara-bandara tersebut belum dapat dipulihkan.

Selain pengujian setiap 30 menit, pemerintah juga memperbarui hasil pemantauan secara berkala dengan memadukan informasi dari BMKG, pengelola bandara, AirNav Indonesia, dan instansi terkait lainnya.

Pemerintah Pantau Penyebaran Abu Vulkanik

Dudy meminta seluruh pemangku kepentingan penerbangan, termasuk Angkasa Pura dan BMKG, terus menyampaikan perkembangan kondisi kepada masyarakat.

Informasi tersebut diperlukan agar calon penumpang maupun masyarakat dapat mengetahui perkembangan operasional penerbangan secara terbaru.

Ia menegaskan keputusan untuk membuka kembali ataupun memperpanjang penutupan bandara akan didasarkan pada hasil pemantauan lapangan.

"Setiap setengah jam kita uji. Jadi, sampai sekarang di delapan bandara itu masih positif. Kami akan terus sampaikan, dari pihak Angkasa Pura, dari pihak BMKG nanti akan menyampaikan informasi itu secara berkelanjutan," kata Dudy.

Pemerintah memastikan pemantauan pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terus dilakukan secara intensif hingga kondisi dinyatakan aman bagi operasional penerbangan.

 

 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : ANTARA
erupsi gunung anak krakatau Bandara Ditutup BMKG Gunung Anak Krakatau