Unesa Siapkan Tenaga Pendamping untuk Perkuat Pendidikan Bermutu di Kupang dan Tidore

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:44 WIB
Unesa mendukung pemerataan pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. (Humas)
Unesa mendukung pemerataan pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. (Humas)

RADAR SURABAYA — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) turut mendukung pemerataan pendidikan bermutu melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara.

Program SNT menjadi salah satu upaya menghadirkan layanan pendidikan berkualitas di wilayah yang menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan akses.

Kupang dan Tidore merupakan dua dari 17 lokasi penyelenggaraan Program SNT di Indonesia.

Dalam program tersebut, Unesa bersama Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) lainnya mendapat mandat menyiapkan dan mendampingi Tenaga Pendamping Pembelajaran (TPP).

Para tenaga pendamping dipersiapkan agar memiliki kompetensi akademik dan profesional sebelum diterjunkan ke sekolah sasaran.

Unesa Seleksi Ketat Tenaga Pendamping Pembelajaran

Ketua Tim Program SNT LPTK Unesa, Mochamad Nursalim, mengatakan kesiapan TPP menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program.

Baca Juga: Pasar Properti Premium Surabaya Tetap Tumbuh, Pakuwon Bidik Penjualan Rp1,5 Triliun pada 2026

Para pendamping mengikuti proses seleksi yang mencakup kompetensi bidang studi, kemampuan komunikasi dan kolaborasi, serta kesiapan beradaptasi dengan lingkungan penempatan.

Anggota Tim Seleksi TPP, Yes Matheos Lasarus Malaikosa, memastikan seluruh pendamping yang dinyatakan lolos telah memenuhi persyaratan.

“Seluruh TPP yang dinyatakan lulus telah mengikuti proses seleksi secara objektif. Para TPP telah memenuhi persyaratan, memiliki kompetensi sesuai bidang studi, dan dinilai layak melaksanakan tugas pendampingan pembelajaran di lokasi SNT masing-masing,” ujarnya, Kamis (27/8).

Pada tahap awal, Program SNT menyasar jenjang SMP dan SMA dengan masing-masing dua rombongan belajar.

TPP nantinya mendukung proses pembelajaran sekaligus membantu sekolah mengembangkan inovasi dan memanfaatkan teknologi pendidikan.

Mereka juga berperan membangun komunikasi dengan berbagai unsur sekolah.

Program SNT Integrasikan Sarana dan Kualitas SDM

Koordinator Pendampingan SNT Kabupaten Kupang, Andi Kristanto, mengatakan Program SNT dirancang menggunakan pendekatan terintegrasi.

Menurut dia, program tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan atau penguatan sarana dan prasarana pendidikan, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia serta inovasi pembelajaran.

Baca Juga: BRI Ajak Relawan Perkuat Potensi Desa BRILiaN Sanur Kaja

“Program SNT selaras dengan prioritas pemerintah dalam mewujudkan pemerataan mutu pendidikan.

Program ini menggunakan pola baru yang mengintegrasikan penguatan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta inovasi pembelajaran. Pola tersebut diharapkan menghasilkan dampak yang berkelanjutan,” jelasnya.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih kuat dan memberikan dampak jangka panjang bagi sekolah serta peserta didik di daerah sasaran.

TPP Antusias Ikuti Pelatihan dan MPLS

Monitoring pelaksanaan Program SNT di Kabupaten Kupang dan Kota Tidore Kepulauan menunjukkan respons positif dari tenaga pendamping, guru, maupun peserta didik.

Sebelum menjalankan tugas, para TPP telah mengikuti pelatihan. Mereka juga turut mendukung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sesuai jadwal yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Koordinator Monitoring SNT Kabupaten Kupang, Kartika Rinakit Adhe, mengatakan para pendamping menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti rangkaian kegiatan.

“Para TPP menunjukkan semangat dan antusiasme yang tinggi selama mengikuti pelatihan.

Para TPP juga telah mendukung dan melaksanakan kegiatan MPLS dengan lancar sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” ungkapnya.

Program SNT diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga membangun budaya belajar dan memperluas akses pendidikan bermutu bagi peserta didik di wilayah yang menghadapi tantangan layanan pendidikan.

Program tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 4, khususnya terkait pendidikan berkualitas, serta menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. (rmt)

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sekolah Nasional Terintegrasi SDG 4 Program SNT UNESA