RADAR SURABAYA– Rangkaian Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, berjalan sesuai jadwal.
Dua agenda utama muktamar telah diselesaikan dengan baik sebelum peserta melanjutkan pembahasan melalui sidang komisi secara paralel.
Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Prof. M. Nuh, mengatakan dua sidang pleno yang menjadi agenda utama telah dilalui tanpa kendala berarti.
"Alhamdulillah, dua agenda utama, dua pleno sudah bisa kita lalui dengan sangat baik," kata Prof. Nuh di Jombang, Jumat (28/8) malam.
Dua Sidang Pleno Muktamar ke-35 NU
Dua agenda yang telah diselesaikan tersebut terdiri atas sidang pleno pertama dan sidang pleno kedua.
Baca Juga: Khofifah: Muktamar Ke-35 NU Momentum Perkuat Soliditas dan Persatuan Warga Nahdliyin
Sidang pleno pertama membahas persiapan serta agenda pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
Sementara itu, sidang pleno kedua membahas laporan pertanggungjawaban Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2022–2027.
Prof. Nuh menjelaskan, sidang pleno kedua diawali dengan pengantar dari Rais Aam PBNU. Setelah itu, Ketua Umum PBNU menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan.
Pandangan terhadap laporan tersebut kemudian disampaikan melalui perwakilan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU).
Mekanisme tersebut diterapkan karena jumlah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di seluruh Indonesia mencapai ratusan.
Kondisi itu membuat seluruh PCNU tidak memungkinkan menyampaikan pandangan secara langsung dalam forum.
Perwakilan PWNU dari Berbagai Wilayah
Perwakilan PWNU yang menyampaikan pandangan berasal dari berbagai wilayah Indonesia.
Mereka dibagi berdasarkan kawasan, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Jawa termasuk Madura, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca Juga: Bursa Transfer: Tak Masuk Skuad Iraola, Harvey Elliott Selangkah Lagi Tinggalkan Liverpool
Selain itu, terdapat pula perwakilan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Jepang.
"Dari sampling yang menyampaikan itu, 11 termasuk PCI Jepang, semuanya menerima dengan baik. Tentu ada beberapa saran dan seterusnya, prinsipnya menerima dengan baik," ujar Prof. Nuh.
Berdasarkan pandangan para perwakilan tersebut, forum kemudian menyimpulkan bahwa laporan pertanggungjawaban PBNU yang mencakup unsur Syuriyah dan Tanfidziyah dapat diterima dengan baik.
Sidang Komisi Muktamar NU Berjalan Paralel
Setelah dua sidang pleno selesai, rangkaian Muktamar ke-35 NU berlanjut ke sidang komisi yang digelar secara paralel.
Sejumlah komisi yang membahas agenda muktamar meliputi Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Maudlu'iyyah, Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Waqi'iyyah,
Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Qanuniyyah, Komisi Organisasi, Komisi Program, dan Komisi Rekomendasi.
Menurut Prof. Nuh, sidang komisi membahas sejumlah materi yang merupakan tindak lanjut hasil Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU.
Selain itu, terdapat materi yang secara khusus dibahas dalam Muktamar ke-35 NU di Jombang.
Pemilihan Kepengurusan PBNU
Prof. Nuh memastikan seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU masih berjalan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
Hasil pembahasan masing-masing komisi nantinya akan dibawa ke sidang pleno untuk disahkan. Salah satu agenda yang juga menjadi perhatian adalah pembahasan tata tertib pemilihan kepengurusan PBNU.
"Ini sesuai jadwal. Alhamdulillah, on track," kata Prof. Nuh.
Dengan selesainya dua agenda utama tersebut, perhatian peserta Muktamar ke-35 NU kini beralih pada hasil pembahasan sidang komisi serta agenda lanjutan yang akan menentukan keputusan organisasi dalam forum muktamar.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : ANTARA