Basarnas Berhasil Tembus Akses Longsor, Pencarian Korban Gempa NTT M 7,7 Diperluas

Rahmat Adhy Kurniawan • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 11:33 WIB
Pasien mendapatkan perawatan di luar rumah sakit setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Mbay, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026. (BBC Indonesia)
Pasien mendapatkan perawatan di luar rumah sakit setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang Mbay, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026. (BBC Indonesia)

RADAR SURABAYA— Upaya pencarian dan pertolongan korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) memasuki hari kedua. 

Laporan Antara, Basarnas berhasil membuka akses jalan yang sebelumnya tertutup material longsor sehingga operasi pencarian korban dapat diperluas ke sejumlah wilayah terdampak.

Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso mengatakan pengerahan personel dan alat utama (alut) SAR dilakukan secara masif sejak pukul 06.00 WITA pada Minggu (16/8).

Operasi pencarian difokuskan di wilayah Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo, serta kawasan Reo, Kabupaten Manggarai.

"Akses darat di wilayah Reo yang sebelumnya terputus akibat longsor kini sudah berhasil dibuka oleh tim," kata Edy Prakoso.

Akses Longsor Terbuka, Pencarian Korban Gempa NTT Diperluas

Terbukanya akses darat menjadi langkah penting dalam operasi pencarian dan pertolongan korban gempa NTT.

Baca Juga: Pelindo Gerak Cepat Pulihkan Pelabuhan Maumere Usai Gempa NTT, Layanan Mulai Normal

Jalur yang sebelumnya terisolasi kini dapat kembali dilalui oleh tim gabungan.

Tim yang diterjunkan terdiri atas berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, relawan, dan pemerintah daerah.

Mereka melakukan penyisiran serta evakuasi di wilayah yang terdampak gempa dan sebelumnya sulit dijangkau.

Selain mendukung proses pencarian korban, terbukanya akses transportasi darat juga mempercepat distribusi bantuan medis kepada masyarakat yang terdampak.

Jalur tersebut sekaligus memudahkan petugas menjangkau penyintas yang membutuhkan pertolongan darurat, khususnya masyarakat yang berada di kawasan pelosok.

112 Orang Terdampak Gempa, 48 Meninggal Dunia

Kantor SAR Maumere melaporkan, berdasarkan pendataan dan verifikasi sementara hingga pukul 08.30 WITA, terdapat 112 orang yang terdampak gempa.

Dari jumlah tersebut, 48 orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan 64 orang mengalami luka berat maupun luka ringan.

Namun, data korban gempa NTT tersebut masih bersifat sementara. Jumlahnya masih dapat berubah seiring dengan berlangsungnya proses pencarian, penyisiran, pendataan, dan evakuasi di lapangan.

Baca Juga: Pascapelemparan Molotov Dua Pos Lantas, Polisi Tingkatkan Pengamanan di Surabaya dan Jatim

Basarnas terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta potensi SAR setempat untuk memperbarui data dan memperluas pencarian di sejumlah titik terdampak.

Basarnas Imbau Warga Ikuti Arahan Petugas

Basarnas mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti arahan petugas selama proses penanganan bencana berlangsung.

Masyarakat juga diminta memperoleh informasi mengenai perkembangan gempa NTT dari sumber resmi dan pihak yang berwenang untuk menghindari penyebaran informasi yang tidak akurat.

"Agar masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan serta memperoleh informasi dari sumber resmi dan berwenang," ujar Edy.

Dengan terbukanya akses darat yang sebelumnya tertutup longsor, Basarnas berharap proses pencarian dan pertolongan korban gempa bermagnitudo 7,7 di NTT dapat berlangsung lebih cepat dan menjangkau wilayah terdampak yang sebelumnya sulit diakses.

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
Gempa NTT Gempa Nagekeo basarnas