RADAR SURABAYA - Polri berkomitmen terus mengawal program-program buruh termasuk membentuk Desk Ketenagakerjaan untuk bisa menyelesaikan masalah-masalah industrial yang terjadi. Ini disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
"Polri tentunya juga selalu berkomitmen untuk terus mengawal program-program buruh, termasuk juga tadi disampaikan bahwa kami membentuk Desk Ketenagakerjaan untuk bisa menyelesaikan masalah-masalah industrial yang terjadi. Dari sekian masalah yang sudah puluhan tahun mungkin ya, bertahun-tahun bisa diselesaikan oleh Desk Ketenagakerjaan dalam waktu cepat," ucap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam sambutanya saat meresmikan gedung DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Jatim di Surabaya, Jumat (21/8/2026).
Listyo menambahkan, beberapa waktu yang lalu Polri melalui Desk Ketenagakerjaan juga memfasilitasi agar buruh yang terkena PHK bisa bekerja kembali mendapatkan pekerjaan.
Baca Juga: Arsenal vs Coventry City: Mikel Arteta Kirim Pesan Tegas, Arsenal Harus Lebih Baik
"Ini komitmen kita terus untuk menjaga dan mengawal teman-teman buruh. Oleh karena itu, terima kasih tadi Pak Andi kalau kemudian mengusulkan bahwa di revisi undang-undang Ciptaker peran dari Desk Ketenagakerjaan Polri juga bisa masuk di dalamnya," ungkapnya.
Menurutnya, keberadaan Desk Ketenagakerjaan juga menjadi bagian dari untuk terus menjaga komitmen yang sudah terbangun.
"Saya juga sudah sampaikan ke ke calon-calon Kapolri nanti kalau saya sudah pensiun kalau desk ketenagakerjaan itu enggak bekerja optimal saya akan turun memimpin demo. Setuju ya?," ujarnya lalu disambut jawaban setuju dari para buruh.
Baca Juga: Kapolri Pimpin Upacara Hari Juang Polri di Surabaya, Ini Pesannya
Jenderal Listyo menegaskan ingin bahwa Desk Ketenagakerjaan nanti siapapun Kapolrinya terus memberikan pelayanan optimal dan desk ketenagakerjaan akan selalu ada serta membersamai buruh.
"Oleh karena itu tanggal 30 Oktober nanti, Pak Andi menyampaikan bahwa Undang-undang Ciptaker harus tuntas ya kami juga tentunya menyadari dan memahami dari rekan-rekan buruh. Sehingga kemudian ini harus dikawal ketat kan begitu tadi," terangnya.
Jenderal bintang empat ini menuturkan, tentunya langkah-langkah konstruktif sudah dibangun dari awal. Dari mulai rapat dengan Apindo, kemudian bicara bagaimana teman-teman buruh dari Presiden-Presiden Buruh menyampaikan ke DPR.
Baca Juga: Anak Panti Asuhan Jadi Korban Pelecehan, Wali Kota Eri Minta Audit Seluruh Panti Asuhan di Surabaya
"Dan kemudian tadi ada rencana panjang. Oleh karena itu, itu bagian dari upaya dari rekan-rekan agar tidak ada lagi hal-hal yang kemudian berubah. Yang saya pesankan adalah semua dilaksanakan dalam koridor yang tertib, konstruktif, kalaupun besar juga harus tertib. Setuju ya ? Tapi kalau enggak usah turun juga enggak apa-apa. Tapi kalau pun turun, saya pun juga enggak bisa ngelarang," tandasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto
Sumber : radar surabaya