Begini Jawaban KSAD TNI Terkait Jembatan Ambruk di Pangandaran

Guntur Irianto • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 15:54 WIB
INVESTIGASI: KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan melakukan investigasi terkait jembatan ambruk di Pangandaran, Jawa Barat.(IST/RADAR SURABAYA)
INVESTIGASI: KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan melakukan investigasi terkait jembatan ambruk di Pangandaran, Jawa Barat.(IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Tragedi ambruknya Jembatan Gantung Pongpet di Pangandara, Jawa Barat (Jabar), dijawab oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Ia memastikan pihaknya bertanggung jawab terkait jembatan yang ambruk usai pemotongan pita atau peresmian tersebut. 

Hal ini disampaikan KSAD Maruli saat meresmikan Jembatan Garuda di Genting Kalianak, Surabaya. Ia memastikan investigasi terkait robohnya jembatan gantung sudah dilakukan. Ia menyebut jika jembatan gantung itu mengalami overload.

Ia mengungkapkan, jembatan gantung ini ambruk karena banyak yang berkumpul pada satu titik jembatan. Ini menyebabkan jembatan ambruk. "Kami mohon maaf atas kejadian ini. Kami bertanggung jawab dan sekarang sedang melakukan investigasi," ungkap Maruli usai memantau Jembatan Garuda di Surabaya, Rabu (2/9).

Baca Juga: Beli lewat Instagram, Pengedar Ganja di Banyu Urip Surabaya Simpan Barang di Bawah Meja

Ia yang juga menjabat Kepala Satgas Pembangunan Jembatan ini menyebut, jembatan yang dibangun TNI ini bersifat perintis. Jembatan tersebut sebagai solusi awal untuk masyarakat. 

"Ini adalah jembatan perintis, jadi memang ada batas kemampuan dan kapasitasnya. Di depan jembatan juga sudah ada papan peringatan mengenai jumlah orang yang boleh melintas," ungkapnya.

Ia mengungkapkan, konstruksi jembatan tersebut sebelumnya telah ditingkatkan kekuatannya sebelum digunakan masyarakat. Penguatan juga dilakukan pada bagian tali sling yang disebut mengalami peningkatan kekuatan sekitar 20 hingga 30 persen.

Baca Juga: Bhayangkara FC vs Persebaya di Laga Perdana Super League 2026/2027, Tavares Waspadai 2 Faktor

"Jembatan perintis ini sifatnya solusi awal. Pada akhirnya, jembatan permanen menjadi tanggung jawab pemerintah daerah," katanya.(gun)

Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya
pangandaran jawa barat Gantungan kunci ambruk jembatan