Muhammadiyah Terjunkan EMT Internasional untuk Perkuat Respons Gempa Flores

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:59 WIB
Tim medis Muhammadiyah sudah berada di lapangan membantu penanganan korban gempa NTT. (Muhammadiyah)
Tim medis Muhammadiyah sudah berada di lapangan membantu penanganan korban gempa NTT. (Muhammadiyah)

RADAR SURABAYA – Muhammadiyah memperkuat respons kemanusiaan terhadap bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan menerjunkan Emergency Medical Team (EMT) Internasional Muhammadiyah.

Tim tersebut disiapkan untuk membantu penanganan masyarakat terdampak gempa, terutama di tengah kondisi wilayah yang masih berpotensi mengalami gempa susulan.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr. H. Agus Taufiqurrahman, M. Kes, Sp.S, mengatakan EMT Internasional Muhammadiyah telah mulai bergerak menuju wilayah terdampak.

“EMT sudah mulai bergerak dan diberangkatkan. Mengingat kondisi NTT masih sering mengalami gempa susulan, diperlukan rumah sakit lapangan seperti tenda-tenda yang dimiliki EMT Internasional Muhammadiyah,” ujar Agus, Sabtu (22/8).

Muhammadiyah Kirim Tim Kesehatan dari Berbagai Daerah

Sebelum menerjunkan EMT Internasional, Muhammadiyah telah lebih dahulu mengirimkan tim kesehatan dari jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah-Aisyiyah (RSMA) dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA).

Baca Juga: Manchester City vs Bournemouth: Era Enzo Maresca Dimulai, Bidik Start Manis Lawan Bournemouth

Sejumlah institusi yang terlibat dalam respons awal tersebut antara lain Klinik Muhammadiyah Ende, NTT, RS PKU Muhammadiyah Bima, jaringan RSMA di Jawa, serta Universitas Muhammadiyah Makassar.

Muhammadiyah juga menyiapkan langkah-langkah terkoordinasi agar bantuan dapat menjangkau masyarakat di berbagai wilayah terdampak gempa Flores.

Sembilan Langkah Muhammadiyah Respons Gempa Flores

Agus menjelaskan, terdapat sembilan langkah utama yang dilakukan Muhammadiyah dalam merespons bencana gempa bumi di NTT.

Langkah pertama adalah mendirikan Posko Koordinasi Wilayah (Poskorwil) Respons Gempa Flores di Klinik Muhammadiyah Utama Ende.

Kedua, Muhammadiyah mendirikan Posko Koordinasi Daerah (Poskorda) di enam Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) yang terdampak, yakni Nagekeo, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ende, Sikka, dan Manggarai.

Ketiga, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTT diminta mengirimkan tim dari Kupang untuk memimpin Poskorwil yang berpusat di Ende.

Langkah keempat adalah mendirikan pos layanan warga di sembilan titik. Salah satu titik layanan berada di SMK Muhammadiyah Manggarai Timur.

Pos layanan tersebut sebelumnya telah diinisiasi melalui kolaborasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), KKN Universitas Muhammadiyah Kupang, serta tim kesehatan Klinik Muhammadiyah Utama Ende.

Kelima, Muhammadiyah mengirimkan tim asistensi untuk mendukung enam Poskorda di wilayah terdampak.

Tim tersebut berasal dari Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan MDMC Jawa Timur. Tim telah diberangkatkan sejak 18 Agustus.

Keenam, tim kesehatan dikirimkan dari sejumlah daerah, termasuk Nusa Tenggara Barat melalui RS PKU Muhammadiyah Bima, serta Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Baca Juga: Newcastle United vs Liverpool: The Reds Diunggulkan atas Newcastle yang Tengah Merombak Tim

Tim kesehatan dari RS PKU Muhammadiyah Bima menjadi salah satu tim awal yang tiba di lokasi, khususnya di wilayah Manggarai Timur.

Bantuan Logistik hingga Armada Dikerahkan

Langkah ketujuh adalah pengiriman bantuan logistik berupa rendang dan family kit dari PWM Jawa Timur melalui jalur laut pada 18 Agustus.

Selanjutnya, Muhammadiyah juga mengerahkan sejumlah armada kendaraan untuk mendukung mobilitas dan distribusi bantuan.

Armada tersebut terdiri atas dua unit mobil Hilux dari MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Lazismu Pusat, dua unit mobil Hilux dari PWM Jawa Timur, serta satu unit mobil dapur umum dari Jawa Timur.

Langkah kesembilan adalah menyiapkan relawan psikososial dari Universitas Muhammadiyah Kupang dan Universitas Muhammadiyah Maumere.

Tim tersebut akan membantu proses pemulihan psikososial masyarakat yang terdampak bencana gempa.

Respons Kemanusiaan Muhammadiyah Terus Diperkuat

Berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa respons kebencanaan Muhammadiyah tidak hanya berfokus pada pelayanan medis.

Penanganan juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, distribusi logistik, dukungan mobilitas, hingga pemulihan psikososial masyarakat terdampak.

Melalui koordinasi antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah, MDMC, serta jaringan Muhammadiyah di tingkat wilayah dan daerah, upaya kemanusiaan terus diperkuat di tengah kondisi NTT yang masih menghadapi potensi gempa susulan.

Respons tersebut menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah untuk hadir bersama masyarakat dalam situasi kebencanaan.

Dukungan kemanusiaan akan terus dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan di lapangan serta mengutamakan keselamatan, pelayanan kesehatan, dan pemulihan masyarakat terdampak.

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Sumber : muhammadiyah
Gempa NTT EMT Internasional Muhammadiyah MDMC muhammadiyah