Gempa NTT: Wisudawan Untag Surabaya Dorong Bantuan Segera Disalurkan

Rahmat Sudrajat • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 18:36 WIB
Penyerahan donasi kemanusiaan untuk korban gempa NTT oleh Rektor Untag Surabaya bersama IKA Untag. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Penyerahan donasi kemanusiaan untuk korban gempa NTT oleh Rektor Untag Surabaya bersama IKA Untag. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA – Gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) turut dirasakan keluarga mahasiswa dan wisudawan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.

 Kondisi tersebut membuat momentum wisuda ke-133 Untag Surabaya menjadi lebih bermakna karena kampus sekaligus menghimpun bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak gempa NTT.

Pada wisuda Periode II Genap Tahun Akademik 2025/2026, Untag Surabaya menyerahkan donasi kemanusiaan yang dihimpun melalui Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKA) Untag.

 Donasi tersebut mencapai lebih dari Rp97 juta dan akan digabungkan dengan bantuan dari sivitas akademika Untag Surabaya.

Salah satu wisudawan yang memiliki keluarga di wilayah terdampak adalah Markus Andrianus.

Lulusan Administrasi Niaga tersebut berasal dari Flores Timur, NTT, yang turut merasakan guncangan gempa.

Markus mengatakan, hanya ibunya yang dapat mendampinginya dalam prosesi wisuda. Sementara itu, keluarga besarnya masih berada di Flores Timur.

Baca Juga: ITS Uji Alat Pendeteksi Gempa dan Bangunan Tahan Gempa Berbiaya Rendah

Menurut Markus, guncangan di daerah asalnya tidak terlalu parah. Namun, sejumlah teman dan kerabatnya di wilayah lain di NTT mengalami dampak lebih berat akibat gempa.

“Kalau daerahku itu di Flores Timur, terdapat guncangan sedikit saja. Tidak terlalu parah juga. Namun, banyak teman dan saudara jauh yang terdampak,” kata Markus, Minggu (23/8).

Jaringan Komunikasi Terganggu

Kondisi pascagempa juga diperparah dengan gangguan jaringan komunikasi. Markus menyebut sejumlah teman dan keluarganya di daerah terdampak belum dapat dihubungi.

“Kalau teman-temanku yang berada di daerah terdampak, ada keluarga yang tidak bisa dihubungi karena jaringan komunikasi juga terganggu,” tuturnya.

Saat mengetahui gempa terjadi, Markus langsung berusaha menghubungi orang tuanya.

 Ia memperoleh informasi mengenai gempa sekitar pukul 06.00 waktu setempat atau pukul 07.00 WITA.

Beruntung, keluarga Markus di Flores Timur dalam kondisi selamat. Namun, kondisi tersebut membuatnya berharap bantuan bagi masyarakat terdampak gempa dapat segera disalurkan.

Baca Juga: Libur Maulid Nabi, KAI Daop 8 Surabaya Prediksi Layani 162 Ribu Penumpang

“Harapan saya, semoga ada gerakan cepat untuk menyalurkan sumbangan kepada warga-warga yang terdampak di Flores,” ujarnya.

Donasi Untag Lebih dari Rp97 Juta

Rektor Untag Surabaya Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., mengatakan IKA Untag telah menyerahkan donasi kemanusiaan senilai lebih dari Rp97 juta.

Dana tersebut nantinya digabungkan dengan sumbangan yang dihimpun dari sivitas akademika Untag Surabaya.

Kampus juga menyiapkan tim untuk bekerja sama dengan pihak ketiga dalam proses penyaluran bantuan ke NTT.

“Nanti kita gabung dengan donasi. Kita menghimpun dana dari sivitas akademika dan menggabungkannya dengan donasi dari alumni.

 Kemudian, ada tim yang bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mendatangi langsung NTT,” jelas Harjo.

Harjo juga memastikan seluruh wisudawan asal NTT yang mengikuti prosesi wisuda Untag Surabaya pada Minggu (23/8) hadir.

“Alhamdulillah, yang wisuda hari ini memang ada lulusan dari NTT. Alhamdulillah, hadir semua,” katanya.

Untag Surabaya menargetkan bantuan dapat segera disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa NTT.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.

Bagi Markus, bantuan yang cepat dan tepat sasaran menjadi bentuk kepedulian penting bagi masyarakat Flores dan wilayah NTT lainnya yang terdampak gempa.(rmt) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Gempa NTT untag surabaya donasi