Kapolri Pimpin Upacara Hari Juang Polri di Surabaya, Ini Pesannya  

M. Mahrus • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 12:16 WIB
MEMPERINGATI: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat menjadi inspektur upacara saat peringatan Hari Juang Polri di depan Monumen Polisi Istimewa, Jumat (21/8). (IST)
MEMPERINGATI: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat menjadi inspektur upacara saat peringatan Hari Juang Polri di depan Monumen Polisi Istimewa, Jumat (21/8). (IST)

 

RADAR SURABAYA -  Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjadi inspektur upacara hari Juang Polri ketiga tahun 2026 di depan Monumen Perjuangan Polri Jalan Darmo, Surabaya, Jumat (21/8) pagi.

Saat memimpin upacara hari Juang Polri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga membacakan naskah Proklamasi Polisi.

"Proklamasi Polisi. Untuk bersatu dengan rakyat dalam perjuangan mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945 dengan ini menyatakan Polisi sebagai polisi Republik Indonesia. Surabaya 21 Agustus 1945 atas nama seluruh warga polisi Mohamad Yasin Inspektur Polisi kelas 1," ucap Listyo saat membacakan naskah Proklamasi Polisi, Kamis (21/8).

Baca Juga: Presiden Prabowo Ungkap Potensi Bank Emas, BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton

Peringatan Hari Juang Polri tahun ini mengusung tema “Dengan Semangat Hari Juang, Polri untuk Masyarakat Menuju Indonesia Maju.”

Upacara berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Pejabat Utama Mabes Polri, Polda Jawa Timur, Forkopimda Jawa Timur, para purnawirawan Polri, serta ratusan personel Polri.

Peringatan Hari Juang Polri di Surabaya memiliki nilai historis karena Kota Pahlawan menjadi salah satu tempat penting dalam perjalanan sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Pada 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin membacakan Proklamasi Polisi Republik Indonesia di Surabaya. Momentum bersejarah tersebut menjadi penegasan sikap Polisi Republik Indonesia untuk berdiri bersama rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Dalam amanatnya, Kapolri mengingatkan seluruh personel Polri agar semangat perjuangan para pendahulu tidak hanya dimaknai sebagai bagian dari sejarah, tetapi terus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga: Bantuan untuk Korban Bencana Gempa di Flores di Jawa Timur Tiba di Ende

Sementara Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, peringatan Hari Juang Polri tidak hanya memiliki arti penting bagi institusi Polri, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Hari Juang Polri mengingatkan kita pada keberanian, kesetiaan dan pengabdian para pendahulu kepada bangsa dan negara. Nilai-nilai perjuangan itulah yang harus terus diwariskan dan diwujudkan dalam pelaksanaan tugas Polri saat ini,” ucapnya.

Sejarah Hari Juang Polri tidak dapat dilepaskan dari peristiwa di Surabaya pada Agustus 1945. Pada 21 Agustus 1945, Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin selaku Komandan Polisi Istimewa Surabaya memimpin pembacaan Proklamasi Polisi Republik Indonesia di hadapan anggotanya.

Momentum tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kepolisian setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Setelah Proklamasi Polisi, Polisi Istimewa Surabaya turut mengambil bagian dalam berbagai perjuangan mempertahankan kemerdekaan bersama elemen masyarakat dan pejuang lainnya.

Peran tersebut berlanjut dalam rangkaian perjuangan di Surabaya, termasuk pada masa pertempuran November 1945, serta dalam menghadapi berbagai upaya mempertahankan kemerdekaan pada periode berikutnya.

Semangat perjuangan kepolisian pada masa awal kemerdekaan juga tumbuh di berbagai daerah di Indonesia. Hal tersebut menunjukkan bahwa perjalanan Polri sejak awal merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan bangsa Indonesia.

Menurut Kombes Abast, nilai utama dari sejarah tersebut bukan semata-mata mengenai rangkaian peristiwa masa lalu, melainkan tentang keberanian, integritas, pengabdian dan keberpihakan kepada kepentingan bangsa dan masyarakat.

“Yang kita warisi bukan hanya sejarah, tetapi nilai perjuangan dan pengabdian. Tantangan yang dihadapi Polri hari ini tentu berbeda dengan para pendahulu, tetapi semangatnya tetap sama, yaitu memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa, negara dan masyarakat,” terangnya.

Ia menjelaskan, semangat Hari Juang Polri harus diterjemahkan dalam pelaksanaan tugas yang semakin profesional, humanis dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Baca Juga: Djarot Soebijantoro Mantan Jibakutei Bentuk Pasukan Berani Mati Jelang  Pertempuran Surabaya 1945

Oleh sebab itu, peringatan Hari Juang Polri juga menjadi momentum bagi seluruh personel untuk melakukan refleksi terhadap pelaksanaan tugas sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Semangat juang para pendahulu harus kita wujudkan melalui kerja nyata. Polri harus terus hadir di tengah masyarakat, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan yang semakin baik serta menjaga kepercayaan masyarakat,” tandasnya. (rus/gun)

Editor : Lambertus Hurek
proklamasi polisi Hari Juang Polri monumen perjuangan polri Kapolri Listyo Sigit Prabowo